Kisah Kafir Quraisy Jadikan Setahun 13 Bulan, Maka Turunlah Ayat Ini
Minggu, 29 Januari 2023 - 22:19 WIB
loading...
A
A
A
Praktik ini memungkinkan mereka menambahkan bulan ke-13 atau memperpanjang satu bulan tertentu. Karena perbuatan yang seenaknya mengubah syariat Allah, maka turunlah Surat At-Taubah ayat 37. Berikut firman-Nya:
اِنَّمَا النَّسِىۡٓءُ زِيَادَةٌ فِى الۡكُفۡرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا يُحِلُّوۡنَهٗ عَامًا وَّيُحَرِّمُوۡنَهٗ عَامًا لِّيُوَاطِــُٔــوۡا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ فَيُحِلُّوۡا مَا حَرَّمَ اللّٰهُ ؕ زُيِّنَ لَهُمۡ سُوۡۤءُ اَعۡمَالِهِمۡ ؕ وَاللّٰهُ لَا يَهۡدِى الۡقَوۡمَ الۡـكٰفِرِيۡنَ
Artinya: "Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (At-Taubah ayat 37)
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Abu Najih, dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: "Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan Haram itu adalah menambah kekafiran." (At-Taubah: 37), hingga akhir ayat. Allah mewajibkan ibadah haji dalam bulan Zulhijjah. Tetapi orang-orang musyrik di masa lalu menamakan Zulhijjah dengan sebutan bulan Muharram, bulan Safar menjadi Rabi'. Bulan Rabi' menjadi bulan Jumada, sedangkan bulan Jumada mereka namakan menjadi Rajab, Sya'ban menjadi Ramadan. Syawwal menjadi Zulqa'dah.
Terkadang mereka melakukan hajinya dalam bulan Zulhijjah, kemudian mereka diam, tidak menyebutkan Muharram. Lalu mereka kembali dan menamakannya menjadi Safar. Dan mereka menamakan Rajab menjadi Jumadil Akhir, lalu Sya'ban menjadi Ramadhan, Syawwal menjadi Ramadhan, Zulqa'dah menjadi Syawwal. Zulhijjah menjadi Zulqa'dah, Muharram menjadi Zulhijjah dan mereka melakukan hajinya dalam bulan itu, yang menurut peristilahan mereka disebut Zulhijjah.
Kemudian mereka kembali melakukan keadaan tersebut, dan mereka melakukan hajinya setiap bulan selama dua tahun, hingga pada bulan yang terakhir dari dua tahun itu (yakni dalam bulan Zulqa'dah) bertepatan dengan haji yang dilakukan oleh Abu Bakar.
Kemudian Nabi melakukan hajinya yang bersesuaian dengan bulan Zulhijjah. Yang demikian itu dinyatakan oleh Nabi melalui sabdanya: "Sesungguhnya zaman ini berputar seperti keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi."
Baca Juga: Sejarah Kalender Hijriyah dan Arti 12 Bulan Islam
اِنَّمَا النَّسِىۡٓءُ زِيَادَةٌ فِى الۡكُفۡرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا يُحِلُّوۡنَهٗ عَامًا وَّيُحَرِّمُوۡنَهٗ عَامًا لِّيُوَاطِــُٔــوۡا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ فَيُحِلُّوۡا مَا حَرَّمَ اللّٰهُ ؕ زُيِّنَ لَهُمۡ سُوۡۤءُ اَعۡمَالِهِمۡ ؕ وَاللّٰهُ لَا يَهۡدِى الۡقَوۡمَ الۡـكٰفِرِيۡنَ
Artinya: "Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (At-Taubah ayat 37)
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Abu Najih, dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: "Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan Haram itu adalah menambah kekafiran." (At-Taubah: 37), hingga akhir ayat. Allah mewajibkan ibadah haji dalam bulan Zulhijjah. Tetapi orang-orang musyrik di masa lalu menamakan Zulhijjah dengan sebutan bulan Muharram, bulan Safar menjadi Rabi'. Bulan Rabi' menjadi bulan Jumada, sedangkan bulan Jumada mereka namakan menjadi Rajab, Sya'ban menjadi Ramadan. Syawwal menjadi Zulqa'dah.
Terkadang mereka melakukan hajinya dalam bulan Zulhijjah, kemudian mereka diam, tidak menyebutkan Muharram. Lalu mereka kembali dan menamakannya menjadi Safar. Dan mereka menamakan Rajab menjadi Jumadil Akhir, lalu Sya'ban menjadi Ramadhan, Syawwal menjadi Ramadhan, Zulqa'dah menjadi Syawwal. Zulhijjah menjadi Zulqa'dah, Muharram menjadi Zulhijjah dan mereka melakukan hajinya dalam bulan itu, yang menurut peristilahan mereka disebut Zulhijjah.
Kemudian mereka kembali melakukan keadaan tersebut, dan mereka melakukan hajinya setiap bulan selama dua tahun, hingga pada bulan yang terakhir dari dua tahun itu (yakni dalam bulan Zulqa'dah) bertepatan dengan haji yang dilakukan oleh Abu Bakar.
Kemudian Nabi melakukan hajinya yang bersesuaian dengan bulan Zulhijjah. Yang demikian itu dinyatakan oleh Nabi melalui sabdanya: "Sesungguhnya zaman ini berputar seperti keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi."
Baca Juga: Sejarah Kalender Hijriyah dan Arti 12 Bulan Islam
(rhs)
Lihat Juga :