Misteri Panji Gumilang: Eks Anggota NII Ini Mengaku Moral Rusak, Merasa seperti Dajjal
Kamis, 13 Juli 2023 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 1996, waktu itu ada pendidikan, saya dari "Watad' dengan kode teritorial 92225. (baca dari belakang, angka 5 adalah posisi Mas'ul Musa namanya Ali Akbar, angka 2 Mas'ul Ibrahima namanya Abu Amar, angka 2 berikutnya mas'ul Shaleh, 2 berikutnya Mas'ul Hud adalah Syaifullah alias Aseng, dan angka 9 Mas'ul Nuh yang masih dipegang Abu Toto.
Untuk menjadi Musa atau Mudabir Musa (92845: posisi saya menempati angka 5, angka 4 Mudabir Ibrahim, angka 8 adalah Abu Amar dan angka 2 adalah Syaifullah, sedang angka 9 Abu Toto), dan saya lupa berapa besarnya dana untuk "tartib" Musa.
Sejak saat itu saya naik tingkat menjadi Mudabir Musa, hingga akhirnya saya bosan. Saat itu saya mau keluar dari NII, tapi takut. Akhirnya dengan kepala stress saya nekad akan keluar, tapi mau lari kemana? Karena menurut mereka setiap jengkal tanah ada anggota NII.
Baca juga: Misteri Panji Gumilang, Al Chaidar: Biar Ganti Nama, Saya Mengenal Dia
Saya keluar dari NII perlahan-lahan. Saya katakan niat keluar tersebut kepada Ibrahim, namun saya ditahan oleh mereka, dan dikatakan kepada saya: "Kalau keluar, kafirlah kamu, pokoknya hidup kamupun tidak ada gunanya di Makkah".
Memang, sebenarnya saya masih cinta dengan NII, tapi masalah dana dan mencari umat itu yang saya rasakan sangat berat. Saya mulai benar benar keluar, setelah ada program tartib besar besaran. Dan setelah keluar, kepala saya pusing, masyarakat mengejek, salat tidak, apalagi yang lainnya.
Lantas saya merasa jadi 'setan' di bumi ini, karena NII mengatakan semua perbuatan saya sia-sia. Akhirnya, saya sering mabuk-mabukan. Walaupun begitu saya masih tetap takut akibat keluar saya dari NII, kemudian saya masuki dunia Narkoba, di situ saya sukses.
Saya tak berpikir lagi ke mana saya harus mencari Tuhan, pokoknya hidup saya bebas, dan bebas pergaulan, hingga saya berkenalan dengan seorang wanita, hingga berhubungan serius. Akhirnya orang tua wanita itu tidak menyetujui hubungan saya, dan malah saya dijebloskan ke penjara.
Karena itu saya berpikir, saya sudah tidak punya tuhan lagi, dan saya anggap diri saya ini adalah setan di bumi ini. Yang menjadi permasalahan, kenapa saya masih merasa tetap setia dengan doktrin NII, terutama doktrin tidak perlu salat sementara sadar kewajiban jihad untuk mendirikan NII, dan jangan mendengarkan perkataan orang-orang kafir (orang di luar NII), serta paham NII rasanya tak bisa lepas dari otak saya.
Selain itu ada efek rusaknya, setelah saya keluar dari NII adalah moral saya rusak dan merasa cap 'dajjal' melekat pada diri saya, yang membuat saya merasa terasing di muka bumi ini.
Baca juga: Pucuk Pimpinan Al Zaitun Panji Gumilang yang Penuh Misteri
Untuk menjadi Musa atau Mudabir Musa (92845: posisi saya menempati angka 5, angka 4 Mudabir Ibrahim, angka 8 adalah Abu Amar dan angka 2 adalah Syaifullah, sedang angka 9 Abu Toto), dan saya lupa berapa besarnya dana untuk "tartib" Musa.
Sejak saat itu saya naik tingkat menjadi Mudabir Musa, hingga akhirnya saya bosan. Saat itu saya mau keluar dari NII, tapi takut. Akhirnya dengan kepala stress saya nekad akan keluar, tapi mau lari kemana? Karena menurut mereka setiap jengkal tanah ada anggota NII.
Baca juga: Misteri Panji Gumilang, Al Chaidar: Biar Ganti Nama, Saya Mengenal Dia
Saya keluar dari NII perlahan-lahan. Saya katakan niat keluar tersebut kepada Ibrahim, namun saya ditahan oleh mereka, dan dikatakan kepada saya: "Kalau keluar, kafirlah kamu, pokoknya hidup kamupun tidak ada gunanya di Makkah".
Memang, sebenarnya saya masih cinta dengan NII, tapi masalah dana dan mencari umat itu yang saya rasakan sangat berat. Saya mulai benar benar keluar, setelah ada program tartib besar besaran. Dan setelah keluar, kepala saya pusing, masyarakat mengejek, salat tidak, apalagi yang lainnya.
Lantas saya merasa jadi 'setan' di bumi ini, karena NII mengatakan semua perbuatan saya sia-sia. Akhirnya, saya sering mabuk-mabukan. Walaupun begitu saya masih tetap takut akibat keluar saya dari NII, kemudian saya masuki dunia Narkoba, di situ saya sukses.
Saya tak berpikir lagi ke mana saya harus mencari Tuhan, pokoknya hidup saya bebas, dan bebas pergaulan, hingga saya berkenalan dengan seorang wanita, hingga berhubungan serius. Akhirnya orang tua wanita itu tidak menyetujui hubungan saya, dan malah saya dijebloskan ke penjara.
Karena itu saya berpikir, saya sudah tidak punya tuhan lagi, dan saya anggap diri saya ini adalah setan di bumi ini. Yang menjadi permasalahan, kenapa saya masih merasa tetap setia dengan doktrin NII, terutama doktrin tidak perlu salat sementara sadar kewajiban jihad untuk mendirikan NII, dan jangan mendengarkan perkataan orang-orang kafir (orang di luar NII), serta paham NII rasanya tak bisa lepas dari otak saya.
Selain itu ada efek rusaknya, setelah saya keluar dari NII adalah moral saya rusak dan merasa cap 'dajjal' melekat pada diri saya, yang membuat saya merasa terasing di muka bumi ini.
Baca juga: Pucuk Pimpinan Al Zaitun Panji Gumilang yang Penuh Misteri
(mhy)
Lihat Juga :