Sejarah Muslim AS: Budak Terdidik yang Rajin Menulis untuk Umat Islam yang Senasib

Minggu, 18 Juni 2023 - 14:46 WIB
loading...
Sejarah Muslim AS: Budak...
Sebuah halaman dari sebuah manuskrip oleh Bilali, seorang Muslim dari Guinea [Hargret Rare Book and Manuscript Library, The University of Georgia Libraries/Al-Jazeera)]
A A A
Muslim biasanya dianggap sebagai imigran abad ke-20 ke AS, namun selama lebih dari tiga abad, Muslim Afrika adalah kehadiran yang akrab. Mereka dibesarkan di Senegal, Mali, Guinea, Sierra Leone, Ghana, Benin, dan Nigeria di mana Islam dikenal sejak abad ke-8 dan menyebar pada awal tahun 1000-an.

Setidaknya 900.000 dari 12,5 juta orang Afrika yang dibawa ke Amerika sebagian adalah muslim. Mereka terpelajar, putra pejabat tinggi bahkan ada yang berdarah biru atau seorang pangeran. Mereka dijadikan budak, namun tetap menjalankan kewajiban agamanya. Bahkan di antara mereka terus berdakwah lewat tulisan.

Sejarawan Dr Sylviane A Diouf menulis, sampai saat ini, manuskrip dari Brasil dan Panama hingga Bahama, Trinidad, dan Haiti masih ada. Teks-teks itu ditulis oleh Muslim anonim. Isinya mencakup surah-surah Al-Qur'an , doa, rajah, dan peringatan bagi umat Islam untuk tetap setia kepada agamanya.

"Beberapa lagi terkait dengan pemberontakan Muslim tahun 1835 di Bahia," tulis Cendekiawan Tamu di the Center for the Study of Slavery and Justice di Universitas Brown ini dalam artikelnya berjudul "Muslims in America: A forgotten history" yang dilansir Aljazeera.

Baca juga: Sejarah Muslim Amerika: Bagian dari 900.000 Orang Afrika yang Dibawa ke Amerika

Sekitar tahun 1823 Muhammad Kaba Saghanughu, yang ditangkap pada tahun 1777 dalam perjalanannya ke Timbuktu dan dideportasi ke Jamaika, menulis dokumen setebal 50 halaman dalam bahasa Arab.

"Tulisan itu ditujukan kepada kaum muslimin. Isinya adalah panduan tentang salat, pernikahan, dan wudhu," tulisnya.

Dr Sylviane A Diouf yang penulis buku "Servants of Allah: African Muslims Enslaved in the Americas" menyebut kaum Muslim menulis untuk komunitas mereka sendiri, bukan untuk pembaca Barat. "Ini berbeda dengan otobiografi oleh orang-orang yang dulunya diperbudak, termasuk orang Afrika seperti Olaudah Equiano," ujarnya.

Di Amerika Serikat, Bilali menulis dokumen setebal 13 halaman, bagian dari karya abad ke-10 Tunisia Ibn Abu Zayd al-Qairawani. Itu ditulis di atas kertas yang diproduksi di Italia untuk pasar Afrika Utara.

Sylviane A Diouf mengaku tidak mengetahui bagaimana cara Bilali mendapatkan kertas itu.

Salih Bilali adalah seorang budak. Tentang dirinya, sang majikan menulis: “Membaca bahasa Arab, dan memiliki Al-Quran (yang belum saya lihat) dalam bahasa itu, tetapi tidak menulisnya.” Bilali juga menulis dan menyimpan "Kisah perkebunan" dalam Bahasa Arab.

"Penyebutan Al-Quran di perkebunan terpencil ini menimbulkan pertanyaan dari mana mereka mendapatkannya. Mungkin, seperti yang dilakukan para penghafal Quran lainnya di Amerika, mereka menulisnya sendiri," ujar Sylviane A Diouf.

Baca juga: Sejarah Muslim di Amerika: Budak yang Pintar Membaca dan Menulis Arab

Orang-orang Muslim yang menjadi terkenal hanyalah segelintir orang, tambah Sylviane A Diouf, tetapi banyak orang lain, yang berhasil, tidak disebutkan namanya.

William Brown Hodgson, seorang mantan diplomat yang ditempatkan di Afrika Utara dan seorang pemilik budak, menyatakan pada tahun 1857: "Ada beberapa budak terpelajar Mohammedan yang diimpor ke Amerika Serikat."

Pada tahun 1845, dia memberi tahu Société d'ethnologie Prancis bahwa "seorang pangeran Foulah, bernama Omar, saat ini adalah seorang budak di Amerika Serikat dan akan dapat memperoleh barang-barang berharga untuk pemberitahuan terperinci tentang bangsanya."

Hodgson telah mencoba untuk mendapatkan informasi – mungkin untuk tujuan yang sama – dari Muslim tetapi harus berhenti karena permusuhan pemilik budak.

Demikian pula, Theodore Dwight, sekretaris American Ethnological Society, mengamati pada tahun 1871 bahwa beberapa orang Afrika di berbagai bagian negara melek huruf dan dia telah "memperoleh beberapa informasi dari beberapa dari mereka".

Sayangnya, dia juga menghadapi "kesulitan yang tidak dapat diatasi di negara-negara budak, yang timbul dari kecemburuan para majikan, dan penyebab lainnya."

Baca juga: Musik Blues: Jejak Muslim Afrika yang Diperbudak di Amerika
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Ucapan Minal Aidin Wal Faizin
Rekomendasi
Penemuan Pintu Besar...
Penemuan Pintu Besar di Pegunungan Kazakhstan Dikaitkan dengan Alien
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Fenomena Alam Langka...
Fenomena Alam Langka yang Membinasakan Firaun Dibedah Ilmuwan
Artikel Terkini
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved