Hukum Menyingkat Sholawat dengan SAW, Bolehkah?
Senin, 17 Juli 2023 - 17:41 WIB
loading...
A
A
A
واجتنب أيها الكاتب الرمز لها أي للصلاة على رسول الله صلى الله عليه و سلم في خطك بأن تقتصر منها على حرفين ونحو ذلك فتكون منقوصة صورة ...خلاف الأولى.
"Wahai para penulis, hendaknya engkau menjauhi penulisan simbol dari shalawat kepada Rasulullah ﷺ dalam tulisanmu, yaitu engkau menyingkatnya menjadi dua huruf dan yang semisalnya. Maka jadilah bentuk shalawatnya menjadi berkurang. Ini adalah menyelisihi keutamaan." [Fath al Mughits (3/71)]
3. Imam Abdurrahim al Iraqi asy-Syafi’i rahimahullah berkata:
ينبغي أن يحافظ على كتب الثناء على الله تعالى عند ذكر اسمه، نحو: عز وجل، وتبارك وتعالى، ونحو ذلك. وكذلك كتابة الصلاة والتسليم على النبي - صلى الله عليه وسلم -، عند ذكره. ولا تسأم من تكرر ذلك فأجره عظيم
"Hendaknya tetap dijaga penulisan pujian kepada Allah ta'ala ketika menyebut nama-Nya seperti: 'Azza wa Jalla, tabaraka wa ta'ala, dan kalimat semisalnya. Demikian juga penulisan shalawat dan salam kepada Nabi ﷺ ketika menyebut namanya. Dan janganlah penulis merasa bosan dari mengulang-ulangnya karena ada pahala yang besar." [Syarah Tabshirah wa tadzkirah (1/475)]
4. Imam Ibnu Hajar al-Haitsami Asy-Syafi'i rahimahullah berkata:
وكذا اسم رسوله بأن يكتب عقبه - صلى الله عليه وسلم - فقد جرت به عادة الخلف كالسلف ولا يختصر كتابتها بنحو صلعم فإنه عادة المحرومين
"...Demikian pula ketika menulis nama Rasulullah supaya menuliskan shallallahu 'alaihi wa Sallam yang beriring dengan nama Rasulullah ﷺ. Tradisi ini sudah berlaku di tengah-tengah kalangan ulama khalaf seperti halnya berlaku di kalangan ulama salaf. Dan tidak meringkas keduanya (shalawat dan salam) dengan semacam singkatan "صَلْعَمْ" karena hal tersebut adalah perilaku kaum yang terhalang dari kebaikan." [Al Fatawa al Haditsiyah hal. 164]
5. Imam Suyuthi asy-Syafi'i rahimahullah berkata:
ويكره الاقتصار على الصلاة أو التسليم والرمز إليهما في الكتابة، بل يكتبهما بكمالهما
"Dan dimakruhkan menyingkat Sholawat atau salam atau membuat simbol dengannya ketika menulisnya. Yang seharusnya keduanya ditulis dengan sempurna." [Tadrib ar Rawi (1/502)]
6. Imam Ibnu al-'Aini al-Hanafi rahimahullah berkata:
"Wahai para penulis, hendaknya engkau menjauhi penulisan simbol dari shalawat kepada Rasulullah ﷺ dalam tulisanmu, yaitu engkau menyingkatnya menjadi dua huruf dan yang semisalnya. Maka jadilah bentuk shalawatnya menjadi berkurang. Ini adalah menyelisihi keutamaan." [Fath al Mughits (3/71)]
3. Imam Abdurrahim al Iraqi asy-Syafi’i rahimahullah berkata:
ينبغي أن يحافظ على كتب الثناء على الله تعالى عند ذكر اسمه، نحو: عز وجل، وتبارك وتعالى، ونحو ذلك. وكذلك كتابة الصلاة والتسليم على النبي - صلى الله عليه وسلم -، عند ذكره. ولا تسأم من تكرر ذلك فأجره عظيم
"Hendaknya tetap dijaga penulisan pujian kepada Allah ta'ala ketika menyebut nama-Nya seperti: 'Azza wa Jalla, tabaraka wa ta'ala, dan kalimat semisalnya. Demikian juga penulisan shalawat dan salam kepada Nabi ﷺ ketika menyebut namanya. Dan janganlah penulis merasa bosan dari mengulang-ulangnya karena ada pahala yang besar." [Syarah Tabshirah wa tadzkirah (1/475)]
4. Imam Ibnu Hajar al-Haitsami Asy-Syafi'i rahimahullah berkata:
وكذا اسم رسوله بأن يكتب عقبه - صلى الله عليه وسلم - فقد جرت به عادة الخلف كالسلف ولا يختصر كتابتها بنحو صلعم فإنه عادة المحرومين
"...Demikian pula ketika menulis nama Rasulullah supaya menuliskan shallallahu 'alaihi wa Sallam yang beriring dengan nama Rasulullah ﷺ. Tradisi ini sudah berlaku di tengah-tengah kalangan ulama khalaf seperti halnya berlaku di kalangan ulama salaf. Dan tidak meringkas keduanya (shalawat dan salam) dengan semacam singkatan "صَلْعَمْ" karena hal tersebut adalah perilaku kaum yang terhalang dari kebaikan." [Al Fatawa al Haditsiyah hal. 164]
5. Imam Suyuthi asy-Syafi'i rahimahullah berkata:
ويكره الاقتصار على الصلاة أو التسليم والرمز إليهما في الكتابة، بل يكتبهما بكمالهما
"Dan dimakruhkan menyingkat Sholawat atau salam atau membuat simbol dengannya ketika menulisnya. Yang seharusnya keduanya ditulis dengan sempurna." [Tadrib ar Rawi (1/502)]
6. Imam Ibnu al-'Aini al-Hanafi rahimahullah berkata:
Lihat Juga :