Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Zulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan
Jum'at, 16 Juni 2023 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Terdapat keterangan lagi tentang keutamaan Hari Arofah dalam riwayat berikut:
وعَنِ الفَضَلِ ابْنِ اْلعَبَّاسِ رضي اللّه عنه عَنِ النبيِّ صلّى اللّه عليه وسلّم قال: مَنْ حَفِظَ لِسَانَهُ وَسَمْعَهُ وَبَصَرَهُ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ إِلَى عَرَفَةَ
Artinya: "Diceritakan dari sahabat Fadlol ibnil 'Abbas, dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa menjaga lisannya, pendengarannya dan penglihatannya pada Hari Arofah maka dosa-dosanya diampuni sampai hari Arofah yang akan datang."
Berpijak pada hadits tersebut dan dalam rangka meraih keutamaan-keutamaan sebagaimana keterangan di atas, mari mulai saat ini juga, terlebih pada hari Arofah yang akan datang, kita berusaha menjaga lisan, telinga dan mata kita dari hal-hal yang tidak baik, hal-hal yang mengakibatkan dosa sehingga menyebabkan murka Allah. Jangan sampai lisan ini berkata tidak jujur, berbohong dan menipu orang.
Perkara yang menyebabkan murka Allah, seperti berbohong, gosip, mendengarkan atau melihat perkara yang dilarang oleh Agama sebaiknya ditinggalkan, terlebih pada hari Tarwiyah dan Arofah.
Jamaah Jum'ah yang Berbahagia!
Kemuliaan bulan Dzulhijjah selain karena terdapat hari Tarwiyah dan hari Arofah, juga dikarenakan tanggal 10 Zulhijjah merupakan Hari Raya umat Islam di seluruh dunia yang disebut dengan hari raya Idul Adha atau hari raya Kurban. Pada hari raya ini, banyak sekali amaliah-amaliah yang apabila dikerjakan mendapat pahalanya berlipat ganda.
Salah satu dari sekian amalan tersebut adalah ibadah kurban atau menyembelih hewan kurban. Dalam Hadits disebutkan bahwa ibadah ini paling dicintai Allah pada saat hari raya Idul Adha. Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi bahwa:
مَا عَمِلَ أَدَمِيٌ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلىَ اللّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأتِي يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأنَّ الدّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ اْلأَرْضِ فَطِيْبُوا بِهَا نَفْسًا
Artinya: "Tidak ada amal/pekerjaan di hari raya Kurban (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah dari pada mengalirkan darah yakni menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya, kelak di hari Kiamat hewan qurban itu akan datang lengkap dengan tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya, pahala kurban itu, telah sampai pada Allah sebelum darah dari qurban yang disembelih itu menetes di tanah. Oleh karenanya, ikhlaskan hatimu." (HR Imam at-Turmudzi)
Berkenaan dengan keutamaan ibadah kurban, sebagaimana dikatakan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam Kitab karyanya Al-Ghunyah bahwa: "Nabi Daud bertanya kepada Allah, 'Wahai Allah, apa balasan umat Nabi Muhammad yang mau berkurban?" Kemudian Allah menjawab:
ثَوَابُهُ أَنْ أُعْطِيَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ عَلىَ جَسَدِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَأَمْحُوْ عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَأَرْفَعُ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ أَمَا عَلِمْتَ يَا دَاوُدُ أَنَّ الضَّحَايَا هِيَ اْلمَطَايَا وَأنَّ الضَّحَايَا تَمْحُوْ اْلخَطَايَا
Artinya: "Balasannya adalah, pada tiap-tiap bulu dari hewan kurbannya, Aku beri dia 10 kebaikan, aku hapus 10 dosa-dosanya dan aku angkat dia dengan 10 derajat. Ketahuilah wahai engkau Nabi Daud, bahwa 'Sesungguhnya, hewan kurban itu adalah kendaraan dan sesungguhnya hewan kurban itu adalah penghapus kesalahan-kesalahan."
وعَنِ الفَضَلِ ابْنِ اْلعَبَّاسِ رضي اللّه عنه عَنِ النبيِّ صلّى اللّه عليه وسلّم قال: مَنْ حَفِظَ لِسَانَهُ وَسَمْعَهُ وَبَصَرَهُ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ إِلَى عَرَفَةَ
Artinya: "Diceritakan dari sahabat Fadlol ibnil 'Abbas, dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa menjaga lisannya, pendengarannya dan penglihatannya pada Hari Arofah maka dosa-dosanya diampuni sampai hari Arofah yang akan datang."
Berpijak pada hadits tersebut dan dalam rangka meraih keutamaan-keutamaan sebagaimana keterangan di atas, mari mulai saat ini juga, terlebih pada hari Arofah yang akan datang, kita berusaha menjaga lisan, telinga dan mata kita dari hal-hal yang tidak baik, hal-hal yang mengakibatkan dosa sehingga menyebabkan murka Allah. Jangan sampai lisan ini berkata tidak jujur, berbohong dan menipu orang.
Perkara yang menyebabkan murka Allah, seperti berbohong, gosip, mendengarkan atau melihat perkara yang dilarang oleh Agama sebaiknya ditinggalkan, terlebih pada hari Tarwiyah dan Arofah.
Jamaah Jum'ah yang Berbahagia!
Kemuliaan bulan Dzulhijjah selain karena terdapat hari Tarwiyah dan hari Arofah, juga dikarenakan tanggal 10 Zulhijjah merupakan Hari Raya umat Islam di seluruh dunia yang disebut dengan hari raya Idul Adha atau hari raya Kurban. Pada hari raya ini, banyak sekali amaliah-amaliah yang apabila dikerjakan mendapat pahalanya berlipat ganda.
Salah satu dari sekian amalan tersebut adalah ibadah kurban atau menyembelih hewan kurban. Dalam Hadits disebutkan bahwa ibadah ini paling dicintai Allah pada saat hari raya Idul Adha. Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi bahwa:
مَا عَمِلَ أَدَمِيٌ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلىَ اللّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأتِي يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأنَّ الدّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ اْلأَرْضِ فَطِيْبُوا بِهَا نَفْسًا
Artinya: "Tidak ada amal/pekerjaan di hari raya Kurban (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah dari pada mengalirkan darah yakni menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya, kelak di hari Kiamat hewan qurban itu akan datang lengkap dengan tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya, pahala kurban itu, telah sampai pada Allah sebelum darah dari qurban yang disembelih itu menetes di tanah. Oleh karenanya, ikhlaskan hatimu." (HR Imam at-Turmudzi)
Berkenaan dengan keutamaan ibadah kurban, sebagaimana dikatakan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam Kitab karyanya Al-Ghunyah bahwa: "Nabi Daud bertanya kepada Allah, 'Wahai Allah, apa balasan umat Nabi Muhammad yang mau berkurban?" Kemudian Allah menjawab:
ثَوَابُهُ أَنْ أُعْطِيَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ عَلىَ جَسَدِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَأَمْحُوْ عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَأَرْفَعُ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ أَمَا عَلِمْتَ يَا دَاوُدُ أَنَّ الضَّحَايَا هِيَ اْلمَطَايَا وَأنَّ الضَّحَايَا تَمْحُوْ اْلخَطَايَا
Artinya: "Balasannya adalah, pada tiap-tiap bulu dari hewan kurbannya, Aku beri dia 10 kebaikan, aku hapus 10 dosa-dosanya dan aku angkat dia dengan 10 derajat. Ketahuilah wahai engkau Nabi Daud, bahwa 'Sesungguhnya, hewan kurban itu adalah kendaraan dan sesungguhnya hewan kurban itu adalah penghapus kesalahan-kesalahan."
Lihat Juga :