Pentingnya Istikamah dalam Memperbaiki Amal, Begini Penjelasannya
Kamis, 31 Agustus 2023 - 10:54 WIB
loading...
Beramal secara rutin meski sedikit tapi istiqamah sangat baik nilainya di hadapan Allah Taala dan Rasul-Nya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Seorang muslimah dituntut untuk selalu memperbaiki amalan-amalan yang bernilai ibadah. Bahkan, beramal secara rutin meski sedikit tapi istiqamah sangat baik nilainya di hadapan Allah Ta'ala dan Rasul-Nya.
Tentang pentingnya beramal , para muslimah perlu memerhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini :
“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau kontinyu dalam beramal, sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidurmu dan di jalan. Hanzhalah, lakukanlah amalan sedikit demi sedikit. Beliau mengulanginya sampai tiga kali. (HR. Muslim).(
Kandungan hadis tersebut adalah :
1. Hanzhalah Al-Usayyidiy pernah mengutarakan apa yg dirasakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dia berkata :
“Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan denga n istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.” Maka Nabi bersabda seperti hadis tersebut.
2. Tanda diterimanya suatu amalan adalah apabila amalan tersebut membuahkan amalan ketaatan berikutnya
Di antara bentuknya adalah apabila amalan tersebut dilakukan secara istikamah. Sebaliknya tanda tertolaknya suatu amalan adalah amalan tersebut malah membuahkan kejelekan setelah itu.
Tentang pentingnya beramal , para muslimah perlu memerhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini :
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنْ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِى وَفِى الذِّكْرِ لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِى طُرُقِكُمْ وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةً وَسَاعَةً ». ثَلاَثَ مَرَّاتٍ
“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau kontinyu dalam beramal, sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidurmu dan di jalan. Hanzhalah, lakukanlah amalan sedikit demi sedikit. Beliau mengulanginya sampai tiga kali. (HR. Muslim).(
Kandungan hadis tersebut adalah :
1. Hanzhalah Al-Usayyidiy pernah mengutarakan apa yg dirasakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dia berkata :
“Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan denga n istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.” Maka Nabi bersabda seperti hadis tersebut.
2. Tanda diterimanya suatu amalan adalah apabila amalan tersebut membuahkan amalan ketaatan berikutnya
Di antara bentuknya adalah apabila amalan tersebut dilakukan secara istikamah. Sebaliknya tanda tertolaknya suatu amalan adalah amalan tersebut malah membuahkan kejelekan setelah itu.
Lihat Juga :