Tips Cara Melembutkan Hati, Nomor 4 Terkait Pertemanan
Rabu, 15 Maret 2023 - 14:15 WIB
loading...
hati yang keras adalah hati yang sakit. Ulama menyebutkan ada beberapa cara untuk mengobati hati agar senantiasa lembut, yakni menyukai ibadah dan membenci kemaksiatan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Waspadai diri kita, apakah memiliki hati lembut atau keras . Ketika seorang muslim malas melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Tala, lalu sulit terenyuh, maka perlu diwaspadai, karena bisa jadi itu adalah tanda mengerasnya hati.
Sebaliknya, jika seseorang mulai bersedih saat merasa banyak dosa, lalu gemar melakukan ibadah dengan khusyuk, dia memiliki hati yang lembut. Jadi, hati yang keras adalah hati yang sakit. Ulama menyebutkan ada beberapa cara untuk mengobati hati agar senantiasa lembut, yakni menyukai ibadah dan membenci kemaksiatan.
Dalam tulisannya berjudul 'ad Da'wa wad Dawa' , Al Jawabul Kafi Liman Sa'ala 'anid Dawa'i Syafi'i,' Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan bahwa sumber dari semua kerasnya hati adalah kebodohan. Yaitu orang yang enggan membaca, merenungi, dan mempelajari Al-Qur'an. Termasuk juga mempelajari hadis-hadis Nabi Shallalahi 'Alaihi wa Sallam.
Baca juga: Rusaknya Hati Bermula dari 6 Perkara Ini, Nomor 5 Sering Tak Disadari
Menurut Ibnu Qayyim, Al-Qur'an adalah obat bagi hati dari penyakit kebodohan . Allah Ta'ala tidak menurunkan obat yang cepat menyembuhkan kecuali Al-Qur'an. Sehingga :
1. Banyak membaca Al-Qur'an dengan mentadabburinya adalah obat kerasnya hati.
Sebab Al-Qur’an adalah kalamullah, perkataan Allah, Rabb pencipta langit dan bumi, bukan perkataan makhluk. Selain dapat menenangkan hati, membaca Al-Qur’an akan diganjar banyak pahala. Bayangkan saja, 1 huruf dari Al-Qur’an diganjar 1 pahala, dan 1 pahala akan dibalas dengan 10 kebaikan. Namun syarat untuk menenangkan hati tidaklah hanya sekedar membaca, tapi di-tadabburi, direnungkan maknanya sehingga dapat diamalkan.
2. Menjauhi kemaksiatan dengan ilmu yang dipelajari dari Al-Qur'an.
Menjauhi maksiat sangat penting karena dampak negatif maksiat adalah dapat membutakan mata hati. Sedang mata hati adalah sebab lembutnya hati.
Ketika Imam Malik bertemu Imam SYafi'i dan melihat sesuatu yang membikin takjub, Imam Malik berkata : "Sungguh aku melihat bahwa Allah Ta'ala telah memberimu cahaya. Jangan kamu padamkan dengan gelapnya kemaksiatan."
3. Perbanyak zikir mengingat Allah.
Sebaliknya, jika seseorang mulai bersedih saat merasa banyak dosa, lalu gemar melakukan ibadah dengan khusyuk, dia memiliki hati yang lembut. Jadi, hati yang keras adalah hati yang sakit. Ulama menyebutkan ada beberapa cara untuk mengobati hati agar senantiasa lembut, yakni menyukai ibadah dan membenci kemaksiatan.
Dalam tulisannya berjudul 'ad Da'wa wad Dawa' , Al Jawabul Kafi Liman Sa'ala 'anid Dawa'i Syafi'i,' Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan bahwa sumber dari semua kerasnya hati adalah kebodohan. Yaitu orang yang enggan membaca, merenungi, dan mempelajari Al-Qur'an. Termasuk juga mempelajari hadis-hadis Nabi Shallalahi 'Alaihi wa Sallam.
Baca juga: Rusaknya Hati Bermula dari 6 Perkara Ini, Nomor 5 Sering Tak Disadari
Menurut Ibnu Qayyim, Al-Qur'an adalah obat bagi hati dari penyakit kebodohan . Allah Ta'ala tidak menurunkan obat yang cepat menyembuhkan kecuali Al-Qur'an. Sehingga :
1. Banyak membaca Al-Qur'an dengan mentadabburinya adalah obat kerasnya hati.
Sebab Al-Qur’an adalah kalamullah, perkataan Allah, Rabb pencipta langit dan bumi, bukan perkataan makhluk. Selain dapat menenangkan hati, membaca Al-Qur’an akan diganjar banyak pahala. Bayangkan saja, 1 huruf dari Al-Qur’an diganjar 1 pahala, dan 1 pahala akan dibalas dengan 10 kebaikan. Namun syarat untuk menenangkan hati tidaklah hanya sekedar membaca, tapi di-tadabburi, direnungkan maknanya sehingga dapat diamalkan.
2. Menjauhi kemaksiatan dengan ilmu yang dipelajari dari Al-Qur'an.
Menjauhi maksiat sangat penting karena dampak negatif maksiat adalah dapat membutakan mata hati. Sedang mata hati adalah sebab lembutnya hati.
Ketika Imam Malik bertemu Imam SYafi'i dan melihat sesuatu yang membikin takjub, Imam Malik berkata : "Sungguh aku melihat bahwa Allah Ta'ala telah memberimu cahaya. Jangan kamu padamkan dengan gelapnya kemaksiatan."
3. Perbanyak zikir mengingat Allah.
Lihat Juga :