8 Nasihat Imam Hatim Al-Asham yang Menggugah Hati
Jum'at, 17 Juli 2020 - 17:41 WIB
loading...
A
A
A
6. Kuperhatikan manusia saling bermusuhan satu dengan lainnya karena berbagai sebab dan tujuan. Lalu kurenungkan wahyu Allah Ta'ala: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh (kalian)... " (QS Fathir: 6). Maka sadarlah aku, bahwa aku tidak boleh memusuhi siapa pun kecuali setan.
7. Kuperhatikan setiap orang berusaha keras dan berlebihan dalam mencari makan dan nafkah hidup dengan cara yang menyebabkan mereka terjerumus dalam perkara yang syubhat dan haram, juga dengan cara yang dapat menghinakan diri dan mengurangi kehormatannya. Lalu kerunungkan wahyu Allah Ta’ala: "Dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi ini melainkan ALLAH-lah yang menanggung rezekinya." (QS Hud :6). Maka sadarlah aku, bahwa sesungguhnya rezeki ada di tangan Allah Ta’ala, dan Ia telah memberikan jaminan. Oleh karena itu, aku lalu menyibukkan diri dengan ibadah dan tidak meletakkan harapan pada selain-Nya.
8. Kuperhatikan sebagian orang yang menyandarkan diri pada benda-benda buatan manusia, sebagian orang bergantung pada dinar dan dirham, sebagian pada harta dan kekuasaan, sebagian pada kerajinan dan industri, dan sebagian lagi pada sesama makhluk. Lalu kurenungkan wahyu Allah Ta'ala: "....dan barang siapa bertawakal kepada Allah niscaya Ia akan mencukupi (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu." (QS at-Thalaq: 3). Maka aku pun lalu bertawakal kepada Allah Ta’ala dan mencukupkan diri dengan-Nya, karena Ia adalah sebaik-baik Dzat yang bisa kupercaya untuk mengurus dan melindungi semua kepentinganku.".
Setelah mendengar nasihat Imam Hatim , Syaqiq berkata, "Semoga Allah memberimu taufik. Aku telah membaca Taurat, Injil, Zabur dan Furqan ( Al-Qur'an ) ternyata semua kitab itu membahas kedelapan persoalan ini. Oleh karena itu, barang siapa mengamalkannya, maka ia telah mengamalkan keempat kitab tersebut."
Subhanallah, demikian nasihat ulama besar Imam Hatim Al-Asham yang menggugah hati. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah beliau dan mengamalkan nasihatnya. (Baca Juga: Ketika Imam Hatim Al-Asham Ditanya tentang Salat, Begini Jawabannya )
Wallahu A'lam
7. Kuperhatikan setiap orang berusaha keras dan berlebihan dalam mencari makan dan nafkah hidup dengan cara yang menyebabkan mereka terjerumus dalam perkara yang syubhat dan haram, juga dengan cara yang dapat menghinakan diri dan mengurangi kehormatannya. Lalu kerunungkan wahyu Allah Ta’ala: "Dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi ini melainkan ALLAH-lah yang menanggung rezekinya." (QS Hud :6). Maka sadarlah aku, bahwa sesungguhnya rezeki ada di tangan Allah Ta’ala, dan Ia telah memberikan jaminan. Oleh karena itu, aku lalu menyibukkan diri dengan ibadah dan tidak meletakkan harapan pada selain-Nya.
8. Kuperhatikan sebagian orang yang menyandarkan diri pada benda-benda buatan manusia, sebagian orang bergantung pada dinar dan dirham, sebagian pada harta dan kekuasaan, sebagian pada kerajinan dan industri, dan sebagian lagi pada sesama makhluk. Lalu kurenungkan wahyu Allah Ta'ala: "....dan barang siapa bertawakal kepada Allah niscaya Ia akan mencukupi (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu." (QS at-Thalaq: 3). Maka aku pun lalu bertawakal kepada Allah Ta’ala dan mencukupkan diri dengan-Nya, karena Ia adalah sebaik-baik Dzat yang bisa kupercaya untuk mengurus dan melindungi semua kepentinganku.".
Setelah mendengar nasihat Imam Hatim , Syaqiq berkata, "Semoga Allah memberimu taufik. Aku telah membaca Taurat, Injil, Zabur dan Furqan ( Al-Qur'an ) ternyata semua kitab itu membahas kedelapan persoalan ini. Oleh karena itu, barang siapa mengamalkannya, maka ia telah mengamalkan keempat kitab tersebut."
Subhanallah, demikian nasihat ulama besar Imam Hatim Al-Asham yang menggugah hati. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah beliau dan mengamalkan nasihatnya. (Baca Juga: Ketika Imam Hatim Al-Asham Ditanya tentang Salat, Begini Jawabannya )
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :