Kisah Bijak Para Sufi: Putra Raja

Sabtu, 25 Juli 2020 - 06:40 WIB
loading...
A A A
Dengan suatu cara yang lazim bagi mereka namun tak diketahui orang lain, orang-orang Sharq bisa mengetahui keadaan menakutkan yang dialami Dhat, dan mereka itu pun bekerja sama untuk membebaskannya dari 'tidur' dan memampukannya terus bertekun mencapai tujuannya. Sebuah pesan pun disampaikan secara gaib kepada Sang Pangeran Muda, isinya, "Bangun! Sebab kau ini putra seorang raja, disuruh mengambil batu permata tertentu, dan kepada kami kau harus kembali."

Pesan tersebut membangunkan Sang Pangeran, yang segera pula melanjutkan perjalanannya. Ketika ia telah berhadapan dengan Penjaga Berlian, dipergunakannya suara-suara gaib untuk menidurkannya; dan putra raja pun berhasil mengambil dari penjagaan Si Raksasa, batu mutiara yang tak ternilai harganya itu.

Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap

Kemudian, Dhat, yang dipimpin oleh Suara, berganti pakaian dan menelusuri kembali langkahnya sampai ke negeri Sharq.

Dalam waktu yang sangat singkat, Dhat pun telah mengenakan lagi jubahnya yang lama, dan kembali ke negeri ayahnya, rumahnya. Tetapi kali ini, lewat pengalaman-pengalamannya, ia bisa menyaksikan bahwa negeri itu kini lebih megah daripada sebelumnya, suatu tempat yang aman baginya; lalu, ia menyadari bahwa kerajaan ayahnya itu merupakan tempat yang diketahui secara samar-samar oleh orang-orang Misr sebagai Salamat: yang mereka artikan Kepatuhan, namun yang Sang Pangeran kini sadari maknanya adalah kedamaian.

Baca juga
: Ujian Kekayaan: Dari Tiga Orang, Hanya Lulus Satu Orang

===
Idries Shah dalam Tales of The Dervishes yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi menjelaskan tema hampir mirip terdapat pula pada "Himne Jiwa" (Hymn of the Soul) dalam Perjanjian Baru Apokripa. Filsuf Ibnu Sina (wafat 1038), di Barat dikenal sebagai Avicenna, telah menguraikan bahan yang sama dalam alegorinya tentang Keterasingan Jiwa, atau juga, Puisi Jiwa.

Versi ini muncul dalam sebuah tulisan darwis pengembara yang dikutip dari sebuah cerita yang dianggap berasal dari Amir Sultan, Syeh dari Bokhara, yang mengajar di Istanbul dan meninggal pada tahun 1429. (Baca juga: Para Pelayan dan Rumah )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Es Antartika Tiba-tiba...
Es Antartika Tiba-tiba Mencair, Ilmuwan Mulai Panik
Fenomena Alam Tandai...
Fenomena Alam Tandai 2 Peristiwa Penting di Kerajaan Majapahit
Monumen Batu Minoa Berusia...
Monumen Batu Minoa Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Yunani
Artikel Terkini
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Infografis
Kekayaan Para Raja-raja...
Kekayaan Para Raja-raja dan Pangeran di Tanah Arab
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved