Anjuran ke Lapangan Bagi Wanita dan Anak-anak Ketika Idulfitri, Ini Hikmahnya
Kamis, 20 April 2023 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
"Saya keluar bersama Nabi shollallahu 'alaihi wasallam pada hari Idul Fitri atau Idul Adha, Beliau salat, kemudian berkhutbah, lalu mendatangi kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, memberikan peringatan dan memerintahkan mereka untuk bersedekah." (HR Al-Bukhari 975)
Perlu diperhatikan, hendaknya keluarnya kaum wanita tetap menjaga akhlak dan adab berpakaian yang dibenarkan syariat. Tidak berpakaian dan berhias seperti orang kafir, tidak menampakkan lekuk tubuh, menutup aurat secara sempurna, tidak mencolok, dan menjauhi wangi-wangian.
Tertulis di dalam Al-Mausu'ah:
أَمَّا التَّكْبِيرُ فِي عِيدِ الْفِطْرِ فَيَرَى جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ أَنَّهُ يُكَبَّرُ فِيهِ جَهْرًا وَاحْتَجُّوا بِقَوْلِهِ تَعَالَى : { وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ } قَال ابْنُ عَبَّاسٍ : هَذَا وَرَدَ فِي عِيدِ الْفِطْرِ بِدَلِيل عَطْفِهِ عَلَى قَوْله تَعَالَى : { وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ } وَالْمُرَادُ بِإِكْمَال الْعِدَّةِ بِإِكْمَال صَوْمِ رَمَضَانَ
"Adapun pada Idulfitri jumhur (mayoritas) fuqaha memandang bahwa bertakbir dilakukan dengan suara dikeraskan. Mereka berdalil dengan firman Allah Ta'ala: "Hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu." Berkata Ibnu Abbas: ayat ini berbicara tentang Idul Fitri karena kaitannya dengan firmanNya: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya." Maksudnya dengan menyempurnakan jumlahnya, dengan menggenapkan puasa Ramadhan. (Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 13/213)
Baca Juga: Bacaan Takbiran Idulfitri Arab, Latin dan Terjemahan
Perlu diperhatikan, hendaknya keluarnya kaum wanita tetap menjaga akhlak dan adab berpakaian yang dibenarkan syariat. Tidak berpakaian dan berhias seperti orang kafir, tidak menampakkan lekuk tubuh, menutup aurat secara sempurna, tidak mencolok, dan menjauhi wangi-wangian.
Tertulis di dalam Al-Mausu'ah:
أَمَّا التَّكْبِيرُ فِي عِيدِ الْفِطْرِ فَيَرَى جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ أَنَّهُ يُكَبَّرُ فِيهِ جَهْرًا وَاحْتَجُّوا بِقَوْلِهِ تَعَالَى : { وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ } قَال ابْنُ عَبَّاسٍ : هَذَا وَرَدَ فِي عِيدِ الْفِطْرِ بِدَلِيل عَطْفِهِ عَلَى قَوْله تَعَالَى : { وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ } وَالْمُرَادُ بِإِكْمَال الْعِدَّةِ بِإِكْمَال صَوْمِ رَمَضَانَ
"Adapun pada Idulfitri jumhur (mayoritas) fuqaha memandang bahwa bertakbir dilakukan dengan suara dikeraskan. Mereka berdalil dengan firman Allah Ta'ala: "Hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu." Berkata Ibnu Abbas: ayat ini berbicara tentang Idul Fitri karena kaitannya dengan firmanNya: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya." Maksudnya dengan menyempurnakan jumlahnya, dengan menggenapkan puasa Ramadhan. (Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 13/213)
Baca Juga: Bacaan Takbiran Idulfitri Arab, Latin dan Terjemahan
(rhs)
Lihat Juga :