Seputar Ucapan Selamat Idulfitri: Taqabbalallahu Minna wa Minkum dan Minal Aidin wal Faizin
Kamis, 20 April 2023 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ قَالَ: لَقِيتُ وَاثِلَةَ بْنَ الأَسْقَعِ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَقُلْتُ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، فَقَالَ: نَعَمْ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، قَالَ وَاثِلَةُ: لَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عِيدٍ فَقُلْتُ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، فَقَالَ: نَعَمْ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ.
Diriwayatkan dari Khalid bin Ma’dan, ia berkata, “Aku bertemu Watsilah bin Asqa’ pada hari Raya. Aku katakan padanya: Taqabbalallahu minna wa minka. Watsilah menanggapi, ‘Aku pernah bertemu Rasulullah SAW pada hari raya, lantas aku katakan ‘Taqabbalallahu minna wa minka‘. Beliau menjawab, ‘Ya, Taqabbalallahu minna wa minka.“
Kedua riwayat ini memberikan benang merah, ucapan ‘Taqabbalallahu minna wa minka’ merupakan bacaan yang disyariatkan (masyru’) dan hukum mengucapkannya sunnah.
Hukum Tahniah
Dalam bahasa Arab tradisi pengucapan selamat ini diistilahkan dengan “tahni’ah”. Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam Al-Hawi lil Fatawi mengatakan bahwa hukum “tahni’ah” adalah boleh.
Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al Kuwaitiyah juga menjelaskan, ucapan tahniah secara umum diperbolehkan, karena adanya nikmat, atau terhindar dari suatu musibah, dianalogikan dengan validitas sujud syukur dan ta’ziyah.
Baca juga: Sejarah Idul Fitri dan Perayaannya
Selain mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum, Umat Islam Indonesia, juga mengucapkan tahniah: Minal ‘Aidin wal Faizin yang seringkali ucapan ini diikuti dengan "‘Mohon Maaf Lahir Batin‘. Akibatnya tak sedikit orang yang menganggap artinya seperti itu. Padahal "Minal ‘Aidin wal Faizin" dalam bahasa Indonesia berarti ‘Semoga kita termasuk orang yang kembali dan menuai kemenangan‘.
Diriwayatkan dari Khalid bin Ma’dan, ia berkata, “Aku bertemu Watsilah bin Asqa’ pada hari Raya. Aku katakan padanya: Taqabbalallahu minna wa minka. Watsilah menanggapi, ‘Aku pernah bertemu Rasulullah SAW pada hari raya, lantas aku katakan ‘Taqabbalallahu minna wa minka‘. Beliau menjawab, ‘Ya, Taqabbalallahu minna wa minka.“
Kedua riwayat ini memberikan benang merah, ucapan ‘Taqabbalallahu minna wa minka’ merupakan bacaan yang disyariatkan (masyru’) dan hukum mengucapkannya sunnah.
Hukum Tahniah
Dalam bahasa Arab tradisi pengucapan selamat ini diistilahkan dengan “tahni’ah”. Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam Al-Hawi lil Fatawi mengatakan bahwa hukum “tahni’ah” adalah boleh.
Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al Kuwaitiyah juga menjelaskan, ucapan tahniah secara umum diperbolehkan, karena adanya nikmat, atau terhindar dari suatu musibah, dianalogikan dengan validitas sujud syukur dan ta’ziyah.
Baca juga: Sejarah Idul Fitri dan Perayaannya
Selain mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum, Umat Islam Indonesia, juga mengucapkan tahniah: Minal ‘Aidin wal Faizin yang seringkali ucapan ini diikuti dengan "‘Mohon Maaf Lahir Batin‘. Akibatnya tak sedikit orang yang menganggap artinya seperti itu. Padahal "Minal ‘Aidin wal Faizin" dalam bahasa Indonesia berarti ‘Semoga kita termasuk orang yang kembali dan menuai kemenangan‘.
(mhy)
Lihat Juga :