Stafsus Menag Ajak PPIH Bantu Jemaah Lansia Tunaikan Rukun Islam Kelima

Kamis, 22 Juni 2023 - 20:33 WIB
loading...
Stafsus Menag Ajak PPIH...
Staf Khusus Menteri Agama Bidang Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan tantangan penyelenggaraan haji tahun ini cukup berat. Foto/SINDOnews/Sucipto
A A A
MAKKAH - Puncak ibadah haji 1444 H/2023 M tinggal hitungan hari. Seluruh jemaah haji akan melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah dan Mina.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan tantangan penyelenggaraan haji tahun ini cukup berat. Apalagi ada kebijakan prioritas untuk jemaah lansia yang jumlah cukup besar yakni 30% atau sekitar 67.000 orang.

Baca juga: Apakah Tahallul Harus Sampai Botak? Begini Penjelasannya

"Tantangannya sangat berat dan ini memerlukan penanganan serius. Kalau kita bandingkan dengan jumlah petugas yang ada sangat kurang jadi tidak mungkin meng-cover jumlah lansia," ujarnya di Daker Makkah, Kamis (22/6/2023).

Meski tantangan dari segi jemaah dan penyelenggaraan cukup berat, Wibowo mengajak semua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk tidak menyerah. Wibowo menilai tanpa ada kebijakan affirmatif seperti itu, maka tidak dapat dipastikan kapan jemaah lansia akan berangkat haji.

"Anggap mereka jemaah haji lansia ini orang tua kita yang sedang pergi haji. Kita bantu mereka melaksanakan Rukun Islam kelima. Tentu dengan sejumlah tantangan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wibowo juga mengimbau kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mengajak jemaah haji melaksanakan ibadah-ibadah sunah.

"KBIHU untuk tidak memaksakan jemaahnya karena pasti akan bertumbangan. Sebab sampai saat ini kami mendapat laporan para KBIHU masih melakukan ajakan-ajakan untuk melaksanakan ibadah sunah. Misalnya umrah berkali-kali," tuturnya.

Baca juga: Alissa Wahid: Pembimbing Haji dan Fasilitas untuk Jemaah Perempuan Bertambah

Di sisi lain, Wibowo juga menegaskan isu soal jemaah haji di Arafah tidak mendapat makan yang beredar di media sosial (medsos) adalah hoaks dan menyesatkan. "Karena pada kenyataannya mereka tetap mendapatkan makanan," tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
Rekomendasi
Arkeolog Temukan Harta...
Arkeolog Temukan Harta Karun Berupa Perhiasan dari Luar Angkasa
Virus Raksasa Ditemukan...
Virus Raksasa Ditemukan di Kolam Jepang Berikan Petunjuk Misterius
Arus Atlantik Melemah,...
Arus Atlantik Melemah, Ilmuwan Ungkap Kondisi Berbahaya di Laut
Artikel Terkini
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Infografis
Ini Bahaya Aspirin bagi...
Ini Bahaya Aspirin bagi Lansia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved