Bergembiralah! Karena Kegembiraan pada Idulftri adalah Syiar Agama
Kamis, 20 April 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan al-Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan dalam hadis ini ada beberapa faedah, salah satunya disyariatkan untuk memberikan kelapangan kepada keluarga pada hari-hari raya untuk melakukan berbagai hal yang dapat menyampaikan mereka pada kesenangan jiwa dan istirahatnya tubuh dari beban ibadah.
"Dan sesungguhnya berpaling dari hal itu lebih utama. Dalam hadis ini juga menunjukkan bahwa menampakkan kegembiraan pada hari-hari raya merupakan syi’ar agama," ujar Ibnu Hajar.
Dua Hari Raya
Sedangkan dua hari raya (Idulfitri dan Iduladha) dikisahkan oleh hadis dari Anas ra bahwa Nabi SAW datang ke Madinah sedang penduduknya memiliki dua hari raya di mana mereka bersenang-senang di dalamnya di masa jahiliyah. Maka beliau bersabda:
“Aku datang pada kalian sedang kalian memiliki dua hari yang kalian besenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyah. Sungguh Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari dua hari itu yaitu: hari Raya Kurban dan hari Idulfitri”. [Hadis Sahih, dikeluarkan oleh Ahmad (3/103,178,235), Abu Daud (1134), An-Nasa’i (3/179) dan Al-Baghawi (1098)]
Baca juga: Jika Idulfitri Jatuh Hari Jumat, Perlukah Salat Jumat? Begini Pendapat 4 Mazhab
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari dalam buku "Ahkaamu Al’ Iidaini Fii Al-Sunnah Al-Muthahharah" yang diterjemahkan Ummu Ishaq Zulfa Hussein menjadi "Hari Raya Bersama Rasulullah" mengutip Syaikh Ahmad Abdurrahman Al-Banna menjelaskan hari Idulfitri dan hari raya kurban ditetapkan oleh Allah Ta’ala, merupakan pilihan Allah untuk mahluk-Nya dan karena keduanya mengikuti pelaksanaan dua rukun Islam yang agung yaitu haji dan puasa.
"Pada dua hari tersebut, Allah mengampuni orang-orang yang melaksanakan ibadah haji dan orang-orang yang berpuasa, dan Dia menebarkan rahmat-Nya kepada seluruh mahluk-Nya yang taat," ujar Syaikh Al-Banna.
Adapun hari Nairuz dan Mahrajan, katanya, merupakan pilihan para pembesar pada masa itu yang tentunya disesuaikan dengan zaman, selera dan semisalnya dari keistimewaan yang akan pudar. Maka perbedaan keistimewaan dari Idulfitri dan Iduladha dengan hari Nairuz dan Mahrajan sangat jelas bagi siapa yang mau memperhatikannya.
"Dan sesungguhnya berpaling dari hal itu lebih utama. Dalam hadis ini juga menunjukkan bahwa menampakkan kegembiraan pada hari-hari raya merupakan syi’ar agama," ujar Ibnu Hajar.
Dua Hari Raya
Sedangkan dua hari raya (Idulfitri dan Iduladha) dikisahkan oleh hadis dari Anas ra bahwa Nabi SAW datang ke Madinah sedang penduduknya memiliki dua hari raya di mana mereka bersenang-senang di dalamnya di masa jahiliyah. Maka beliau bersabda:
“Aku datang pada kalian sedang kalian memiliki dua hari yang kalian besenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyah. Sungguh Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari dua hari itu yaitu: hari Raya Kurban dan hari Idulfitri”. [Hadis Sahih, dikeluarkan oleh Ahmad (3/103,178,235), Abu Daud (1134), An-Nasa’i (3/179) dan Al-Baghawi (1098)]
Baca juga: Jika Idulfitri Jatuh Hari Jumat, Perlukah Salat Jumat? Begini Pendapat 4 Mazhab
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari dalam buku "Ahkaamu Al’ Iidaini Fii Al-Sunnah Al-Muthahharah" yang diterjemahkan Ummu Ishaq Zulfa Hussein menjadi "Hari Raya Bersama Rasulullah" mengutip Syaikh Ahmad Abdurrahman Al-Banna menjelaskan hari Idulfitri dan hari raya kurban ditetapkan oleh Allah Ta’ala, merupakan pilihan Allah untuk mahluk-Nya dan karena keduanya mengikuti pelaksanaan dua rukun Islam yang agung yaitu haji dan puasa.
"Pada dua hari tersebut, Allah mengampuni orang-orang yang melaksanakan ibadah haji dan orang-orang yang berpuasa, dan Dia menebarkan rahmat-Nya kepada seluruh mahluk-Nya yang taat," ujar Syaikh Al-Banna.
Adapun hari Nairuz dan Mahrajan, katanya, merupakan pilihan para pembesar pada masa itu yang tentunya disesuaikan dengan zaman, selera dan semisalnya dari keistimewaan yang akan pudar. Maka perbedaan keistimewaan dari Idulfitri dan Iduladha dengan hari Nairuz dan Mahrajan sangat jelas bagi siapa yang mau memperhatikannya.
(mhy)
Lihat Juga :