Kisah Turunnya Surat Al-Fath, Kabar Gembira Kemenangan bagi Umat Islam
Senin, 06 Februari 2023 - 00:00 WIB
loading...
A
A
A
Kebanyakan ahli tafsir mengikuti pendapat terakhir. Ibnu 'Abbas mengatakan, kemenangan dalam ayat ini adalah "Perjanjian Hudaibiyyah" karena perdamaian itu menjadi sebab terjadinya penaklukan Mekkah.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa ia berkata, "Kalian berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kemenangan dalam ayat ini ialah penaklukan Mekkah, sedangkan kami berpendapat Perdamaian Hudaibiyyah. Pada riwayat yang lain diterangkan bahwa Surah Al-Fath ini diturunkan pada suatu tempat yang terletak antara Mekkah dan Madinah, setelah terjadi Perdamaian Hudaibiyyah, mulai dari permulaan sampai akhir surah.
Az-Zuhri mengatakan, "Tidak ada kemenangan yang lebih besar daripada kemenangan yang ditimbulkan oleh Perjanjian Hudaibiyyah dalam sejarah penyebaran Islam pada masa Rasulullah. Sejak perdamaian itu terjadilah hubungan langsung antara orang-orang Muslim dan orang-orang musyrik Mekah. Kaum Muslim dapat menginjak kembali kampung halaman dan bertemu dengan keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan.
Dalam hubungan itu, orang-orang kafir telah mendengar langsung percakapan kaum Muslimin, baik yang dilakukan sesama kaum Muslimin, maupun yang dilakukan dengan orang kafir. Sehingga dalam masa tiga tahun, banyak di antara mereka yang masuk Islam. Demikianlah proses itu berlangsung sampai saat penaklukan Mekkah, kaum Muslimin dapat memasuki kota itu tanpa pertumpahan darah. Inilah kemenangan umat Islam yang dikabarkan Allah lewat Surat Al-Fath.
Hudaibiyyah adalah nama sebuah desa, kira-kira 30 Km di sebelah barat kota Mekah. Nama itu berasal dari nama sebuah perigi yang ada di desa tersebut. Nama desa itu kemudian dijadikan sebagai nama perjanjian antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir Mekkah, pada bulan Zulqa'dah Tahun 6 H (628 M) di desa itu.
Baca Juga: 4 Keutamaan Surat Al-Fath dan Khasiatnya
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa ia berkata, "Kalian berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kemenangan dalam ayat ini ialah penaklukan Mekkah, sedangkan kami berpendapat Perdamaian Hudaibiyyah. Pada riwayat yang lain diterangkan bahwa Surah Al-Fath ini diturunkan pada suatu tempat yang terletak antara Mekkah dan Madinah, setelah terjadi Perdamaian Hudaibiyyah, mulai dari permulaan sampai akhir surah.
Az-Zuhri mengatakan, "Tidak ada kemenangan yang lebih besar daripada kemenangan yang ditimbulkan oleh Perjanjian Hudaibiyyah dalam sejarah penyebaran Islam pada masa Rasulullah. Sejak perdamaian itu terjadilah hubungan langsung antara orang-orang Muslim dan orang-orang musyrik Mekah. Kaum Muslim dapat menginjak kembali kampung halaman dan bertemu dengan keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan.
Dalam hubungan itu, orang-orang kafir telah mendengar langsung percakapan kaum Muslimin, baik yang dilakukan sesama kaum Muslimin, maupun yang dilakukan dengan orang kafir. Sehingga dalam masa tiga tahun, banyak di antara mereka yang masuk Islam. Demikianlah proses itu berlangsung sampai saat penaklukan Mekkah, kaum Muslimin dapat memasuki kota itu tanpa pertumpahan darah. Inilah kemenangan umat Islam yang dikabarkan Allah lewat Surat Al-Fath.
Hudaibiyyah adalah nama sebuah desa, kira-kira 30 Km di sebelah barat kota Mekah. Nama itu berasal dari nama sebuah perigi yang ada di desa tersebut. Nama desa itu kemudian dijadikan sebagai nama perjanjian antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir Mekkah, pada bulan Zulqa'dah Tahun 6 H (628 M) di desa itu.
Baca Juga: 4 Keutamaan Surat Al-Fath dan Khasiatnya
(rhs)
Lihat Juga :