Hukum Puasa Syawal saat Masih Menanggung Utang Puasa Ramadan

Minggu, 23 April 2023 - 14:40 WIB
loading...
Hukum Puasa Syawal saat...
Bayar utang puasa Ramadan dulu, baru puasa sunah .Foto/Ilustrasi: dok. SINDOnews
A A A
Para ulama berselisih pendapat dalam masalah, apakah boleh mendahulukan puasa sunah (termasuk puasa enam hari di bulan Syawal ) sebelum melakukan puasa qadha Ramadan .

Imam Abu Hanifah , Imam asy Syafi’i dan Imam Ahmad , berpendapat bolehnya melakukan itu. Mereka mengqiyaskannya dengan salat thathawu’ sebelum pelaksanaan salat fardhu.

Adapun pendapat yang masyhur dalam mazhab Ahmad, diharamkannya mengerjakan puasa sunah dan tidak sah, selama masih mempunyai tanggungan puasa wajib.

Baca juga: Puasa Syawal, Pahalanya Seperti Puasa Setahun Penuh

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam "Fiqhul Islam"menetapkan, berdasarkan aturan syari’at (masyru’) mendahulukan puasa qadha Ramadan terlebih dahulu, ketimbang puasa enam hari dan puasa sunah lainnya. Hal ini merujuk sabda Nabi SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka ia seperti puasa satu tahun. (HR Muslim)

Menurutnya, barangsiapa mengutamakan puasa enam hari daripada berpuasa qadha, berarti belum mengiringkannya dengan puasa Ramadan . Ia hanya mengiringkannya dengan sebagian puasa di bulan Ramadan. Mengqadha puasa hukumnya wajib. Sedangkan puasa enam hari hukumnya sunah. Perkara yang wajib lebih utama untuk diperhatikan terlebih dahulu.

Baca juga: Inilah 5 Keutamaan Puasa Syawal Menurut Hadis

Pendapat ini pun beliau tegaskan, saat ada seorang wanita yang mengalami nifas pada bulan Ramadan dan mempunyai tekad yang kuat untuk berpuasa pada bulan Syawal. Beliau tetap berpendapat, menurut aturan syari’at, hendaknya Anda memulai dengan puasa qadha terlebih dahulu. Sebab, dalam hadis, Nabi SAW menjelaskan puasa enam hari (Syawal) usai melakukan puasa Ramadan. Jadi perkara wajib lebih diutamakan daripada perkara sunah.

Sementara itu Abu Malik, penulis kitab Shahih Fiqhis Sunnah berpendapat, masih memungkinkan bolehnya melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal, meskipun masih memiliki tanggungan puasa Ramadan. Dasar argumentasi yang digunakan, yaitu kandungan hadis Tsauban di atas yang bersifat mutlak.

Baca juga: Menggabungkan Puasa Syawal dan Senin Kamis, Bagaimana Hukumnya?
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Inilah 5 Keutamaan Puasa...
Inilah 5 Keutamaan Puasa Syawal, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Manfaat dan Hikmah Puasa...
Manfaat dan Hikmah Puasa Syawal, Simak Penjelasannya di Sini!
Dalil Hadis Tentang...
Dalil Hadis Tentang Puasa Syawal yang Penting Diketahui
Batas Puasa Syawal Sampai...
Batas Puasa Syawal Sampai Kapan? Simak Penjelasannya di Sini!
10 Keistimewaan Menikah...
10 Keistimewaan Menikah di Bulan Syawal, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Erdogan: Kekuatan Gempa...
Erdogan: Kekuatan Gempa Turki 3 Kali Lebih Kuat dari Marmara
Bebatuan di Ethiopia...
Bebatuan di Ethiopia Membentuk Loreng Harimau, Ternyata Ini Penyebabnya
China Berhasil Abadikan...
China Berhasil Abadikan Ledakan Bintang Paling Terang di Alam Semesta
Artikel Terkini
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Infografis
Tips agar Tak Lemas...
Tips agar Tak Lemas Saat Bekerja di Kantor Selama Puasa Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved