Mengenal Ariful Bahri, Dai Asal Indonesia yang Mengisi Kajian di Masjid Nabawi
Jum'at, 09 Juni 2023 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
Ustaz Ariful mengaku senang melihat jemaah Indonesia di masjid tidak hanya duduk-duduk saja. Selain mengaji, banyak jemaah haji yang ikut kajian. "Ngaji Al-Qur'an mungkin penat atau belum bisa, jadi supaya tidak duduk-duduk begitu saja mereka ikut kajian," tuturnya.
Selain jemaah Indonesia, kajiannya juga dihadiri jemaah dari negara lain, seperti Malasyia, Filipina, Brunnai Darussalam, dan sebagainya. Kepada jemaah Indonesia khususnya yang mengikuti kajiannya, beliau meminta untuk memanfaatkan waktu di Madinah beribadah dan belajar agama.
"Ada banyak manfaatnya bagi siapa pun, agar kita tambah cinta sama Nabi," turunya.
Ustaz Ariful mengaku bersyukur bisa mengajar di Masjid Nabawi. Selain bisa berbagi ilmu, setiap hari bisa melaksanakan shalat di Masjid Nabi ini. Lebih-lebih bisa mengisi kajian di Masjid kebanggaan umat Islam. "Bersyukur, ya, bisa sholat di sini, bisa ngajar ngaji di sini, setiap hari" ujarnya.
Mengajar di Masjid Nabawi sudah menjadi kegiatan rutinnya. Bahkan saat sakitpun tetap berusaha mengisi kajian, tidak pernah libur. Termasuk saat Lebaran. "Kadang tubuh menggigil, demam. Saya minta ke Abang saya cepat bawa ke Masjid Nabawi. Setelah mengajar sembuh lagi," ucapnya dengan air mata mengembang.
Ariful menyakini, jemaah asal Indonesia senang ada orang Indonesia yang mengisi pengajian di Masjid Nabawi. "Insya Allah orang Indonesia juga bangga. Ternyata ada ya orang Indonesia yang ngajar di sini," ucapnya lagi.
Ustaz Ariful yang rumahnya berjarak sekitar 7 kilometer dari Masjid Nabawi ini mengaku akan terus membagikan ilmunya kepada siapa pun termasuk jemaah haji. "Setiap hari ngisi kajian. Pokoknya kalau anak tidak sakit atau tidak ke Mekah, pasti ngajar," ucapnya.
Baca Juga: Cerita Hasan Tata Abas, Orang Indonesia yang Jadi Asisten Imam Masjid Nabawi
Selain jemaah Indonesia, kajiannya juga dihadiri jemaah dari negara lain, seperti Malasyia, Filipina, Brunnai Darussalam, dan sebagainya. Kepada jemaah Indonesia khususnya yang mengikuti kajiannya, beliau meminta untuk memanfaatkan waktu di Madinah beribadah dan belajar agama.
"Ada banyak manfaatnya bagi siapa pun, agar kita tambah cinta sama Nabi," turunya.
Ustaz Ariful mengaku bersyukur bisa mengajar di Masjid Nabawi. Selain bisa berbagi ilmu, setiap hari bisa melaksanakan shalat di Masjid Nabi ini. Lebih-lebih bisa mengisi kajian di Masjid kebanggaan umat Islam. "Bersyukur, ya, bisa sholat di sini, bisa ngajar ngaji di sini, setiap hari" ujarnya.
Mengajar di Masjid Nabawi sudah menjadi kegiatan rutinnya. Bahkan saat sakitpun tetap berusaha mengisi kajian, tidak pernah libur. Termasuk saat Lebaran. "Kadang tubuh menggigil, demam. Saya minta ke Abang saya cepat bawa ke Masjid Nabawi. Setelah mengajar sembuh lagi," ucapnya dengan air mata mengembang.
Ariful menyakini, jemaah asal Indonesia senang ada orang Indonesia yang mengisi pengajian di Masjid Nabawi. "Insya Allah orang Indonesia juga bangga. Ternyata ada ya orang Indonesia yang ngajar di sini," ucapnya lagi.
Ustaz Ariful yang rumahnya berjarak sekitar 7 kilometer dari Masjid Nabawi ini mengaku akan terus membagikan ilmunya kepada siapa pun termasuk jemaah haji. "Setiap hari ngisi kajian. Pokoknya kalau anak tidak sakit atau tidak ke Mekah, pasti ngajar," ucapnya.
Baca Juga: Cerita Hasan Tata Abas, Orang Indonesia yang Jadi Asisten Imam Masjid Nabawi
(rhs)
Lihat Juga :