Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal
Selasa, 23 Mei 2023 - 17:45 WIB
loading...
Ketika ada orang yang meninggal dunia, setiap muslim dianjurkan memberikan doa kepada si mayit atau jenazah. Foto istimewa
A
A
A
Dalam ajaran Islam, seorang muslim dianjurkan untuk mendoakan kepergian orang yang sudah meninggal dunia. Anjuran ini didasarkan pada hadis yang tercantum dalam kitab al-Adzkar an-Nawawi, yang menyebutkan :
"Dari Ummu Salamah radhiyallahu'anha, ia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Ketika kalian menyaksikan orang sakit atau meninggal maka berkatalah yang baik. Sesungguhnya malaikat mengamini terhadap apa yang kalian katakan.” (HR. Muslim).
Ketika ada orang yang meninggal, sebaiknya kita mengucapkan doa sebagai berikut:
“Allahummaghfirli wa la hu (ha) wa’qibni min hu (ha)’uqbaa hasanah”
Artinya:
“Ya Allah, ampuni diriku dan dia dan berikan kepadaku darinya pengganti yang baik.”
Saat membacanya sesuaikan dengan dlamir (kata ganti orang), boleh dibaca “wa la hu” bila yang meninggal adalah seorang laki-laki dan “wa la ha” bila yang meninggal adalah seorang perempuan.
Doa di atas bersumber dari kisah Ummu Salamah ketika ia mengadu kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.
(Ummu Salamah) berkata: "Ketika Abu Salamah wafat, aku menemui Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam, lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, Abu Salamah telah meninggal.'
Beliau bersabda: 'Ucapkanlah: "Allahummaghfirli wa lahu wa’qibni minhu ‘uqbaa hasanah" (Ya Allah, ampunilah aku dan dia, dan berikanlah kepadaku darinya pengganti yang baik)".'
(Ummu Salamah) berkata: "Aku membacanya, lalu Allah memberikanku ganti yang lebih baik setelah dia, yakni Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.
“Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’ madkhola hu waghsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa ‘aidz hu min ‘adzaabil qobri wa fitnati hi wa min ‘adzaabin naar.”
"Dari Ummu Salamah radhiyallahu'anha, ia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Ketika kalian menyaksikan orang sakit atau meninggal maka berkatalah yang baik. Sesungguhnya malaikat mengamini terhadap apa yang kalian katakan.” (HR. Muslim).
Ketika ada orang yang meninggal, sebaiknya kita mengucapkan doa sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً
“Allahummaghfirli wa la hu (ha) wa’qibni min hu (ha)’uqbaa hasanah”
Artinya:
“Ya Allah, ampuni diriku dan dia dan berikan kepadaku darinya pengganti yang baik.”
Saat membacanya sesuaikan dengan dlamir (kata ganti orang), boleh dibaca “wa la hu” bila yang meninggal adalah seorang laki-laki dan “wa la ha” bila yang meninggal adalah seorang perempuan.
Doa di atas bersumber dari kisah Ummu Salamah ketika ia mengadu kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.
(Ummu Salamah) berkata: "Ketika Abu Salamah wafat, aku menemui Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam, lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, Abu Salamah telah meninggal.'
Beliau bersabda: 'Ucapkanlah: "Allahummaghfirli wa lahu wa’qibni minhu ‘uqbaa hasanah" (Ya Allah, ampunilah aku dan dia, dan berikanlah kepadaku darinya pengganti yang baik)".'
(Ummu Salamah) berkata: "Aku membacanya, lalu Allah memberikanku ganti yang lebih baik setelah dia, yakni Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.
Doa untuk orang meninggal laki-laki
اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
“Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’ madkhola hu waghsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa ‘aidz hu min ‘adzaabil qobri wa fitnati hi wa min ‘adzaabin naar.”
Lihat Juga :