Jalan Kebenaran: Tauhid Tingkat Tinggi Sekaligus Abstrak Menurut Cak Nur

Sabtu, 11 Februari 2023 - 10:19 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Cak Nur: Nabi Ibrahim, Musa dan Isa Adalah Tokoh Muslim

Mengetahui Tuhan

Jadi, kata Cak Nur, perasaan tahu Tuhan adalah justru pertanda tidak tahu apa-apa. "Mengetahui Tuhan" mengesankan adanya hasil pencarian rasional yang luar biasa. Tetapi sekali orang menginsafi bahwa Tuhan adalah Wujud Mutlak, yang berarti tidak akan terjangkau wujud nisbi seperti manusia dan seluruh alam raya ciptaan-Nya, maka ia pun akan paham bahwa perasaan, apalagi keyakinan, bahwa bila ia tahu Tuhan adalah kebodohan yang tiada taranya.

Dalam gambaran Ibn 'Arabi , bahkan seandainya seseorang dapat mengetahui alam gaib, maka saat alam gaib itu tersingkap baginya adalah juga saat ia tertutup baginya.

Jadi, sejalan dengan sifat paradoksal kenyataan-kenyataan, justru saat seseorang tahu alam gaib adalah juga saat ia tidak tahu.

"Jika matahari ilmu telah terbenam maka bingunglah akal-pikiran yang kemampuannya hanya dalam teori pembuktian. Kalau seandainya alam gaib itu dapat disaksikan oleh mata penglihatan, maka saat munculnya alam gaib itu adalah juga saat ia terbenam," lanjut Ibn 'Arabi dalam al-Futuhat al-Makkiyyah.

Cak Nur menjelaskan, maka perjalanan mencari Tuhan mengikuti garis lurus atau al-shirath al-mustaqim adalah perjalanan yang mensyaratkan kekosongan pikiran perbandingan mengenai Tuhan dan bebas dari asumsi-asumsi, yang diistilahkan dalam ilmu tasawuf sebagai akhalli, pengosongan diri. Inilah tauhid dalam tingkatnya yang amat tinggi, sekaligus amat abstrak (mujarrad).

Kemudian ada isyarat dalam al-Qur'an bahwa Nabi sendiri pun melakukan takhalli. Nabi diperintahkan agar menyatakan bahwa beliau hanyalah seorang Utusan Tuhan; antara lain untuk mengajarkan kepercayaan pada adanya alam gaib. Namun beliau hanyalah seorang manusia yang diutus Allah, dengan mengikuti ajaran yang diwahyukan pada beliau dan menyampaikan ajaran itu kepada masyarakat manusia.

Baca juga: Bila Ihsan Diwujudkan Secara Nyata dalam Tasawuf Menurut Cak Nur

Katakan (Muhammad): "Aku tidak pernah mengaku kepadamu bahwa aku memiliki perbendaharaan Allah juga tidak aku mengetahui alam gaib. Aku pun tidak pernah mengaku kepadamu bahwa aku adalah seorang malaikat. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakan (Muhammad): "Apakah sama antara orang yang melihat dan orang buta? Apakah kamu tidak berpikir?" ( QS al-An'am/6 :50)

Lebih lanjut, kata Cak Nur, senafas dengan prinsip-prinsip di atas, Nabi juga diperintahkan Allah menyatakan bahwa beliau tidaklah bermaksud membuat hal-hal baru terhadap apa yang telah diwariskan pada Rasul terdahulu. Beliau sendiri juga tidak tahu apa yang akan diperbuat Allah terhadap beliau. Misalnya, mengingat bahwa sebagai Rasul terdahulu ada yang menjadi korban, sampai terbunuh, oleh misi sucinya. "Nabi hanyalah mengikuti wahyu yang diterimanya, dan beliau hanyalah seorang pembawa peringatan yang tidak meragukan," jelas Cak Nur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
10 Cara Memuliakan Orang...
10 Cara Memuliakan Orang Tua, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Jenis Perceraian yang...
Jenis Perceraian yang Diharamkan dalam Islam
Keutamaan Zikir Laa...
Keutamaan Zikir Laa Ilaaha Illallah Subhanallah 100 X Setiap Hari Beserta Dalilnya
Kisah Hikmah : Kalimat...
Kisah Hikmah : Kalimat Laa ilaaha illallaah, Menyelamatkannya dari Neraka
11 Kaidah Islam yang...
11 Kaidah Islam yang Bisa Mempersempit Perceraian
Rekomendasi
Fenomena Alam Juli 2025:...
Fenomena Alam Juli 2025: Matahari Lambat Terbenam hingga Jarak Bumi Semakin Menjauh
Persamaan Lukisan Kuno...
Persamaan Lukisan Kuno Suku Indian dengan Kisah Nabi Nuh Dibeberkan
Debu Gurun Sahara Diprediksi...
Debu Gurun Sahara Diprediksi Akan Menutupi Wilayah AS Minggu Ini
Artikel Terkini
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved