Memaknai Keberkahan Ramadan (5): Ampunan Allah yang Tiada Batas
Jum'at, 31 Maret 2023 - 01:05 WIB
loading...
A
A
A
Dari semua ini dipahami bahwa ampunan Allah itu adalah bentuk rahmah-Nya yang terbesar. Hanya dengan ampunan-Nya seorang hamba akan masuk syurga. Dan hanya dengan rahmat-Nya seorang hamba akan diampuni.
Kisah Pembunuh 99 Orang
Cerita seorang pembunuh 99 orang adalah contoh lain dari kasih sayang Allah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari bahwa seorang pemuda telah membunuh 99 orang. Lalu mendatangi seorang ahli ibadah dan bertanya kira-kira Allah masih akan mengampuninya?
Sang ahli ibadah itu menjawab bahwa dia tidak akan diampuni lagi dengan dosa sebesar itu. Jangankan membunuh 99 orang. Membunuh seorang saja dosanya bagaikan membunuh seluruh umat manusia.
Mungkin karena prustrasi dan marah, sang pemuda itu juga membunuhnya. Kini iya genap membunuh 100 orang. Tapi kenginan untuk diampuni masih ada dalam hatinya. Dia pun berjalan hingga ketemu dengan ahli ilmu dan bertanya apakah Allah masih mengampuninya?
Mendengar itu sang ahli ilmu teringat dengan ayat tadi, "Wahai hamba-hambaKu jangan berputus asa dari Rahmat Allah...sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa."
Singkatnya, pemuda itu diarahkan untuk berangkat ke sebuah kampung dan bergabung dengan penghuni kampung itu beribadah kepada Allah SWT. Di tengah jalan dia meninggalkan dunia. Malaikat syurga dan neraka pun berebut untuk menjemputnya.
Namun Allah dengan RahmatNya dan kasihNya Allah mengabulkan keinginannya untuk diampuni. Dia telah membunuh 100 orang. Tapi karena komitmen dan usahanya untuk diampuni dan karena kasih sayang Allah, sang pemuda itu diampuni dan masuk syurga.
Berbagai hadits menyampaikan bentuk kasih sayang Allah dalam pengampunanNya. "Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba sebelum suara terakhir keluar dari tenggorokannya (maa lam yugharghir)". Bahkan Allah membuka pintu magfirahNya di malam hari bagi pendosa di siang hari. Dan membuka pintu magfirahNya di siang hari bagi pendosa di malam hari. Pintu maaf pun terbuka hingga terbitnya matahari dari barat (Kiamat).
Kisah seorang teman Afro Amerikan, Imam Ayub Abdul Baqi, yang ibunya begitu benci dengan Islam dan Muslim. Tapi akhirnya meninggal dalam kasih sayang Allah dan magfirahNya. Imam Abdul Baqi asalah Imam yang gigih memperjuangkan hak-hak sipil komunitas Muslim Amerika di kota New York.
Kisahnya bermula ketika beliau masuk Islam. Beliau ketika itu masih muda. Karena marah kepada anaknya, Ibu Imam Ayub mengusirnya dari rumah. Sejak itu sang Ibu tidak pernah lagi mau menerimanya kembali ke rumah itu.
Imam Ayub mencari kerja, belajar Islam bahkan menjadi Imam dan menikah. Beliau dikaruniai beberapa anak. Beliau kemudian sengaja mengirimkan anaknya untuk menengok neneknya. Sang nenek ternyata jatuh hati kepada cucu-cucunya. Tapi tetap membenci anaknya, Imam Ayub.
Kisah Pembunuh 99 Orang
Cerita seorang pembunuh 99 orang adalah contoh lain dari kasih sayang Allah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari bahwa seorang pemuda telah membunuh 99 orang. Lalu mendatangi seorang ahli ibadah dan bertanya kira-kira Allah masih akan mengampuninya?
Sang ahli ibadah itu menjawab bahwa dia tidak akan diampuni lagi dengan dosa sebesar itu. Jangankan membunuh 99 orang. Membunuh seorang saja dosanya bagaikan membunuh seluruh umat manusia.
Mungkin karena prustrasi dan marah, sang pemuda itu juga membunuhnya. Kini iya genap membunuh 100 orang. Tapi kenginan untuk diampuni masih ada dalam hatinya. Dia pun berjalan hingga ketemu dengan ahli ilmu dan bertanya apakah Allah masih mengampuninya?
Mendengar itu sang ahli ilmu teringat dengan ayat tadi, "Wahai hamba-hambaKu jangan berputus asa dari Rahmat Allah...sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa."
Singkatnya, pemuda itu diarahkan untuk berangkat ke sebuah kampung dan bergabung dengan penghuni kampung itu beribadah kepada Allah SWT. Di tengah jalan dia meninggalkan dunia. Malaikat syurga dan neraka pun berebut untuk menjemputnya.
Namun Allah dengan RahmatNya dan kasihNya Allah mengabulkan keinginannya untuk diampuni. Dia telah membunuh 100 orang. Tapi karena komitmen dan usahanya untuk diampuni dan karena kasih sayang Allah, sang pemuda itu diampuni dan masuk syurga.
Berbagai hadits menyampaikan bentuk kasih sayang Allah dalam pengampunanNya. "Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba sebelum suara terakhir keluar dari tenggorokannya (maa lam yugharghir)". Bahkan Allah membuka pintu magfirahNya di malam hari bagi pendosa di siang hari. Dan membuka pintu magfirahNya di siang hari bagi pendosa di malam hari. Pintu maaf pun terbuka hingga terbitnya matahari dari barat (Kiamat).
Kisah seorang teman Afro Amerikan, Imam Ayub Abdul Baqi, yang ibunya begitu benci dengan Islam dan Muslim. Tapi akhirnya meninggal dalam kasih sayang Allah dan magfirahNya. Imam Abdul Baqi asalah Imam yang gigih memperjuangkan hak-hak sipil komunitas Muslim Amerika di kota New York.
Kisahnya bermula ketika beliau masuk Islam. Beliau ketika itu masih muda. Karena marah kepada anaknya, Ibu Imam Ayub mengusirnya dari rumah. Sejak itu sang Ibu tidak pernah lagi mau menerimanya kembali ke rumah itu.
Imam Ayub mencari kerja, belajar Islam bahkan menjadi Imam dan menikah. Beliau dikaruniai beberapa anak. Beliau kemudian sengaja mengirimkan anaknya untuk menengok neneknya. Sang nenek ternyata jatuh hati kepada cucu-cucunya. Tapi tetap membenci anaknya, Imam Ayub.
Lihat Juga :