alexametrics

Kisah Penakluk Konstantinopel dan Hagia Sophia

Armada Laut Utsmani Kian Perkasa Setelah Taklukkan Konstantinopel

loading...
Armada Laut Utsmani Kian Perkasa Setelah Taklukkan Konstantinopel
Pasukan laut Usmani. Foto/Ilustrasi/Ist
Pascapenaklukkan Konstantinopel, Sultan Muhammad Al-Fatih makin memperhatikan dan membenahi angkatan lautnya. Hanya dalam waktu singkat, armada laut Utsmani mampu menguasai Laut Merah dan Laut Hitam. (Baca juga: Sujud Syukur Dunia Islam Sambut Kemenangan Al-Fatih, Hagia Sophia Jadi Masjid)

Tatkala kita membaca buku Haqaiqul Akhbar An Dualil Bihar yang dikarang oleh Ismail Sarhanak kita dapatkan bagaimana perhatian Sultan Muhammad Al-Fatih terhadap armada laut ini.

Perhatiannya begitu tinggi sehingga dia patut disebut sebagai “Bapak Armada Laut Utsmani". Dia belajar banyak dari beberapa negara yang memiliki armada laut sangat maju, terutama dalam pembuatan kapal-kapal laut, seperti Venezia dan Genoa yang memiliki armada laut terbesar di zaman itu.

Baca juga: Sejarah Hagia Sophia, antara Katedral Kristen Ortodoks dan Masjid



Oleh karena itu, tatkala Sultan mendapatkan satu kapal besar yang belum pernah dia lihat di Saub, dia memerintahkan agar mengambil kapal itu sebagai contoh. Lalu dia memerintahkan para ahli kapal membuat kapal seperti itu dengan beberapa modifikasi dan inovasi baru.

Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, menyebutkan untuk mengurus armada kapal ini, pasukan Ustmani menggunakan galangan kapal. Salah satu cabang dari kapal itu ada yang disebut dengan Thaafatul ’Uzb yang terdiri dari 3000 pasukan marinir dan terbagi dalam posisi kapten, nakhkoda kapal, pengawas kapal, dan pelaut.



Baca juga: Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel

Pasukan Khusus
Selain itu, Sultan Muhammad Al Fatih juga mengembangkan pasukan khusus. Sejatinya, pada masa pemerintahan Sultan Orkhan, pasukan khusus sudah mulai dibentuk dan kemudian dikembangkan oleh sultan-sultan sesudahnya, termasuk Sultan Muhammad Al-Fatih.

Dalam pandangnya, tentara merupakan penjaga negara yang sangat penting. Untuk membangun tentara, dia melakukan penertiban dan pendidikan. (Baca juga: Al-Fatih Sebaik-Baik Pemimpin, Pasukannya Sebaik-baik Pasukan)
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَاِذَا قُرِئَ الۡقُرۡاٰنُ فَاسۡتَمِعُوۡا لَهٗ وَاَنۡصِتُوۡا لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ‏
Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.

(QS. Al-A’raf:204)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak