Kisah Bijak Para Sufi: Si Lumpuh dan Si Buta

Selasa, 28 Juli 2020 - 06:23 WIB
loading...
Kisah Bijak Para Sufi:...
Foto/Ilustrasi/Library of Congress, dengan judul Arabs siriens. Aveugl portent un paralitique / Dumas Ph
A A A
PADA suatu hari, ada seorang lumpuh pergi ke sebuah Serai ('Losmen'), dan duduk di sebelah seseorang yang sudah lebih dulu di sana. "Saya tidak akan pernah bisa datang ke pesta Sultan," keluhnya, "karena kakiku yang lumpuh ini, aku tak bisa berjalan cepat."

Baca juga: Kereta: Tiga Macam Ilmu dalam Telaah Kemanusiaan

Orang di sampingnya itu mengangkat kepalanya. "Saya pun telah diundang," katanya, "tapi keadaanku lebih buruk daripada Saudara. Saya buta, dan tak bisa melihat jalan, meskipun saya juga diundang."

Orang ketiga, yang mendengar percakapan mereka itu, berkata, "Tetapi, kalau saja Tuan menyadarinya, kalian berdua memiliki cara untuk mencapai tujuan. Yang buta bisa berjalan, membopong yang lumpuh. Kalian bisa mempergunakan kaki Si Buta, dan mata Si Lumpuh untuk menunjukkan jalan."

Baca juga
: Akal-Akalan Menyiasati Sumpah

Demikianlah keduanya bisa mencapai ujung jalan, di mana pesta sudah menanti. Tetapi dalam perjalanannya, mereka singgah untuk mengaso di sebuah losmen lain. Mereka menjelaskan keadaan mereka kepada dua orang lain yang duduk sedih di sana. Kedua orang lain itu, yang satunya tuli, dan yang lain bisu. Keduanya juga diundang ke pesta. Yang bisu mendengar, tetapi tak bisa menjelaskannya kepada temannya yang tuli. Yang tuli bisa bicara, tetapi tak ada yang bisa dikatakannya.

Tak ada dari kedua orang itu yang bisa datang ke pesta; sebab kali ini tak ada orang ketiga yang bisa menjelaskan kepada mereka bahwa ada hambatan, lebih-lebih bagaimana mereka bisa mengatasi hambatan itu.

===
Baca juga: Kebijaksanaan yang Diperjualbelikan

Diriwayatkan bahwa Abdul Qadir yang agung meninggalkan sebuah jubah Sufi yang bertambal sulam untuk diberikan kepada seorang penerus pemakai mantel itu, yang baru akan lahir hampir enam ratus tahun setelah kematian Sufi Agung itu.

Pada tahun 1563, Sayid Sikandar Shah, Qadiri, setelah mendapatkan kepercayaan ini, meneruskan dan mewariskan mantel itu kepada Syeh Ahmad Faruqi dari Sirhind.

Guru Naqshbandi ini telah dinobatkan sebagai anggota enam belas Kaum Darwis oleh ayahnya, yang telah mencari dan menyusun kembali adat dan pengetahuan Sufisme yang sebelumnya terserak-serak, dalam pengelanaannya yang jauh dan berbahaya.

Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap

Diyakini bahwa Sirhind merupakan tempat yang ditentukan bagi kemunculan Guru Agung, dan dari generasi ke generasi orang-orang suci telah menantikan perwujudannya.

Sebagai akibat kemunculan Faruqi dan penerimaannya oleh semua kepala kaum pada masanya, Kaum Naqshbandi kini meresmikan pengikut-pengikutnya menjadi empat aliran utama dalam Sufisme: Chishti, Qadiri, Suhrawardi, dan Naqshbandi.

Baca juga: Ujian Kekayaan: Dari Tiga Orang, Hanya Lulus Satu Orang

Idries Shah dalam Tales of The Dervishes diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi menjelaskan "Si Lumpuh dan Si Buta" dianggap berasal dari Syeh Ahmad Faruqi, yang meninggal pada tahun 1615.

Kisah ini diandaikan dibaca hanya setelah menerima perintah untuk membacanya; atau oleh mereka yang telah mempelajari karya Hakim Sanai, " Orang-Orang Buta dan Gajah ". (Baca juga: Para Pelayan dan Rumah )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Bukan Kiamat, Ahli Pastikan...
Bukan Kiamat, Ahli Pastikan Matahari Terbit dari Utara Siklus Normal
Benarkan Isi Al-Quran,...
Benarkan Isi Al-Quran, Riset Ini Akui Besi Bukan Berasal dari Bumi
Suhu Permukan Laut Samudra...
Suhu Permukan Laut Samudra Atlantik Terdeksi Terendah, Ada Apa?
Artikel Terkini
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved