3 Amalan Utama di Bulan Muharram, Apa Saja?

Selasa, 18 Juli 2023 - 23:10 WIB
loading...
3 Amalan Utama di Bulan...
Ada tiga amalan utama di bulan Muharram yang perlu diketahui dan dihidupkan umat Islam. Foto/ist
A A A
Malam ini kita telah memasuki 1 Muharram 1445 Hijriah, bulan yang sangat dimuliakan Allah. Ada tiga amalan utama di bulan Muharram yang perlu diketahui dan diamalkan umat Islam.

Pendiri Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat menukil salah satu kitab rujukan Mazhab Syafi'i yakni Kitab I'anatut Thalibin. Disebutkan bahwa banyak amalan-amalan yang bisa dikerjakan pada momentum bulan Muharram.

Penulis kitab tersebut, Abu Bakar Al-Bakri (wafat 1310 H) mengutip nazham yang disusun anonim (tanpa nama pengarang) berkaitan dengan amalan di bulan Muharram yaitu:

صم صل زر عالما واكتحل....رأس اليتيم امسح تصدق واغتسل

"Puasalah, Sholatlah, Silaturrahim-lah, mandilah (sunnah) kepala anak yatim usaplah, bersedekahlah dan pakailah celak mata."

..وسع على العيال قلم ظفرا ....وسورة الاخلاص قل ألفا تصل

"Luaskan belanja, potonglah kuku, kunjungi ulama, tengoklah orang sakit, bacalah Surat Al-Ihklas 1000 kali."

"Namun penyusun kitab ini mengatakan bahwa hanya dua saja yang memiliki dasar kuat yaitu puasa sunnah dan meluaskan belanja. Sedangkan selebihnya kebanyakan Haditsnya dhaif dan sebagian lagi mungkar maudhu," kata Ustaz Ahmad Sarwat sebagaimana dilansir dari rumahfiqih.

Berikut Tiga Amalan Utama Bulan Muharram:

1. Puasa Asyura dan Tasu'a
Yang berkaitan dengan puasa adalah puasa sunnah yaitu pada hari ke-10 dan ke-9 di bulan Muharram. Sering juga disebut dengan puasa 'Asyuro dan Tasu'a. Banyak sekali dalil yang menerangkan hal ini, antara lain:

Dari Abu Hurairoh ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam." (HR Muslim 1162)

Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan RA berkata: "Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Ini hari Assyura, dan Allah tidak mewajibkan shaum (puasa) kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka." (HR Al-Bukhari 2003)

Rasulullah SAW bersabda: "Puasalah kalian pada hari 'Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. PuasaLAH kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." (HR Ath-Thahawy dan Al-BaihaqI serta Ibnu Khuzaimah 2095)

2. Meluaskan Belanja
Amal lainnya di samping puasa yaitu meluaskan belanja. Sebagaimana disebutkan oleh Imam An-Nawawi,adalah amal yang dasar hukumnya lemah. Dari Hadits Abi Said Al-Khudhri bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang meluaskan belanja kepada keluarganya pada Hari Asyura, maka Allah akan meluaskan atasnya belanja selama setahun."

Oleh sebagian ulama, Hadis ini dilemahkan, namun sebagian lainnya mengatakan hadits ini Shahih, lalu sebagian lainnya mengatakan Hasan. Yang men-shahihkan di antaranya adalah Zainuddin Al-Iraqi dan Ibnu Nashiruddin.

As-Suyuthi dan Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa karena begitu banyaknya jalur periwayatan hadits ini, maka derajat hadits ini menjadi hasan bahkan menjadi shahih. Sehingga Ibnu Taimiyah di dalam kitabnya Al-Ikhtiyarat termasuk yang menganjurkan perbuatan ini di Hari Asyura.

3. Bersedekah
Siapa yang puasa Hari Asyura, dia seperti puasa setahun. Dan siapa yang bersedekah pada hari itu, dia seperti bersedekah selama setahun. Pada hari itu juga disunnahkan untuk bersedekah, menurut kalangan Mazhab Maliki.

Sedangkan mazhab lainnya, tidak ada landasan dalil yang secara khusus menyebutkan hal itu dan kuat derajat haditsnya. Karena mereka mendhaifkan Hadis di atas. Sebenarnya amal-amal itu semua baik-baik saja, selama tidak dikaitkan dengan momentum tertentu.

Sehingga yang menjadi titik masalah adalah dikaitkannya amal-amal itu dengan momen Muharram dengan keyakinan bahwa bila dilakukan di waktu lain, tidak sebesar itu pahalanya. Karena dasar Hadisnya memang lemah, bahkan sebagian dhaif dan mungkar.

Namun kita harus pahami bahwa amaliyah seperti ini bagi sebagian kalangan umat sudah diajarkan dan dipraktikkan, meski sebagian Hadisnya dikritik oleh banyak kalangan. Dan selama masih ada kritik, sebenarnya merupakan ikhtilaf di kalangan ulama hadis.

Demikian penjelasan Ustaz Ahmad Sarwat terkait amalan di bulan Muharram. Semoga Allah memudahkan kita untuk beramal saleh.

Baca Juga: Amalan Sunnah 1 Muharram Bertabur Pahala, Jangan Dilewatkan!
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Rekomendasi
Lempeng Tektonik Berubah...
Lempeng Tektonik Berubah Drastis, Riset Klaim India Mulai Terbagi Jadi Dua
Terjadi di Zaman Nabi,...
Terjadi di Zaman Nabi, Fenomena Alam Ini Jadikan Organ Tubuh seperti Kaca
Harta Karun Pembawa...
Harta Karun Pembawa Kutukan Paling Mematikan di Dunia
Artikel Terkini
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved