Kisah Heroik Shalahuddin Al-Ayyubi Taklukkan Baitul Maqdis di Bulan Rajab
Kamis, 02 Februari 2023 - 18:41 WIB
loading...
Baitul Maqdis, kiblat pertama umat Islam. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Pada pada hari Jumat, 27 Rajab 583 H bertepatan dengan 2 Oktober 1187, pasukan Islam yang dipimpin Shalahuddin Al Ayyubi sukses merebut Kota al-Quds dan membebaskan Baitul Maqdis .
Hari dikuasainya kembali al-Quds merupakan hari yang baik, sayyidul ayyam. Hari Jumat merupakan hari favorit Shalahuddin untuk memulai pertempuran. Dan tentu saja ia juga merupakan hari favorit untuk meraih kemenangan.
Tanggal kemenangan itu juga merupakan tanggal yang bersejarah. Ibn Shaddad dalam bukunya menulis, “Sultan menerima penyerahan kota itu pada hari Jumat 27 Rajab . Waktu itu bertepatan dengan (tanggal) Mikraj Nabi yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an al-Karim.”
Baca juga: Hari Pembebasan Al-Quds, Shalahuddin Al-Ayyubi Menyiapkan Pasukannya Lebih Dari 20 Tahun
Derap suara kuda dan gemuruh takbir bersahut-sahutan memekikkan syukur atas kemenangan yang sudah dinanti-nanti selama 90 tahun itu, sejak Baitul Maqdis jatuh ke tangan pasukan Salib.
Kota al-Quds (Yerusalem) jatuh ke tangan Pasukan Salib pada tahun 1099 (492 H). Ketika kota itu dikuasai Pasukan Salib, 70.000 kaum Muslimin yang berada di kota itu dibunuh oleh Pasukan Salib selama satu minggu lamanya. Selama puluhan tahun berikutnya, tidak ada satu pun kaum Muslimin yang berhasil merebut kembali kota al-Quds dari tangan Pasukan Salib.
Perjuangan panjang untuk membebaskan tempat suci ini sudah dimulai sejak Immaduddin, Nuruddin, dan baru berhasil di masa Shalahuddin.
Sejak itu, Shalahuddin memerintahkan pasukannya untuk membersihkan Baitul Maqdis yang semasa pendudukan pasukan salib digunakan sebagai istana sekaligus pusat komando Perang Salib.
Patung-patung, salib, gambar, dan simbol-simbol kekufuran lainnya ditanggalkan. Puluhan babi yang dipelihara di lingkungan Al Aqsa disingkirkan.
Untuk pertama kalinya, setelah hampir satu abad, azan kembali berkumandang dari Masjidil Aqsa. Dari tempat di mana Rasulullah SAW mikraj untuk menjemput perintah sholat.
Baca juga: Mengungkap Rahasia Kehebatan Pedang Damaskus Milik Salahuddin Al-Ayyubi
Pasukan Shalahuddin yang begitu perkasa di medan jihad, luruh dalam keharuan manakala mendengar seruan, “… Hayya 'alash sholah… Hayya 'alal falah –Marilah kita shalat. Marilah meraih kemenangan-“
Semua segera membenamkan sujud syukurnya dalam-dalam. Termasuk Sang Panglima yang masih kelelahan akibat staminanya terkuras habis di detik-detik terakhir menjelang kemenangan.
Hari dikuasainya kembali al-Quds merupakan hari yang baik, sayyidul ayyam. Hari Jumat merupakan hari favorit Shalahuddin untuk memulai pertempuran. Dan tentu saja ia juga merupakan hari favorit untuk meraih kemenangan.
Tanggal kemenangan itu juga merupakan tanggal yang bersejarah. Ibn Shaddad dalam bukunya menulis, “Sultan menerima penyerahan kota itu pada hari Jumat 27 Rajab . Waktu itu bertepatan dengan (tanggal) Mikraj Nabi yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an al-Karim.”
Baca juga: Hari Pembebasan Al-Quds, Shalahuddin Al-Ayyubi Menyiapkan Pasukannya Lebih Dari 20 Tahun
Derap suara kuda dan gemuruh takbir bersahut-sahutan memekikkan syukur atas kemenangan yang sudah dinanti-nanti selama 90 tahun itu, sejak Baitul Maqdis jatuh ke tangan pasukan Salib.
Kota al-Quds (Yerusalem) jatuh ke tangan Pasukan Salib pada tahun 1099 (492 H). Ketika kota itu dikuasai Pasukan Salib, 70.000 kaum Muslimin yang berada di kota itu dibunuh oleh Pasukan Salib selama satu minggu lamanya. Selama puluhan tahun berikutnya, tidak ada satu pun kaum Muslimin yang berhasil merebut kembali kota al-Quds dari tangan Pasukan Salib.
Perjuangan panjang untuk membebaskan tempat suci ini sudah dimulai sejak Immaduddin, Nuruddin, dan baru berhasil di masa Shalahuddin.
Sejak itu, Shalahuddin memerintahkan pasukannya untuk membersihkan Baitul Maqdis yang semasa pendudukan pasukan salib digunakan sebagai istana sekaligus pusat komando Perang Salib.
Patung-patung, salib, gambar, dan simbol-simbol kekufuran lainnya ditanggalkan. Puluhan babi yang dipelihara di lingkungan Al Aqsa disingkirkan.
Untuk pertama kalinya, setelah hampir satu abad, azan kembali berkumandang dari Masjidil Aqsa. Dari tempat di mana Rasulullah SAW mikraj untuk menjemput perintah sholat.
Baca juga: Mengungkap Rahasia Kehebatan Pedang Damaskus Milik Salahuddin Al-Ayyubi
Pasukan Shalahuddin yang begitu perkasa di medan jihad, luruh dalam keharuan manakala mendengar seruan, “… Hayya 'alash sholah… Hayya 'alal falah –Marilah kita shalat. Marilah meraih kemenangan-“
Semua segera membenamkan sujud syukurnya dalam-dalam. Termasuk Sang Panglima yang masih kelelahan akibat staminanya terkuras habis di detik-detik terakhir menjelang kemenangan.
Lihat Juga :