Kisah Sahabat Nabi yang Batal Puasa karena Lihat Istri
Selasa, 04 April 2023 - 02:10 WIB
loading...
A
A
A
“Suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, datanglah seorang laki-laki menghadap Rasulullah SAW, dan berkata: “wahai Rasulullah celakalah aku” Rasulullah SAW pun menanggapi: “Apa yang terjadi dengamu?” lelaki itu menjawab: “aku berhubungan biologis dengan istriku ketika sedang berpuasa ramadan (di siang hari), Rasulullah SAW pun bertanya kepadanya: “apakah kamu memiliki seorang budak yang bisa kau merdekakan?”, ia menjawab: “Aku tidak punya wahai Rasul”,
Rasulullah SAW pun bertanya kembali:
“Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” lelaki itu menjawab: “aku tidak mampu wahai Rasul”, Rasulullah SAW pun kembali bertanya: “Apakah kau memiliki persediaan makanan untuk memberi makan ke enam puluh orang miskin?” lelaki itu menjawab: “tidak wahai Rasul”.
Kemudian di pertengahan keadaan itu, Rasulullah SAW diberikan sejumlah besar kurma, lalu beliau berkata, “Mana si penanya tadi?” lelaki itupun menjawab “saya Rasulullah”, Rasulullah SAW pun berpesan kepadanya: “Bawa kurma ini, dan bersedekahlah dengannya (sebagai kafarat puasa yang dibatalkan)”
Lelaki itu kembali bertanya:
“Apakah saya berikan kurma ini kepada orang yang lebih fakir dariku wahai Rasul? Demi Allah Wahai Rasul, tidak ada orang didaerahku yang lebih fakir dariku dan keluargaku, Rasulullah SAW pun tertawa sehingga terlihat (sedikit) gigi gerahamnya, lalu beliau berkata “berilah makan keluargamu dengan kurma itu” (HR. Bukhari)
Hikmah Kisah
Dari kisah sahabat tersebut, dapat dilihat bagaimana cara Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menghadapi lelaki yang membatalkan puasanya secara sengaja karena tak bisa menahan nafsu biologis terhadap istrinya. Kita dapat melihat kebijaksanaan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang tak lantas memarahi lelaki tersebut, namun Rasulullah dengan sabar menjelaskan apa yang difasilitasi syariat untuk menebus kesalahan yang telah dilakukannya.
Baca juga: Kisah Sahabat Berhubungan Intim di Siang Ramadan, Begini Respons Rasulullah SAW
Wallahu A'lam
Rasulullah SAW pun bertanya kembali:
“Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” lelaki itu menjawab: “aku tidak mampu wahai Rasul”, Rasulullah SAW pun kembali bertanya: “Apakah kau memiliki persediaan makanan untuk memberi makan ke enam puluh orang miskin?” lelaki itu menjawab: “tidak wahai Rasul”.
Kemudian di pertengahan keadaan itu, Rasulullah SAW diberikan sejumlah besar kurma, lalu beliau berkata, “Mana si penanya tadi?” lelaki itupun menjawab “saya Rasulullah”, Rasulullah SAW pun berpesan kepadanya: “Bawa kurma ini, dan bersedekahlah dengannya (sebagai kafarat puasa yang dibatalkan)”
Lelaki itu kembali bertanya:
“Apakah saya berikan kurma ini kepada orang yang lebih fakir dariku wahai Rasul? Demi Allah Wahai Rasul, tidak ada orang didaerahku yang lebih fakir dariku dan keluargaku, Rasulullah SAW pun tertawa sehingga terlihat (sedikit) gigi gerahamnya, lalu beliau berkata “berilah makan keluargamu dengan kurma itu” (HR. Bukhari)
Hikmah Kisah
Dari kisah sahabat tersebut, dapat dilihat bagaimana cara Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menghadapi lelaki yang membatalkan puasanya secara sengaja karena tak bisa menahan nafsu biologis terhadap istrinya. Kita dapat melihat kebijaksanaan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang tak lantas memarahi lelaki tersebut, namun Rasulullah dengan sabar menjelaskan apa yang difasilitasi syariat untuk menebus kesalahan yang telah dilakukannya.
Baca juga: Kisah Sahabat Berhubungan Intim di Siang Ramadan, Begini Respons Rasulullah SAW
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :