Keturunan Abu Bakar As-Shiddiq Ini Guru Spiritual Al-Fatih sang Penakluk Konstantinopel
Minggu, 12 Februari 2023 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel
Syaikh dengan dingin menjawab, “Sesungguhnya jika engkau masuk padaku sendirian, maka kau akan merasakan kenikmatan sehingga kesultanan akan jatuh dalam pandangan kedua matamu, dan akan berantakanlah semua perkara ini. Dan Allah akan murka kepada kita semua. Sedangkan masuk menyendiri itu adalah agar timbul rasa keadilan. Maka hendaklah engkau melakukan demikian dan demikian.”
Setelah itu Sultan mengirim uang 1000 dinar padanya, namun Syaikh tidak mau menerimanya. Maka tatkala Sultan keluar bersama seorang pembantunya dan berkata kepadanya, “Syaikh tidak berdiri untukku.”
“Mungkin dia melihat dalam dirimu ada perasaan sombong karena penaklukan ini, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan pada sultan sebelumnya. Dengan demikian, Syaikh bermaksud menghapuskan rasa sombong itu dari dirimu,” ujar Menteri Mahmud.
Ahli Pengobatan
Nama lengkapnya adalah Syaikh Muhammad bin Hamzah Al Dimasyqi Ar Rumi. Beliau melakukan perjalanan bersama ayahnya ke negeri Romawi. Beliau merupakan keturunan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia lahir di kota Damaskus (Suriah) pada tahun 792 H/1389 M.
Syaikh Aaq Syamsuddin telah memberikan pelajaran kepada Sultan Muhammad Al Fatih berupa ilmu Al-Qur’an, Sunnah, fikih, ilmu-ilmu Keislaman, serta mempelajari bahasa Arab, Persia dan Turki.
Tatkala Muhammad al-Fatih masih kecil, Syaikh Aaq Syamsuddin mampu meyakinkannya bahwa yang dimaksud dengan hadis Rasulullah SAW yang berbunyi: “Konstantinopel akan bisa ditaklukan di tangan seorang laki-laki. Maka orang yang memerintah di sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentara-tentaranya adalah dirinya.”
Syaikh Aaq Syamsuddin juga mengajarkan ilmu-ilmu lain seperti matematika, astronomi (falak), sejarah dan seni berperang. Dialah salah seorang Ulama yang membimbing Sultan Muhammad Al Fatih, tatkala berkuasa di Magnesia untuk belajar tata cara pemerintahan dan pokok-pokok ilmu pemerintahan.
Baca juga: Armada Laut Utsmani Kian Perkasa Setelah Taklukkan Konstantinopel
Syaikh selalu berusaha mendidik Sultan Muhammad Al-Fatih dengan didikan yang penuh nilai-nilai keimanan dan ihsan. Beliau bukan hanya memiliki kemampuan ilmu yang luas dalam agama dan penyucian jiwa tetapi pada saat yang sama sangat ahli dalam masalah pengobatan herbal.
Syaikh dengan dingin menjawab, “Sesungguhnya jika engkau masuk padaku sendirian, maka kau akan merasakan kenikmatan sehingga kesultanan akan jatuh dalam pandangan kedua matamu, dan akan berantakanlah semua perkara ini. Dan Allah akan murka kepada kita semua. Sedangkan masuk menyendiri itu adalah agar timbul rasa keadilan. Maka hendaklah engkau melakukan demikian dan demikian.”
Setelah itu Sultan mengirim uang 1000 dinar padanya, namun Syaikh tidak mau menerimanya. Maka tatkala Sultan keluar bersama seorang pembantunya dan berkata kepadanya, “Syaikh tidak berdiri untukku.”
“Mungkin dia melihat dalam dirimu ada perasaan sombong karena penaklukan ini, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan pada sultan sebelumnya. Dengan demikian, Syaikh bermaksud menghapuskan rasa sombong itu dari dirimu,” ujar Menteri Mahmud.
Ahli Pengobatan
Nama lengkapnya adalah Syaikh Muhammad bin Hamzah Al Dimasyqi Ar Rumi. Beliau melakukan perjalanan bersama ayahnya ke negeri Romawi. Beliau merupakan keturunan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia lahir di kota Damaskus (Suriah) pada tahun 792 H/1389 M.
Syaikh Aaq Syamsuddin telah memberikan pelajaran kepada Sultan Muhammad Al Fatih berupa ilmu Al-Qur’an, Sunnah, fikih, ilmu-ilmu Keislaman, serta mempelajari bahasa Arab, Persia dan Turki.
Tatkala Muhammad al-Fatih masih kecil, Syaikh Aaq Syamsuddin mampu meyakinkannya bahwa yang dimaksud dengan hadis Rasulullah SAW yang berbunyi: “Konstantinopel akan bisa ditaklukan di tangan seorang laki-laki. Maka orang yang memerintah di sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentara-tentaranya adalah dirinya.”
Syaikh Aaq Syamsuddin juga mengajarkan ilmu-ilmu lain seperti matematika, astronomi (falak), sejarah dan seni berperang. Dialah salah seorang Ulama yang membimbing Sultan Muhammad Al Fatih, tatkala berkuasa di Magnesia untuk belajar tata cara pemerintahan dan pokok-pokok ilmu pemerintahan.
Baca juga: Armada Laut Utsmani Kian Perkasa Setelah Taklukkan Konstantinopel
Syaikh selalu berusaha mendidik Sultan Muhammad Al-Fatih dengan didikan yang penuh nilai-nilai keimanan dan ihsan. Beliau bukan hanya memiliki kemampuan ilmu yang luas dalam agama dan penyucian jiwa tetapi pada saat yang sama sangat ahli dalam masalah pengobatan herbal.
Lihat Juga :