Kisah Heroik Shalahuddin Al-Ayyubi Taklukkan Baitul Maqdis di Bulan Rajab
Kamis, 02 Februari 2023 - 18:41 WIB
loading...
A
A
A
Shalahuddin lalu menunjuk Qadi Muhyiddin bin Zaki ad-Din untuk mengimami sholat dan menyampaikan khutbah yang diawali dengan QS Al An’am 45: “Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Di antara isi khutbahnya yang terkenal, “Wahai segenap manusia, berbahagialah dengan ridha Allah yang merupakan tujuan utama. Dia telah memudahkan untuk mengambalikan Al Aqsa yang sirna. Ini adalah Tanah Air bapak kalian, Ibrahim AS dan lokasi Mikraj Muhammad SAW, serta kiblat pertama kalian. Di sinilah Rasulullah SAW shalat dengan para malaikat.
Kalian telah mengembalikan kejayaan Qadisiyah, peristiwa Yarmuk, Khaibar, untuk Islam. Allah akan membalas jasa dan segala daya upaya yang kalian kerahkan untuk melawan musuh. Allah akan menerima darah para syuhada dan menggantinya dengan surga kelak…”
Baca juga: Kisah Kitab Barzanji, Pemenang Sayembara yang Diselenggarakan Shalahuddin Al-Ayyubi
Situs Bersejarah
Baitul Maqdis merupakan situs bersejarah yang berada di Palestina. Kesucian Baitul Maqdis diklaim oleh tiga agama, yaitu Islam, Yahudi, dan Kristen.
Ketiga agama tersebut secara bergantian pernah menguasai situs suci tersebut. Pemerintah Islam pernah menaklukkan Baitul Maqdis yang pertama kali dipimpin oleh Khalifah Umar ibn Khattab dan terus berlanjut di bawah kepemimpinan muslim selama berabad-abad di masa Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, hingga era Dinasti Abbasiyah.
Kemudian Baitul Maqdis ditaklukkan kembali pada masa Dinasti Al Ayyubiyah di bawah kepemimpinan Salahuddin Al Ayyubi. Baitul Maqdis memiliki arti yang sangat penting bagi umat Islam karena di sana pertama kali dibangun masjid yang kemudian menjadi kiblat pertama bagi umat Muslim di seluruh dunia, yaitu Masjid Al Aqsa.
Begitu berhasil mengusir kaum Salibis, ia segera memerintahkan pemugaran kota suci itu. Baitul Maqdis dan Kubah Batu dibersihkannya dari simbol- simbol yang menyalahi tauhid.
Kompleks rumah ibadah itu diperluasnya, serta memperindahnya dengan berbagai ornamen kaligrafi. Ia juga membuat mimbar yang lantas dikenal sebagai Mimbar Saladin di sana. Artefak yang tak ternilai itu sempat bertahan selama ratusan tahun sebelum dijarah seorang Zionis pada 1972.
Baca juga: Sejarah Salat, Awalnya 17 Bulan Menghadap ke Baitul Maqdis Palestina
Di antara isi khutbahnya yang terkenal, “Wahai segenap manusia, berbahagialah dengan ridha Allah yang merupakan tujuan utama. Dia telah memudahkan untuk mengambalikan Al Aqsa yang sirna. Ini adalah Tanah Air bapak kalian, Ibrahim AS dan lokasi Mikraj Muhammad SAW, serta kiblat pertama kalian. Di sinilah Rasulullah SAW shalat dengan para malaikat.
Kalian telah mengembalikan kejayaan Qadisiyah, peristiwa Yarmuk, Khaibar, untuk Islam. Allah akan membalas jasa dan segala daya upaya yang kalian kerahkan untuk melawan musuh. Allah akan menerima darah para syuhada dan menggantinya dengan surga kelak…”
Baca juga: Kisah Kitab Barzanji, Pemenang Sayembara yang Diselenggarakan Shalahuddin Al-Ayyubi
Situs Bersejarah
Baitul Maqdis merupakan situs bersejarah yang berada di Palestina. Kesucian Baitul Maqdis diklaim oleh tiga agama, yaitu Islam, Yahudi, dan Kristen.
Ketiga agama tersebut secara bergantian pernah menguasai situs suci tersebut. Pemerintah Islam pernah menaklukkan Baitul Maqdis yang pertama kali dipimpin oleh Khalifah Umar ibn Khattab dan terus berlanjut di bawah kepemimpinan muslim selama berabad-abad di masa Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, hingga era Dinasti Abbasiyah.
Kemudian Baitul Maqdis ditaklukkan kembali pada masa Dinasti Al Ayyubiyah di bawah kepemimpinan Salahuddin Al Ayyubi. Baitul Maqdis memiliki arti yang sangat penting bagi umat Islam karena di sana pertama kali dibangun masjid yang kemudian menjadi kiblat pertama bagi umat Muslim di seluruh dunia, yaitu Masjid Al Aqsa.
Begitu berhasil mengusir kaum Salibis, ia segera memerintahkan pemugaran kota suci itu. Baitul Maqdis dan Kubah Batu dibersihkannya dari simbol- simbol yang menyalahi tauhid.
Kompleks rumah ibadah itu diperluasnya, serta memperindahnya dengan berbagai ornamen kaligrafi. Ia juga membuat mimbar yang lantas dikenal sebagai Mimbar Saladin di sana. Artefak yang tak ternilai itu sempat bertahan selama ratusan tahun sebelum dijarah seorang Zionis pada 1972.
Baca juga: Sejarah Salat, Awalnya 17 Bulan Menghadap ke Baitul Maqdis Palestina
(mhy)
Lihat Juga :