Beginilah Tampilan Terbaik Muslimah Ketika Hendak Salat Id
Rabu, 28 Juni 2023 - 11:44 WIB
loading...
Kaum muslimah dianjurkan berpenampilan terbaik ketika hendak melaksanakan salat, termasuk salat Id namun ada beberapa syarat yang dipenuhi agar penampilan syari nya tidak melanggar syariat. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Dalam melaksanakan salat, seorang muslimah dianjurkan lebih mempercantik diri dengan hiasan (pakaian yang pantas-red), terutama dalam salat Jumat, salat jamaah dan salat Id. Anjuran berpenampilan sempurna untuk salat id , karena merupakan hak Allah Ta'ala.
Alah Ta'ala berfirman :
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS Al-Araf 31)
Pakaian yang menghias diri itu minimal menutupi aurat . Seseorang tidak diperkenankan melaksanaan salat atau thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang, meskipun dia salat sendirian di ruangan yang gelap. Bagi muslimah, tidak diperkenankan salat tanpa memakai kerudung sekalipun dia salat sendirian di rumahnya, beda halnya jika dia berada di luar salat.
Menjelang perayaan Iduladha , kaum muslimin juga disunnahkan melaksanakan salat Id. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pun mengajurkan baik muslim maupun muslimah sebelum melaksanakan salat Iduladha ini, dengan mandi terlebih dahulu, berdandan dan berhias diri dengan berpakaian yang terbaik.(
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu‘anhu, ia berkata,
‘Umar mengambil sebuah jubah dari sutra. Dia membelinya di pasar. Kemudian dia memberinya untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam; beliau katakan, ‘Wahai Rasulullah, aku membeli jubah ini supaya engkau bisa ber- tajammul (mengenakannya untuk tujuan tampil bagus/tampan) ketika hari raya dan ketika menyambut tamu.’ Lantas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah baju untuk orang yang tidak punya bagian (di surga).” (HR. Bukhari)
Selain itu, Nabi pun memakai minyak wangi yang paling harum. Inti dari anjuran tersebut adalah supaya saat salat Id nanti umat dapat memperbaiki penampilannya.
Namun demikian, apakah ketentuan yang sama berlaku untuk perempuan muslimah? Beberapa sumber rujukan memang tidak menegaskan adanya perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam hal berpenampilan terbaik ini, akan tetapi Syekh Muhammad bin Salih Utsaimin mengingatkan agar kaum muslimah tetap memerhatikan adab ketika keluar rumah.
Maka itu menurutnya, kaum perempuan muslimah hendaknya pergi ke suatu tempat salat Ied tanpa bersolek berlebihan, tanpa memakai wangi-wangian, dan tidak menampakkan auratnya. Dia mendasarkan pendapatnya pada ketentuan umum fiqih bahwa kaum muslimah diperintahkan menutup tubuhnya, tidak memamerkan perhiasannya (tabarruj), dan tidak memakai wewangian saat keluar rumah.
Sabda Rasulullah SAW, ''Hendaklah mereka (para Muslimah) keluar untuk salat Ied tanpa memakai wangi-wangian dan menjauhi laki-laki.''
Dalil lain, dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW, bersabda:
Alah Ta'ala berfirman :
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS Al-Araf 31)
Pakaian yang menghias diri itu minimal menutupi aurat . Seseorang tidak diperkenankan melaksanaan salat atau thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang, meskipun dia salat sendirian di ruangan yang gelap. Bagi muslimah, tidak diperkenankan salat tanpa memakai kerudung sekalipun dia salat sendirian di rumahnya, beda halnya jika dia berada di luar salat.
Menjelang perayaan Iduladha , kaum muslimin juga disunnahkan melaksanakan salat Id. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pun mengajurkan baik muslim maupun muslimah sebelum melaksanakan salat Iduladha ini, dengan mandi terlebih dahulu, berdandan dan berhias diri dengan berpakaian yang terbaik.(
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu‘anhu, ia berkata,
‘Umar mengambil sebuah jubah dari sutra. Dia membelinya di pasar. Kemudian dia memberinya untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam; beliau katakan, ‘Wahai Rasulullah, aku membeli jubah ini supaya engkau bisa ber- tajammul (mengenakannya untuk tujuan tampil bagus/tampan) ketika hari raya dan ketika menyambut tamu.’ Lantas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah baju untuk orang yang tidak punya bagian (di surga).” (HR. Bukhari)
Selain itu, Nabi pun memakai minyak wangi yang paling harum. Inti dari anjuran tersebut adalah supaya saat salat Id nanti umat dapat memperbaiki penampilannya.
Namun demikian, apakah ketentuan yang sama berlaku untuk perempuan muslimah? Beberapa sumber rujukan memang tidak menegaskan adanya perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam hal berpenampilan terbaik ini, akan tetapi Syekh Muhammad bin Salih Utsaimin mengingatkan agar kaum muslimah tetap memerhatikan adab ketika keluar rumah.
Maka itu menurutnya, kaum perempuan muslimah hendaknya pergi ke suatu tempat salat Ied tanpa bersolek berlebihan, tanpa memakai wangi-wangian, dan tidak menampakkan auratnya. Dia mendasarkan pendapatnya pada ketentuan umum fiqih bahwa kaum muslimah diperintahkan menutup tubuhnya, tidak memamerkan perhiasannya (tabarruj), dan tidak memakai wewangian saat keluar rumah.
Sabda Rasulullah SAW, ''Hendaklah mereka (para Muslimah) keluar untuk salat Ied tanpa memakai wangi-wangian dan menjauhi laki-laki.''
Dalil lain, dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW, bersabda:
Lihat Juga :