Meraih Rahmat lewat Ramadhan Istimewa
Rabu, 29 April 2020 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
“Ibadah puasa saya mengartikannya sebagai total ibadah. Sehingga pada saat dimana kita diharuskan "di rumah saja", termasuk kegiatan ibadah tarawih itu banyak hikmahnya,” katanya kepada kemarin.
Asep mengatakan, sibuknya kegiatan seseorang di bulan Ramadhan pada masa normal pun membuat tatap muka dengan keluarga di rumah jarang dilakukan. Namun kali ini, ujarnya, ketika pandemi Covid-19 melanda negeri keluarga pun bisa berinteraksi dengan lebih banyak. Orangtua bisa memandu anak berpuasa dengan maksimal dan juga bisa mendampingi dalam ibadah lainnya.
“Selain itu, tentu berpuasa pola WFH (work from home) ini banyak waktu itu ibadah lainnya, seperti baca Quran, baca buku, menulis, dan lainnya. Dengan demikian puasa WFH dapat meningkatkan kekeluargaan, kebersamaan, kepedulian, dan ibadah,” terang Asep.
Asep melanjutkan, Wabah Covid-19 ini memang telah banyak mengubah kebiasaan yang umumnya dilakukan masyarakat. Kegiatan ibadah seperti tarawih yang biasa dilakukan berjamaah di masjid kini harus dilakukan di rumah. Namun dari kondisi ini intinya adalah menghindari mudharat lebih baik daripada mencari manfa'at. Tentu, bukan ibadahnya yang dilarang, katanya, tetapi berjamaah di tempat beribadah (mesjid, mushola) yang tidak diperbolehkan. “Karena faktanya penyebaran Covid-19 itu bisa terjadi melalui orang ke orang yang berdekatan,” ujarnya.
Asep melanjutkan, hikmah lainnya adalah kepedulian terhadap sesama bisa ditingkatkan di tengah pandemi Covid-19 ini. Seperti buka bersama yang biasanya dilakukan secara fisik kini bisa dilakukan lewat daring. Adapun biaya buka bersama bisa dibelikan nasi kotak dan dibagikan ke mereka yang memerlukan, seperti panti asuhan atau para pengusaha kecil yang tidak ada pembelinya, dan orang yang terkena PHK. (Neneng Zubaidah)
Asep mengatakan, sibuknya kegiatan seseorang di bulan Ramadhan pada masa normal pun membuat tatap muka dengan keluarga di rumah jarang dilakukan. Namun kali ini, ujarnya, ketika pandemi Covid-19 melanda negeri keluarga pun bisa berinteraksi dengan lebih banyak. Orangtua bisa memandu anak berpuasa dengan maksimal dan juga bisa mendampingi dalam ibadah lainnya.
“Selain itu, tentu berpuasa pola WFH (work from home) ini banyak waktu itu ibadah lainnya, seperti baca Quran, baca buku, menulis, dan lainnya. Dengan demikian puasa WFH dapat meningkatkan kekeluargaan, kebersamaan, kepedulian, dan ibadah,” terang Asep.
Asep melanjutkan, Wabah Covid-19 ini memang telah banyak mengubah kebiasaan yang umumnya dilakukan masyarakat. Kegiatan ibadah seperti tarawih yang biasa dilakukan berjamaah di masjid kini harus dilakukan di rumah. Namun dari kondisi ini intinya adalah menghindari mudharat lebih baik daripada mencari manfa'at. Tentu, bukan ibadahnya yang dilarang, katanya, tetapi berjamaah di tempat beribadah (mesjid, mushola) yang tidak diperbolehkan. “Karena faktanya penyebaran Covid-19 itu bisa terjadi melalui orang ke orang yang berdekatan,” ujarnya.
Asep melanjutkan, hikmah lainnya adalah kepedulian terhadap sesama bisa ditingkatkan di tengah pandemi Covid-19 ini. Seperti buka bersama yang biasanya dilakukan secara fisik kini bisa dilakukan lewat daring. Adapun biaya buka bersama bisa dibelikan nasi kotak dan dibagikan ke mereka yang memerlukan, seperti panti asuhan atau para pengusaha kecil yang tidak ada pembelinya, dan orang yang terkena PHK. (Neneng Zubaidah)
(ysw)
Lihat Juga :