75.000 Kantong Daging Kambing Dam Jemaah Haji Indonesia Dikirim ke Tanah Air
Minggu, 02 Juli 2023 - 22:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 5 Hewan yang Boleh Dibunuh di Tanah Suci, Nomor 3 Sering Dijumpai
"Manfaatnya sangat besar untuk mengentaskan stunting dan kemiskinan di indonesia. Saat ini kita punya 4,5 juta kemiskinan ekstrem dan 6 juta kasus stunting. Dengan persediaan daging yang besar meski baru uji coba kalau nanti hasilnya bagus akan diteruskan ke depannya," ucapnya.
Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kemenag Arsad Hidayat mengatakan, tata kelola dam ini tidak cuma soal akuntabilitas, tapi kesempurnaan syariat. Sebab, kambing untuk dam juga ada syarat yang harus dipenuhi. Adanya kerja sama ini, kata Arsad, kambing yang dipilih sudah sesuai dengan syariat, begitu juga dengan proses penyembelihan hingga daging didistribusikan.
"Pengiriman daging harus diproses dulu. Dimasak setengah matang yang akan dikirim ke masyarakat Indonesia. Ini juga dalam rangka pengentasan kemiskinan, kita dari haji punya kontribusi dan peran," ujarnya.
Kepala Daker Makkah Khalilurrahman mengatakan, RPH Al-Okaishiah ini memiliki standar tata kelola yang baik. Seluruh fasilitas ditangani oleh pekerja profesional. Jemaah yang menyembelih hewan di sini juga lebih tenang karena bisa memilih kambing sendiri, melihat penyembelihan hingga menjadi daging yang siap didistribusikan.
Tak hanya itu, RPH ini memiliki cold storage yang menjamin daging tetap fresh sebelum dikirim ke Indonesia. Harga kambing juga masuk akal, yakni SAR600 jika dirupiahkan nilainya sekitar Rp2,4 juta.
"Tujuannya mewujudkan akuntabilitas pembayaran dam khususnya petugas. Juga dalam rangka edukasi tata kelola dam sesuai syariah yang akuntable, transparan, dan profesional," katanya.
"Manfaatnya sangat besar untuk mengentaskan stunting dan kemiskinan di indonesia. Saat ini kita punya 4,5 juta kemiskinan ekstrem dan 6 juta kasus stunting. Dengan persediaan daging yang besar meski baru uji coba kalau nanti hasilnya bagus akan diteruskan ke depannya," ucapnya.
Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kemenag Arsad Hidayat mengatakan, tata kelola dam ini tidak cuma soal akuntabilitas, tapi kesempurnaan syariat. Sebab, kambing untuk dam juga ada syarat yang harus dipenuhi. Adanya kerja sama ini, kata Arsad, kambing yang dipilih sudah sesuai dengan syariat, begitu juga dengan proses penyembelihan hingga daging didistribusikan.
"Pengiriman daging harus diproses dulu. Dimasak setengah matang yang akan dikirim ke masyarakat Indonesia. Ini juga dalam rangka pengentasan kemiskinan, kita dari haji punya kontribusi dan peran," ujarnya.
Kepala Daker Makkah Khalilurrahman mengatakan, RPH Al-Okaishiah ini memiliki standar tata kelola yang baik. Seluruh fasilitas ditangani oleh pekerja profesional. Jemaah yang menyembelih hewan di sini juga lebih tenang karena bisa memilih kambing sendiri, melihat penyembelihan hingga menjadi daging yang siap didistribusikan.
Tak hanya itu, RPH ini memiliki cold storage yang menjamin daging tetap fresh sebelum dikirim ke Indonesia. Harga kambing juga masuk akal, yakni SAR600 jika dirupiahkan nilainya sekitar Rp2,4 juta.
"Tujuannya mewujudkan akuntabilitas pembayaran dam khususnya petugas. Juga dalam rangka edukasi tata kelola dam sesuai syariah yang akuntable, transparan, dan profesional," katanya.
(abd)
Lihat Juga :