Musibah dalam Kehidupan dan Cara Meresponsnya

Selasa, 18 Juli 2023 - 15:49 WIB
loading...
Musibah dalam Kehidupan...
Imam Shamsi Ali, Dai yang juga Presiden Nusantara Foundation USA. Foto/Ist
A A A
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center
Presiden Nusantara Foundation USA

Hidup itu tantangan. Kehidupan itu sendiri adalah perjuangan. Karenanya siapapun yang hidup di atas bumi ini pastinya akan tertantang. Dari raja-raja dan pemilik kekuasaan, para pebisnis dan saudagar yang kaya raya, hingga mereka yang papah melarat dan dipandang hina dina. Semua pastinya menghadapi ujian atau cobaan sesuai kadar dan ketentuan Penguasa alam semesta.

Musibah yang biasa diterjemahkan dengan cobaan atau ujian sesungguhnya bermakna target. Kata ini berasal dari kata Ashoba (menarget). Sehingga mushibah yang seolah kata benda sebenarnya juga berbentuk kata faa'il (pelaku). Bermakna bahwa sesuatu yang menimpa kita itu adalah pelaku yang menarget targetnya.

Dari pemaknaan ini sebenarnya dipahami bahwa sebuah cobaan atau ujian pastinya memiliki target yang pasti. Target ini yang kita pahami sebagai hikmah dari terjadinya musibah dalam kehidupan manusia.

Sebagaimana kehidupan, dunia ini sendiri identik dengan tempat di mana ujian itu pasti berlaku. Bahkan ujian itu bersifat natural (alami) dan pasti, bahkan menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia. Ujian hanya akan berakhir dengan berakhirnya hidup sementara dan dunia ini ditinggalkan.

Oleh karena itu, isu yang sesungguhnya bukan pada ujian dan musibah. Tapi lebih kepada bagaimana cara pandang (mindset) kita dalam memahami dan merespons setiap ujian yang terjadi dalam hidup.

Seorang Mukmin tentunya dalam memandang segalanya akan memakai pandangan yang menyeluruh. Selain pandangan lahir juga tidak kalah pentingnya seorang Mukmin akan memandang segala sesuatu dalam hidupnya dengan mata batin (hati/iman). Sehingga penilaian dan respons yang diambil tidak dibatasi pada penilaian dan respon lahir semata.

Musibah atau ujian dan cobaan yang menimpa seseorang secara lahir pastinya pahit. Namun ketika pandangan lahir ini diimbangi oleh pandangan batin atau iman maka pahit getirnya ujian bisa berubah menjadi obat dan jalan kebaikan.

Ujian atau cobaan (musibah) secara umum bisa merupakan jalan penghapusan dosa-dosa. Dengan pandangan batin (iman) dihapuskannya dosa-dosa kita tidak dinilai menyakitkan. Justru dengan kesadaran batin tentang penghapusan dosa (pengampunan) ujian itu menjadi terasa indah dan manis.

Ujian atau cobaan (musibah) juga bisa dimaknai sebagai jalan Allah dalam mengangkat derajat seorang hambaNya. Ulul Azmi dari kalangan pada Rasulullah SAW diuji sedemikian rupa. Bukan karena dosa-dosa mereka. Tapi karena memang itulah cara Allah meninggikan derat mereka. Merekalah Rasul-Rasul Allah yang termulia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Perbedaan Musibah dan...
Perbedaan Musibah dan Azab, Begini Penjelasannya Menurut Al Quran
Memahami Bencana sebagai...
Memahami Bencana sebagai Ujian dari Allah SWT, Begini Penjelasannya
Teks Khotbah Jumat:...
Teks Khotbah Jumat: Makna Takdir dan Musibah sebagai Ujian Kehidupan
Bencana dan Klasifikasinya...
Bencana dan Klasifikasinya Menurut Petunjuk Al Quran dan Hadis, Simak di Sini!
Kumpulan Ayat-Ayat Al-Quran...
Kumpulan Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Bencana dan Musibah
Doa-doa Pendek agar...
Doa-doa Pendek agar Dijauhkan dari Musibah yang Datang Tak Diduga
Rekomendasi
Es Antartika Tiba-tiba...
Es Antartika Tiba-tiba Mencair, Ilmuwan Mulai Panik
Rumania Bersiap Hadapi...
Rumania Bersiap Hadapi Gelombang Panas, Peringatan Merah Dikeluarkan
Dekat dengan Indonesia,...
Dekat dengan Indonesia, Ini yang Akan Picu Lempeng Raksasa Samudra Hindia Pecah
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved