Misteri Kaum Rass dan Kisah Orang Berkulit Hitam yang Pertama Masuk Surga
Rabu, 01 Maret 2023 - 16:10 WIB
loading...
Kaum Rass seringkali dikaitkan dengan kisah Nabi Hanzhalah bin Shafwan as. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Sebuah hadis menyebut manusia yang mula-mula masuk surga kelak di hari kiamat adalah seorang hamba berkulit hitam. Ada yang mentakwilkan bahwa orang berkulit hitam itu berasal dari kaum Rass. Lalu, siapa sejatinya kaum Rass itu?
Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan berikut sanadnya melalui Ibnu Abbas menyebut Rass adalah nama sebuah sumur yang terletak di Adzerbijan. Sedangkan As'-Sauri meriwayatkan dari Abu Bakar, dari Ikrimah, bahwa Rass adalah nama sebuah sumur; penduduk di sekitarnya mengebumikan nabi mereka di dalam sumur itu.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya saat menafsirkan surat Al-Furqan ayat 38 mengutip Ibnu Ishaq yang meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b. Rasulullah SAW pernah bersabda:
Baca juga: Kisah Tragis Kaum Rass: Jadi Batu Hitam Dihimpit Dua Bukit
Sesungguhnya manusia yang mula-mula masuk surga kelak di hari kiamat adalah seorang hamba berkulit hitam. Demikian itu karena Allah SWT mengutus seorang nabi kepada penduduk suatu kota, tiada yang beriman dari kalangan penduduk kota itu kecuali hamba yang berkulit hitam tersebut.
Kemudian penduduk kota menangkap nabi mereka, lalu membuat sebuah sumur. Selanjutnya mereka melemparkan nabinya ke dalam sumur itu, kemudian mulut sumur itu mereka tutup dengan batu besar.
Hamba itu setiap harinya berangkat mencari kayu, kemudian kayu itu ia panggul di atas pundaknya dan dijualnya kayu itu, hasilnya ia belikan makanan dan minuman. Kemudian ia membawa makanan dan minuman itu ke sumur tersebut.
Lalu ia mengangkat batu besar itu dengan pertolongan dari Allah (hingga ia kuat mengangkatnya sendirian), kemudian ia mengulurkan makanan dan minuman itu ke dalam sumur.
Setelah selesai, ia mengembalikan batu itu seperti sediakala. Demikianlah yang dilakukan oleh si hamba itu setiap harinya selama masa yang dikehendaki oleh Allah.
Lalu pada suatu hari seperti biasanya ia mencari kayu. Setelah beroleh kayu, ia mengumpulkannya dan mengikatnya. Ketika hendak memanggulnya, tiba-tiba rasa kantuk berat menyerangnya. Ia berbaring sebentar untuk istirahat dan tertidur, maka Allah menjadikannya tertidur selama tujuh tahun.
Baca juga: Kisah Nabi Hanzalah, Dakwah di Tengah Kaum Rass yang Gemar Seks Menyimpang
Setelah itu ia terbangun dan menjulurkan tubuhnya, lalu pindah ke sisi lambung yang lain, maka Allah menjadikannya tertidur lagi selama tujuh tahun berikutnya.
Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan berikut sanadnya melalui Ibnu Abbas menyebut Rass adalah nama sebuah sumur yang terletak di Adzerbijan. Sedangkan As'-Sauri meriwayatkan dari Abu Bakar, dari Ikrimah, bahwa Rass adalah nama sebuah sumur; penduduk di sekitarnya mengebumikan nabi mereka di dalam sumur itu.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya saat menafsirkan surat Al-Furqan ayat 38 mengutip Ibnu Ishaq yang meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b. Rasulullah SAW pernah bersabda:
Baca juga: Kisah Tragis Kaum Rass: Jadi Batu Hitam Dihimpit Dua Bukit
Sesungguhnya manusia yang mula-mula masuk surga kelak di hari kiamat adalah seorang hamba berkulit hitam. Demikian itu karena Allah SWT mengutus seorang nabi kepada penduduk suatu kota, tiada yang beriman dari kalangan penduduk kota itu kecuali hamba yang berkulit hitam tersebut.
Kemudian penduduk kota menangkap nabi mereka, lalu membuat sebuah sumur. Selanjutnya mereka melemparkan nabinya ke dalam sumur itu, kemudian mulut sumur itu mereka tutup dengan batu besar.
Hamba itu setiap harinya berangkat mencari kayu, kemudian kayu itu ia panggul di atas pundaknya dan dijualnya kayu itu, hasilnya ia belikan makanan dan minuman. Kemudian ia membawa makanan dan minuman itu ke sumur tersebut.
Lalu ia mengangkat batu besar itu dengan pertolongan dari Allah (hingga ia kuat mengangkatnya sendirian), kemudian ia mengulurkan makanan dan minuman itu ke dalam sumur.
Setelah selesai, ia mengembalikan batu itu seperti sediakala. Demikianlah yang dilakukan oleh si hamba itu setiap harinya selama masa yang dikehendaki oleh Allah.
Lalu pada suatu hari seperti biasanya ia mencari kayu. Setelah beroleh kayu, ia mengumpulkannya dan mengikatnya. Ketika hendak memanggulnya, tiba-tiba rasa kantuk berat menyerangnya. Ia berbaring sebentar untuk istirahat dan tertidur, maka Allah menjadikannya tertidur selama tujuh tahun.
Baca juga: Kisah Nabi Hanzalah, Dakwah di Tengah Kaum Rass yang Gemar Seks Menyimpang
Setelah itu ia terbangun dan menjulurkan tubuhnya, lalu pindah ke sisi lambung yang lain, maka Allah menjadikannya tertidur lagi selama tujuh tahun berikutnya.
Lihat Juga :