Tindak Lanjut Forum Dialog Bahrain, MHM Perkuat Dialog Sunni-Syiah di Irak

Rabu, 18 Januari 2023 - 21:50 WIB
Sekjen MHM Konselor Muhamed Abdelsalam bersama delegasi bertemu dengan sejumlah ulama dan dosen Universitas Darl al-‘Ilmi Imam Al-Khou’i, Najaf, Minggu (15/1/2023). Foto/Ist
JAKARTA - Forum Dialog Bahrain (FDB) sukses digelar pada 3-4 November 2022. Forum ini dihadiri Ketua Majelis Hukama Muslimin ( MHM ) yang juga Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Sri Paus Fransiskus.

Dari Bahrain, Syekh Al-Azhar Ahmed Al-tayeb menyampaikan seruan untuk menguatkan dialog antara berbagai kelompok dan mazhab di internal umat Islam demi menguatkan Islam dan persatuan umat. Imam Akbar juga menyerukan untuk melanjutkan dialog antara Islam dan Kristen melalui dialog Timur dan Barat untuk menebarkan budaya damai dan koeksistensi antarsesama manusia.

Baca juga: Rp4 Triliun Dana BOS Madrasah Swasta 2023 Segera Cair, Ini Prosedurnya

Bertahap, seruan Grand Syekh Al-Azhar ini ditindaklanjuti oleh Majelis Hukama Muslim (MHM). Hal itu antara lain dilakukan dengan mengirim delegasi ke Republik Irak. Dipimpin Sekjen MHM Mohamed Abdelsalam, delegasi ini membawa misi memperkuat dialog internal umat Islam, terutama antara Sunni dan Syiah.

“Ketua MHM Grand Syekh Ahmad Al-Tayeb menyampaikan seruannya kepada ulama-ulama Muslim di dunia, dengan beragam aliran keagamaan yang ada, untuk segera melakukan dialog internal secara serius guna mewujudkan sikap saling mengenal dan menghormati, mewujudkan persatuan, dan mewujudkan persaudaraan agama, juga persaudaraan manusia,” terang Mohamed Abdel Salam di Baghdad, Rabu (18/1/2022).

“Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb juga pernah menyatakan kesiapan dirinya bersama ulama Al-Azhar dan anggota MHM untuk berpartisipasi aktif dalam dialog internal umat Islam dengan dada lapang dan hati terbuka, duduk bersama dalam satu pertemuan. Beliau memiliki keinginan kuat agar umat Islam dapat melewati masa-masa lalu yang kelam dan membuka lembaran baru untuk memperkuat dan mengukuhkan persatuan umat, meski terdapat perbedaan,” sambungnya.

Baca juga: LPPOM MUI: China Paling Banyak Ajukan Sertifikasi Halal

Kunjungan delegasi MHM ke Repubik Irak berlangsung 5 hari, 14-18 Januari 2023. Selama di Irak, delegasi MHM melakukan sejumlah pertemuan dengan pemimpin dan tokoh agama, baik dari kalangan Sunni maupun Syiah, guna membahas langkah dan upaya memperkuat dialog di antara umat Islam. Selain Baghdad, delegasi juga berkunjung ke Najaf dan Arbil, untuk membangun jembatan komunikasi yang efektif dengan elemen masyarakat di sana.

Di Baghdad, delegasi MHM diterima Perdana Menteri (PM) Irak Mohammed Shia' Al-Sudani, Senin (16/1/2023). Kedua pihak membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menyikapi ekstremisme dan mempromosikan perdamaian dan koeksistensi. PM Irak mengapresiasi langkah-langkah besar Ketua MHM Prof. Dr. Ahmed Al-Tayyib yang juga Syekh Al-Azhar dalam memerangi ekstremisme serta mempersatukan umat dan bangsa di dunia.

PM Al-Sudani mengungkapkan bahwa rakyat Irak, dengan beragam elemennya, memiliki komitmen kuat melawan segala bentuk hasutan dan perpecahan. Al-Sudani menekankan bahwa menolak dan memberantas ujaran kebencian dan ekstremisme, akan berkontribusi dalam menekan pengaruh negatif, bahkan membasmi paham terorisme. Menurutnya, rakyat Irak, dengan persatuan, sinergi, dan kerja sama yang dimiliki, mampu bersama-sama menghadapi serangan ISIS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!