Seputar Ucapan Selamat Idulfitri: Taqabbalallahu Minna wa Minkum dan Minal Aidin wal Faizin
Kamis, 20 April 2023 - 09:01 WIB
loading...
Hukum mengucapkan selamat Idulfitri adalah boleh. Foto/Ilustrasi: dok. SINDOnews
A
A
A
Hukum mengucapkan selamat Idulfitri adalah boleh. Masyarakat muslim Indonesia seringkali mengucap taqabbalallahu minna wa minkum dan minal ‘aidin wal faizin jika berjumpa sahabat muslim lain di hari nan fitri ini. Lalu, ucapan mana yang lebih afdol?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam "Majmu’ Fatawa" mengatakan mengucapkan selamat pada hari Id; apabila seseorang bertemu saudaranya, kemudian dia berkataتَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُم (semoga Allah menerima amal kebaikan dari kami dan dari kalian), atau أَحَاك اللّهُ عَلَيْكَ (semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda), atau semisalnya.
Menurutnya, dalam hal seperti ini telah diriwayatkan dari sekelompok di antara para sahabat, bahwa mereka dahulu mengerjakannya. Dan diperperbolehkan oleh Imam Ahmad dan selainnya.
Baca juga: Selamat Idul Fitri, Indahnya Toleransi dan Saling Memaafkan
Imam Ahmad berkata, ’Saya tidak memulai seseorang dengan ucapan selamat ‘Id. Namun, jika seseorang menyampaikan ucapan selamat kepadaku, aku akan menjawabnya, karena menjawab tahiyyah hukumnya wajib. Adapun memulai ucapan selamat ‘Id bukan merupakan sunnah yang diperintahkan, dan tidak termasuk sesuatu yang dilarang. Barangsiapa yang mengerjakannya, maka ada contohnya. Dan bagi orang yang tidak mengerjakannya, ada contohnya juga”.
Riwayat yang menjelaskan ucapan ‘taqabbalallahu minna wa minkum‘ dituturkan oleh Muhammad bin Ziyad. Ia menceritakan kejadian kala bersama Abu Umamah al-Bahili dan lainnya dari sahabat Rasulullah SAW. Syahdan, sepulang dari Shalat Id, mereka saling mengatakan,
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ
Imam Ahmad menjelaskan, sanad hadits Abu Umamah ini Jayyid.
Ali bin Tsabit berujar,
سألت مالك بن أنس منذ خمس وثلاثين سنة وقال: لم يزل يعرف هذا بالمدينة.
“Aku bertanya pada Malik bin Anas sejak 35 tahun. Dia menjawab, ‘Hal (ucapan) ini selalu ditradisikan di Madinah.“
Baca juga: Ini Berbagai Ucapan Selamat Idul Fitri, dari Bahasa Arab hingga Korea
Dalam Sunan al-Baihaqi disebutkan:
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam "Majmu’ Fatawa" mengatakan mengucapkan selamat pada hari Id; apabila seseorang bertemu saudaranya, kemudian dia berkataتَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُم (semoga Allah menerima amal kebaikan dari kami dan dari kalian), atau أَحَاك اللّهُ عَلَيْكَ (semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda), atau semisalnya.
Menurutnya, dalam hal seperti ini telah diriwayatkan dari sekelompok di antara para sahabat, bahwa mereka dahulu mengerjakannya. Dan diperperbolehkan oleh Imam Ahmad dan selainnya.
Baca juga: Selamat Idul Fitri, Indahnya Toleransi dan Saling Memaafkan
Imam Ahmad berkata, ’Saya tidak memulai seseorang dengan ucapan selamat ‘Id. Namun, jika seseorang menyampaikan ucapan selamat kepadaku, aku akan menjawabnya, karena menjawab tahiyyah hukumnya wajib. Adapun memulai ucapan selamat ‘Id bukan merupakan sunnah yang diperintahkan, dan tidak termasuk sesuatu yang dilarang. Barangsiapa yang mengerjakannya, maka ada contohnya. Dan bagi orang yang tidak mengerjakannya, ada contohnya juga”.
Riwayat yang menjelaskan ucapan ‘taqabbalallahu minna wa minkum‘ dituturkan oleh Muhammad bin Ziyad. Ia menceritakan kejadian kala bersama Abu Umamah al-Bahili dan lainnya dari sahabat Rasulullah SAW. Syahdan, sepulang dari Shalat Id, mereka saling mengatakan,
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ
Imam Ahmad menjelaskan, sanad hadits Abu Umamah ini Jayyid.
Ali bin Tsabit berujar,
سألت مالك بن أنس منذ خمس وثلاثين سنة وقال: لم يزل يعرف هذا بالمدينة.
“Aku bertanya pada Malik bin Anas sejak 35 tahun. Dia menjawab, ‘Hal (ucapan) ini selalu ditradisikan di Madinah.“
Baca juga: Ini Berbagai Ucapan Selamat Idul Fitri, dari Bahasa Arab hingga Korea
Dalam Sunan al-Baihaqi disebutkan:
Lihat Juga :