PPIH Minta Jemaah Haji Terus Kenakan Gelang Identitas
Kamis, 25 Mei 2023 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Subhan menjelaskan gelang identitas jemaah terbuat dari logam yang bisa bertahan dalam kondisi apa pun. Gelang jemaah itu juga tahan saat terbakar api.
Menurutnya, gelang itu bukan asesoris, tapi menjadi bagian dari identitas diri. Sebab gelang yang dibagikan di embarkasi itu merupakan pengganti paspor.
Di dalamnya, tercakup info nomor paspor dan kloter yang bisa mengidentifikasi asal jemaah dan juga hotel tempat tinggalnya, baik di Madinah maupun Mekkah. Sebagai identitas, maka saat ditemukan gelang itu, baik dengan orangnya maupun tidak, bisa diidentifikasi pemiliknya dan daerah asalnya.
“Pada kejadian 2015, saat peristiwa Mina dan kecelakaan crane, kita temukan orangnya dalam keadaan meninggal, dan bisa diidentifikasi melalui gelangnya,” ucapnya.
Pernah juga, pada 2012, ada jemaah haji Indonesia terpisah dari rombongannya dan ternyata ditemukan di Gunung Uhud dalam keadaan meninggal. Saat itu sudah sulit diidentifikasi jasadnya. Gelang yang dikenakannya menjadi petunjuk sehingga diketahui indentitasnya.
Baca juga: Suprapto, Jemaah Haji Meninggal di Tanah Suci Dimakamkan di Baqi, Madinah
"Gelang itu mohon jangan ditukar dan ditinggalkan. Kenakan gelang tersebut dengan kenceng supaya tidak lepas dari tangan selama di Tanah Suci. Mohon jangan ditukar selama masih di Tanah Suci. Sebab ada data pribadi. Sehingga jangan diberikan kepada orang lain dan jangan ditukar. Gelang ini juga bisa jadi kenang-kenangan seumur hidup," tutupnya.
Menurutnya, gelang itu bukan asesoris, tapi menjadi bagian dari identitas diri. Sebab gelang yang dibagikan di embarkasi itu merupakan pengganti paspor.
Di dalamnya, tercakup info nomor paspor dan kloter yang bisa mengidentifikasi asal jemaah dan juga hotel tempat tinggalnya, baik di Madinah maupun Mekkah. Sebagai identitas, maka saat ditemukan gelang itu, baik dengan orangnya maupun tidak, bisa diidentifikasi pemiliknya dan daerah asalnya.
“Pada kejadian 2015, saat peristiwa Mina dan kecelakaan crane, kita temukan orangnya dalam keadaan meninggal, dan bisa diidentifikasi melalui gelangnya,” ucapnya.
Pernah juga, pada 2012, ada jemaah haji Indonesia terpisah dari rombongannya dan ternyata ditemukan di Gunung Uhud dalam keadaan meninggal. Saat itu sudah sulit diidentifikasi jasadnya. Gelang yang dikenakannya menjadi petunjuk sehingga diketahui indentitasnya.
Baca juga: Suprapto, Jemaah Haji Meninggal di Tanah Suci Dimakamkan di Baqi, Madinah
"Gelang itu mohon jangan ditukar dan ditinggalkan. Kenakan gelang tersebut dengan kenceng supaya tidak lepas dari tangan selama di Tanah Suci. Mohon jangan ditukar selama masih di Tanah Suci. Sebab ada data pribadi. Sehingga jangan diberikan kepada orang lain dan jangan ditukar. Gelang ini juga bisa jadi kenang-kenangan seumur hidup," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :