Mengapa Lailatulqadar Turun di 10 Hari Terakhir Ramadan? Ini Alasannya
Rabu, 19 April 2023 - 03:01 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun kedatangannya tidak diketahui pasti, Rasulullah SAW memerintahkan agar kaum muslim mencarinya pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Beliau menyampaikan ciri dan tanda-tandanya dilihat dari fenomena alam berdasarkan beberapa riwayat Hadis. Pada pagi harinya sinar matahari tidak terlalu panas dan cuaca terasa sejuk. Malam harinya langit terlihat bersih, tidak terdapat awan, suasana terasa tenang dan sunyi, udara juga tidak dingin tidak pula panas.
Kesungguhan Rasulullah SAW pada 10 Hari Terakhir Ramadan
Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa karena. Ada banyak keutamaan pada waktu itu sehingga Rasulullah SAW bersungguh-sungguh beribadah di waktu itu.
Kesungguhan beliau beribadah pada waktu itu dikarenakan beberapa faktor, di antaranya:
1. Sepuluh hari terakhir merupakan penutup bulan Ramadan yang penuh berkah. Setiap amalan manusia dinilai dari amalan penutupnya.
2. Sepuluh malam terakhir adalah malam-malam yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW.
3. Kerinduan umat muslim untuk meraih malam Lailatulqadar yang keutamaannya melebihi ibadah selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan).
Dalam satu Hadis, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ
Artinya: "Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi dari (meraih)nya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali orang yang memang terhalangi dari kebaikan." (HR Ibnu Majah)
Wallahu A'lam
Baca Juga: 5 Tanda Malam Lailatulqadar yang Perlu Diketahui Umat Muslim
Beliau menyampaikan ciri dan tanda-tandanya dilihat dari fenomena alam berdasarkan beberapa riwayat Hadis. Pada pagi harinya sinar matahari tidak terlalu panas dan cuaca terasa sejuk. Malam harinya langit terlihat bersih, tidak terdapat awan, suasana terasa tenang dan sunyi, udara juga tidak dingin tidak pula panas.
Kesungguhan Rasulullah SAW pada 10 Hari Terakhir Ramadan
Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa karena. Ada banyak keutamaan pada waktu itu sehingga Rasulullah SAW bersungguh-sungguh beribadah di waktu itu.
Kesungguhan beliau beribadah pada waktu itu dikarenakan beberapa faktor, di antaranya:
1. Sepuluh hari terakhir merupakan penutup bulan Ramadan yang penuh berkah. Setiap amalan manusia dinilai dari amalan penutupnya.
2. Sepuluh malam terakhir adalah malam-malam yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW.
3. Kerinduan umat muslim untuk meraih malam Lailatulqadar yang keutamaannya melebihi ibadah selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan).
Dalam satu Hadis, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ
Artinya: "Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi dari (meraih)nya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali orang yang memang terhalangi dari kebaikan." (HR Ibnu Majah)
Wallahu A'lam
Baca Juga: 5 Tanda Malam Lailatulqadar yang Perlu Diketahui Umat Muslim
(rhs)
Lihat Juga :