Kisah Sultan Muhammad Al-Fatih Membangun Militer Setelah Taklukkan Konstantinopel
Rabu, 15 Februari 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam setiap kelompok dipimpin seorang “Agha” yang menjadi komandan kelompok itu. Sultan memberikan keistimewaan kepada komandan pasukan Inkisyariyah, di mana komandan ini langsung menerima komando dari jenderal lapangan, yang dipilih Sultan untuk menjadi komandan tertinggi.
Masa pemerintahan Sultan Muhammad Al-Fatih memiliki keistimewaan tersendiri dalam jumlah kekuatan pasukan. Ini terlihat dengan dibentuknya beragam pasukan. Dia membangun tempat industri militer untuk memenuhi kebutuhan pakaian militer, kebutuhan pelana, tameng, dan lainnya.
Dia juga membangun tempat-tempat logistik dan gudang senjata, sebagaimana dia juga membangun benteng-benteng di titik strategis secara militer.
Di sana dilakukan pengelompokan pasukan secara teliti dan rapi yang terdiri dari pasukan berkuda, pejalan kaki, pasukan pengawal meriam, dan pasukan-pasukan cadangan yang memberikan bantuan kepada pasukan tempur dari unsur-unsur logistik, misalnya bahan bakar, makanan, pakan hewan, membuat lumbung-lumbung makanan, dll.
Ada pula satu kelompok pasukan yang disebut dengan “Alghamajiah”. Tugas mereka adalah menggali tempat ranjau, menggali parit di bawah tanah ketika terjadi pengepungan kota. Ada juga pasukan air yang bertugas mensuplai air kepada tentara.
Pada masa pemerintahan Sultan Al-Fatih ini berkembang pesat akademi-akademi militer yang berhasil meluluskan alumni-alumni seperti para insinyur, dokter, ahli hewan, ahli ilmu-ilmu alam, dan masalah ruang.
Baca juga: Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel
Pasukan Utsmani dalam setiap peperangan selalu dibantu para tenaga ahli dan pakar. Inilah yang membuat pasukan Utsmani begitu terkenal di berbagai belahan dunia.
Sultan sangat berambisi mengembangkan pasukan darat dan armada laut. Terlebih ketika saat dilakukan serangan ke Konstantinopel. Waktu itu armada laut Utsmani memegang peranan besar dalam mengepung kota dari jalur darat dan laut.
Masa pemerintahan Sultan Muhammad Al-Fatih memiliki keistimewaan tersendiri dalam jumlah kekuatan pasukan. Ini terlihat dengan dibentuknya beragam pasukan. Dia membangun tempat industri militer untuk memenuhi kebutuhan pakaian militer, kebutuhan pelana, tameng, dan lainnya.
Dia juga membangun tempat-tempat logistik dan gudang senjata, sebagaimana dia juga membangun benteng-benteng di titik strategis secara militer.
Di sana dilakukan pengelompokan pasukan secara teliti dan rapi yang terdiri dari pasukan berkuda, pejalan kaki, pasukan pengawal meriam, dan pasukan-pasukan cadangan yang memberikan bantuan kepada pasukan tempur dari unsur-unsur logistik, misalnya bahan bakar, makanan, pakan hewan, membuat lumbung-lumbung makanan, dll.
Ada pula satu kelompok pasukan yang disebut dengan “Alghamajiah”. Tugas mereka adalah menggali tempat ranjau, menggali parit di bawah tanah ketika terjadi pengepungan kota. Ada juga pasukan air yang bertugas mensuplai air kepada tentara.
Pada masa pemerintahan Sultan Al-Fatih ini berkembang pesat akademi-akademi militer yang berhasil meluluskan alumni-alumni seperti para insinyur, dokter, ahli hewan, ahli ilmu-ilmu alam, dan masalah ruang.
Baca juga: Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel
Pasukan Utsmani dalam setiap peperangan selalu dibantu para tenaga ahli dan pakar. Inilah yang membuat pasukan Utsmani begitu terkenal di berbagai belahan dunia.
Sultan sangat berambisi mengembangkan pasukan darat dan armada laut. Terlebih ketika saat dilakukan serangan ke Konstantinopel. Waktu itu armada laut Utsmani memegang peranan besar dalam mengepung kota dari jalur darat dan laut.
(mhy)
Lihat Juga :