Kisah Bijak Para Sufi: Putra Raja

Sabtu, 25 Juli 2020 - 06:40 WIB
loading...
Kisah Bijak Para Sufi:...
Ilustrasi/Ist
A A A
KONON, di sebuah negeri di mana semua orang bagaikan raja, ada sebuah keluarga yang hidup berkecukupan dan dikelilingi oleh hal-hal yang tidak bisa diucapkan oleh lidah manusia dalam istilah-istilah yang diketahuinya.

Negeri Sharq itu tampak memuaskan bagi pangeran muda, Dhat, sampai suatu hari orang tuanya berkata: "Sayang, Nak, sudah kebiasaan di negeri kita ini bahwa setiap pangeran raja, yang telah mencapai usia tertentu, harus pergi berkelana menempuh ujian. Hal ini dimaksudkan agar seorang pangeran bisa layak mewarisi kerajaan ini; supaya dalam nama baik dan kenyataan, seorang anak raja akan mencapai dengan waspada penuh dan kerja keras suatu derajat kelaki-lakian yang tak dapat diperoleh dengan cara lain."

Demikianlah kebiasaan itu sejak semula, dan akan terus begitu sampai akhir.

Karena itulah, Pangeran Dhat pun bersiap melakukan perjalanannya, dan keluarganya pun membekalinya dengan makanan terbaik yang bisa mereka temukan; suatu makanan khusus yang bisa menguatkannya selama dalam perantauan, tetapi dalam jangka pendek jumlahnya tak terbatas.

Mereka juga memberinya bekal-bekal lain, yang tak mungkin disebutkan, untuk melindunginya, apabila dipergunakan dengan tepat.

Baca juga: Akal-Akalan Menyiasati Sumpah

Pemuda itu harus mengadakan perjalanan ke sebuah negara bernama Misr, dengan menyamar. Oleh karena itu, ia diberi petunjuk-petunjuk untuk pengembaraannya itu, dan berpakaian sesuai dengan samarannya, yang sama sekali tak menunjukkan bahwa ia putra seorang raja. Tugasnya adalah membawa pulang batu permata tertentu dari Misr, yang dijagai oleh raksasa yang menakutkan.

Ketika para pengawalnya meninggal, tinggallah Dhat sendirian, namun tak lama kemudian ia bertemu dengan seorang lain yang mempunyai tujuan sama dengannya, dan mereka berdua pun bersama-sama mempertahankan ingatan tentang asal-usul mereka yang mulia. Tetapi, karena pengaruh udara dan makanan di negeri itu, rasa kantuk pun mulai menyerang keduanya, dan Dhat pun melupakan tujuannya.

Bertahun-tahun lamanya pangeran itu hidup di Misr, melakukan pekerjaan rendah demi mencari nafkah tampaknya, ia tak lagi sadar tentang tugas yang harus dikerjakannya.

Baca juga: Kebijaksanaan yang Diperjualbelikan

Dengan suatu cara yang lazim bagi mereka namun tak diketahui orang lain, orang-orang Sharq bisa mengetahui keadaan menakutkan yang dialami Dhat, dan mereka itu pun bekerja sama untuk membebaskannya dari 'tidur' dan memampukannya terus bertekun mencapai tujuannya. Sebuah pesan pun disampaikan secara gaib kepada Sang Pangeran Muda, isinya, "Bangun! Sebab kau ini putra seorang raja, disuruh mengambil batu permata tertentu, dan kepada kami kau harus kembali."

Pesan tersebut membangunkan Sang Pangeran, yang segera pula melanjutkan perjalanannya. Ketika ia telah berhadapan dengan Penjaga Berlian, dipergunakannya suara-suara gaib untuk menidurkannya; dan putra raja pun berhasil mengambil dari penjagaan Si Raksasa, batu mutiara yang tak ternilai harganya itu.

Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap

Kemudian, Dhat, yang dipimpin oleh Suara, berganti pakaian dan menelusuri kembali langkahnya sampai ke negeri Sharq.

Dalam waktu yang sangat singkat, Dhat pun telah mengenakan lagi jubahnya yang lama, dan kembali ke negeri ayahnya, rumahnya. Tetapi kali ini, lewat pengalaman-pengalamannya, ia bisa menyaksikan bahwa negeri itu kini lebih megah daripada sebelumnya, suatu tempat yang aman baginya; lalu, ia menyadari bahwa kerajaan ayahnya itu merupakan tempat yang diketahui secara samar-samar oleh orang-orang Misr sebagai Salamat: yang mereka artikan Kepatuhan, namun yang Sang Pangeran kini sadari maknanya adalah kedamaian.

Baca juga
: Ujian Kekayaan: Dari Tiga Orang, Hanya Lulus Satu Orang

===
Idries Shah dalam Tales of The Dervishes yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi menjelaskan tema hampir mirip terdapat pula pada "Himne Jiwa" (Hymn of the Soul) dalam Perjanjian Baru Apokripa. Filsuf Ibnu Sina (wafat 1038), di Barat dikenal sebagai Avicenna, telah menguraikan bahan yang sama dalam alegorinya tentang Keterasingan Jiwa, atau juga, Puisi Jiwa.

Versi ini muncul dalam sebuah tulisan darwis pengembara yang dikutip dari sebuah cerita yang dianggap berasal dari Amir Sultan, Syeh dari Bokhara, yang mengajar di Istanbul dan meninggal pada tahun 1429. (Baca juga: Para Pelayan dan Rumah )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Teliti Mukjizat Nabi...
Teliti Mukjizat Nabi Musa, Terungkap Fenomena Alam Langka yang Membinasakan Firaun
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Ternyata Bumi Bukan Memiliki 7 Benua
Arkeolog Inggris Yakin...
Arkeolog Inggris Yakin Nabi Sulaiman Tokoh Terkaya yang Tak Tertandingi
Artikel Terkini
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Infografis
Kekayaan Para Raja-raja...
Kekayaan Para Raja-raja dan Pangeran di Tanah Arab
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved