12 Hari Menjelang Ramadan, Begini Sejarah Disyariatkannya Puasa
Jum'at, 10 Maret 2023 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Dia bekerja di siang harinya sambil puasa hingga petang hari, lalu ia pulang ke rumah dan salat Isya, kemudian ketiduran dan belum sempat lagi makan dan minum karena terlalu lelah hingga keesokan harinya. Esoknya ia melanjutkan puasanya, maka Rasulullah SAW melihat dirinya dalam keadaan kepayahan, lalu beliau bertanya: "Kulihat dirimu tampak sangat payah dan letih."
Sirmah menjawab: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kemarin aku bekerja, setelah datang ke rumah aku langsung merebahkan diri karena sangat lelah, tetapi aku ketiduran hingga pagi hari dan aku terus dalam keadaan puasa."
Disebutkan pula bahwa Umar telah menggauli istrinya sesudah tidur, lalu ia datang kepada Nabi dan menceritakan apa yang telah dialaminya itu. Maka Allah menurunkan firman-Nya: "Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian --sampai dengan firman-Nya-- kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam hari." (Al-Baqarah: 187)
Hadis ini diketengahkan oleh Imam Abu Daud dalam kitab Sunan-nya, dan Imam Hakim dalam kitab Mustadrak-nya melalui Hadis Al-Mas'udi dengan lafaz yang sama. Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim melalui Az-Zuhri, dari Urwah, dari Sayyidah Aisyah yang mengatakan:
كَانَ عَاشُورَاءُ يُصَامُ، فَلَمَّا نَزَلَ فَرْضُ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
Artinya: "Pada mulanya puasa 'Asyura diwajibkan. Ketika turun wahyu yang mewajibkan puasa bulan Ramadan, maka orang yang ingin puasa 'Asyura boleh melakukannya, dan orang yang ingin berbuka, boleh tidak puasa Asyura."
Ketika kaum muslim terbiasa dengan ibadah puasa, Allah kemudian mewajibkan puasa di bulan Ramadhan sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 183-185. Allah mewajibkan puasa Ramadhan bagi mereka yang sehat dan mampu. Tetapi diberi kelonggaran bagi orang-orang yang sakit dan musafir untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadan dan menggantikannya pada hari-hari lain.
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah menekankan agar bilangan puasa disempurnakan dan bertakbir serta bersyukur kepada Allah atas segala petunjuk-Nya. Demikianlah sejarah disyariatkannya puasa Ramadhan kepada umat muslim. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: 7 Persiapan Menyambut Ramadhan, Nomor 2 Wajib Ditunaikan
Sirmah menjawab: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kemarin aku bekerja, setelah datang ke rumah aku langsung merebahkan diri karena sangat lelah, tetapi aku ketiduran hingga pagi hari dan aku terus dalam keadaan puasa."
Disebutkan pula bahwa Umar telah menggauli istrinya sesudah tidur, lalu ia datang kepada Nabi dan menceritakan apa yang telah dialaminya itu. Maka Allah menurunkan firman-Nya: "Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian --sampai dengan firman-Nya-- kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam hari." (Al-Baqarah: 187)
Hadis ini diketengahkan oleh Imam Abu Daud dalam kitab Sunan-nya, dan Imam Hakim dalam kitab Mustadrak-nya melalui Hadis Al-Mas'udi dengan lafaz yang sama. Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim melalui Az-Zuhri, dari Urwah, dari Sayyidah Aisyah yang mengatakan:
كَانَ عَاشُورَاءُ يُصَامُ، فَلَمَّا نَزَلَ فَرْضُ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
Artinya: "Pada mulanya puasa 'Asyura diwajibkan. Ketika turun wahyu yang mewajibkan puasa bulan Ramadan, maka orang yang ingin puasa 'Asyura boleh melakukannya, dan orang yang ingin berbuka, boleh tidak puasa Asyura."
Ketika kaum muslim terbiasa dengan ibadah puasa, Allah kemudian mewajibkan puasa di bulan Ramadhan sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 183-185. Allah mewajibkan puasa Ramadhan bagi mereka yang sehat dan mampu. Tetapi diberi kelonggaran bagi orang-orang yang sakit dan musafir untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadan dan menggantikannya pada hari-hari lain.
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah menekankan agar bilangan puasa disempurnakan dan bertakbir serta bersyukur kepada Allah atas segala petunjuk-Nya. Demikianlah sejarah disyariatkannya puasa Ramadhan kepada umat muslim. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: 7 Persiapan Menyambut Ramadhan, Nomor 2 Wajib Ditunaikan
(rhs)
Lihat Juga :