Kisah Sultan Muhammad Al-Fatih Membangun Militer Setelah Taklukkan Konstantinopel
Rabu, 15 Februari 2023 - 05:15 WIB
loading...
Sultan Muhammad al-Fatih memperkuat militernya setelah menaklukkan Konstantinopel. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Penguasa Turki Utsmaniyah , Sultan Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II atau Mehmed Sang Penakluk, membangun militer semakin tangguh setelah menaklukkan Konstantinopel pada 1453. Ia sukses menghapus riwayat Kekaisaran Romawi Timur. Salah yang yang mendapat perhatian adalah pembangunan angkatan lautnya. Kala itu, hanya dalam waktu singkat, armada laut Utsmani mampu menguasai Laut Merah dan Laut Hitam.
Tatkala kita membaca buku Haqaiqul Akhbar An Dualil Bihar yang dikarang oleh Ismail Sarhanak kita dapatkan bagaimana perhatian Sultan Muhammad Al-Fatih terhadap armada laut ini.
Perhatiannya begitu tinggi sehingga dia patut disebut sebagai “Bapak Armada Laut Utsmani". Dia belajar banyak dari beberapa negara yang memiliki armada laut sangat maju, terutama dalam pembuatan kapal-kapal laut, seperti Venezia dan Genoa yang memiliki armada laut terbesar di zaman itu.
Baca juga: Guru Spiritual di Balik Sukses Penaklukan Konstantinopel
Oleh karena itu, tatkala Sultan mendapatkan satu kapal besar yang belum pernah dia lihat di Saub, dia memerintahkan agar mengambil kapal itu sebagai contoh. Lalu dia memerintahkan para ahli kapal membuat kapal seperti itu dengan beberapa modifikasi dan inovasi baru.
Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam bukunya berjudul "Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah", menyebutkan untuk mengurus armada kapal ini, pasukan Ustmani menggunakan galangan kapal. Salah satu cabang dari kapal itu ada yang disebut dengan Thaafatul ’Uzb yang terdiri dari 3000 pasukan marinir dan terbagi dalam posisi kapten, nakhkoda kapal, pengawas kapal, dan pelaut.
Pasukan Khusus
Selain itu, Sultan Muhammad Al Fatih juga mengembangkan pasukan khusus. Sejatinya, pada masa pemerintahan Sultan Orkhan, pasukan khusus sudah mulai dibentuk dan kemudian dikembangkan oleh sultan-sultan sesudahnya, termasuk Sultan Muhammad Al-Fatih.
Dalam pandangannya, tentara merupakan penjaga negara yang sangat penting. Untuk membangun tentara, dia melakukan penertiban dan pendidikan.
Baca juga: Sang Penakluk Konstantinopel yang Mewujudkan Janji Rasulullah
Tatkala kita membaca buku Haqaiqul Akhbar An Dualil Bihar yang dikarang oleh Ismail Sarhanak kita dapatkan bagaimana perhatian Sultan Muhammad Al-Fatih terhadap armada laut ini.
Perhatiannya begitu tinggi sehingga dia patut disebut sebagai “Bapak Armada Laut Utsmani". Dia belajar banyak dari beberapa negara yang memiliki armada laut sangat maju, terutama dalam pembuatan kapal-kapal laut, seperti Venezia dan Genoa yang memiliki armada laut terbesar di zaman itu.
Baca juga: Guru Spiritual di Balik Sukses Penaklukan Konstantinopel
Oleh karena itu, tatkala Sultan mendapatkan satu kapal besar yang belum pernah dia lihat di Saub, dia memerintahkan agar mengambil kapal itu sebagai contoh. Lalu dia memerintahkan para ahli kapal membuat kapal seperti itu dengan beberapa modifikasi dan inovasi baru.
Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam bukunya berjudul "Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah", menyebutkan untuk mengurus armada kapal ini, pasukan Ustmani menggunakan galangan kapal. Salah satu cabang dari kapal itu ada yang disebut dengan Thaafatul ’Uzb yang terdiri dari 3000 pasukan marinir dan terbagi dalam posisi kapten, nakhkoda kapal, pengawas kapal, dan pelaut.
Pasukan Khusus
Selain itu, Sultan Muhammad Al Fatih juga mengembangkan pasukan khusus. Sejatinya, pada masa pemerintahan Sultan Orkhan, pasukan khusus sudah mulai dibentuk dan kemudian dikembangkan oleh sultan-sultan sesudahnya, termasuk Sultan Muhammad Al-Fatih.
Dalam pandangannya, tentara merupakan penjaga negara yang sangat penting. Untuk membangun tentara, dia melakukan penertiban dan pendidikan.
Baca juga: Sang Penakluk Konstantinopel yang Mewujudkan Janji Rasulullah
Lihat Juga :