Misteri Kaum Rass dan Kisah Orang Berkulit Hitam yang Pertama Masuk Surga
Rabu, 01 Maret 2023 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian ia terbangun, lalu memanggul ikatan kayunya, sedangkan dia mengira bahwa dirinya hanya tidur selama setengah hari. Lalu ia datang ke kota dan menjual kayunya, lalu membeli makanan dan minuman seperti yang ia lakukan sebelumnya. Ia pergi menuju sumur tersebut yang di dalamnya terdapat seorang nabi yang disekap.
Lalu ia mencarinya, tetapi ternyata ia tidak menjumpainya. Tanpa diketahuinya kaumnya telah sadar, lalu mereka mengeluarkan nabi itu dari dalam sumur tersebut, dan mereka beriman kepadanya serta membenarkannya.
Lalu Nabi itu menanyakan kepada mereka perihal si budak hitam, apa saja yang dilakukannya? Mereka menjawab, "Kami tidak mengetahui." Hingga akhirnya nabi itu wafat. Sesudah itu si budak hitam tersebut terbangun dari tidurnya."
Maka Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya budak hitam itu adalah orang yang mula-mula masuk surga."
Baca juga: Kisah Terbunuhnya Nabi Hanzalah dan Azab Allah Taala bagi Penduduk Rass
Menurut Ibnu Katsir , hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ibnu Humaid, dari Salamah, dari Muhammad ibnu Ishaq, dari Muhammad ibnu Ka'b secara mursal. Akan tetapi, di dalamnya terdapat garabah dan nakarah. "Barangkali di dalam hadis terdapat idraj, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui," tulis Ibnu Katsir.
Ibnu Jarir mengatakan, tidak boleh menakwilkan bahwa mereka adalah penduduk Rass yang disebut di dalam Al-Qur'an, karena Allah telah menceritakan perihal mereka; bahwa Allah telah membinasakan mereka, sedangkan yang disebut di dalam hadis ini mereka beriman dan percaya kepada nabinya. Terkecuali jika ditakwilkan bahwa peristiwa itu terjadi setelah bapak-bapak mereka binasa, lalu keturunannya beriman kepada nabi mereka. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan penduduk Rass ialah orang-orang yang memiliki galian (parit), yaitu mereka yang disebut di dalam surat Al-Buruj. Hanya Allahlah Yang Maha Mengetahui.
Dua Kali
Ibnu Katsir dalam "Tafsîr al-Qurân al-Azhîm" mengutip beberapa penjelasan mengenai maksud dan asal usul penamaan Rass. Ibnu ‘Abbâs mengatakan bahwa Rass adalah penduduk kaum Tsamûd. Ada juga yang mengartikannya sebagai satu dari desa Yamâmah yang bernama Falaj, sebagaimana yang dikatakan oleh Qatâdah.
Baca juga: Kisah Ashabul Ukhdud dengan Tukang Sihir dan Pendeta
Kata 'Rass' disebutkan dua kali dalam Al-Quran, yaitu pada QS Al-Furqan [25]: 38 dan QS Qâf [50] : 12. Penyebutannya disandingkan dengan kaum lain, seperti kaum Tsamud, Ad, dan kaum Nabi Nuh, sebagaimana yang termaktub pada dua ayat berikut:
Lalu ia mencarinya, tetapi ternyata ia tidak menjumpainya. Tanpa diketahuinya kaumnya telah sadar, lalu mereka mengeluarkan nabi itu dari dalam sumur tersebut, dan mereka beriman kepadanya serta membenarkannya.
Lalu Nabi itu menanyakan kepada mereka perihal si budak hitam, apa saja yang dilakukannya? Mereka menjawab, "Kami tidak mengetahui." Hingga akhirnya nabi itu wafat. Sesudah itu si budak hitam tersebut terbangun dari tidurnya."
Maka Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya budak hitam itu adalah orang yang mula-mula masuk surga."
Baca juga: Kisah Terbunuhnya Nabi Hanzalah dan Azab Allah Taala bagi Penduduk Rass
Menurut Ibnu Katsir , hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ibnu Humaid, dari Salamah, dari Muhammad ibnu Ishaq, dari Muhammad ibnu Ka'b secara mursal. Akan tetapi, di dalamnya terdapat garabah dan nakarah. "Barangkali di dalam hadis terdapat idraj, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui," tulis Ibnu Katsir.
Ibnu Jarir mengatakan, tidak boleh menakwilkan bahwa mereka adalah penduduk Rass yang disebut di dalam Al-Qur'an, karena Allah telah menceritakan perihal mereka; bahwa Allah telah membinasakan mereka, sedangkan yang disebut di dalam hadis ini mereka beriman dan percaya kepada nabinya. Terkecuali jika ditakwilkan bahwa peristiwa itu terjadi setelah bapak-bapak mereka binasa, lalu keturunannya beriman kepada nabi mereka. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan penduduk Rass ialah orang-orang yang memiliki galian (parit), yaitu mereka yang disebut di dalam surat Al-Buruj. Hanya Allahlah Yang Maha Mengetahui.
Dua Kali
Ibnu Katsir dalam "Tafsîr al-Qurân al-Azhîm" mengutip beberapa penjelasan mengenai maksud dan asal usul penamaan Rass. Ibnu ‘Abbâs mengatakan bahwa Rass adalah penduduk kaum Tsamûd. Ada juga yang mengartikannya sebagai satu dari desa Yamâmah yang bernama Falaj, sebagaimana yang dikatakan oleh Qatâdah.
Baca juga: Kisah Ashabul Ukhdud dengan Tukang Sihir dan Pendeta
Kata 'Rass' disebutkan dua kali dalam Al-Quran, yaitu pada QS Al-Furqan [25]: 38 dan QS Qâf [50] : 12. Penyebutannya disandingkan dengan kaum lain, seperti kaum Tsamud, Ad, dan kaum Nabi Nuh, sebagaimana yang termaktub pada dua ayat berikut:
Lihat Juga :