Waspada, Inilah Dosa-dosa Wanita karena Lisannya
Rabu, 26 Juli 2023 - 15:04 WIB
loading...
Dalam Islam, Allah subhanahu wa taala dan Rasul-Nya telah memberikan arahan agar lisan tidak tergelincir pada dosa. Apalagi untuk kaum wanita, sering diingatkan harus menjaga lisannya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Dalam Islam, Allah subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya telah memberikan arahan agar lisan tidak tergelincir pada dosa . Apalagi untuk kaum wanita, sering diingatkan harus menjaga lisan nya.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu, namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat”. (HR Muslim).
Mendengar hadis ini, Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Betapa sering hadis ini mengurungkanku untuk berbicara.”
Artinya, seorang yang mengaku beriman harus hati-hati menggunakan lisannya. Sebab menjaga lisan termasuk ajaran Islam yang mulia. Agama ini mengajarkan bagaimana berakhlak kepada Sang Pencipta dan bagaimana berakhlak kepada sesama manusia. Bahkan akhlak yang mulia itu dijadikan sebagai wujud nyata keimanan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di hadis lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ulama mengatakan, siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam. Artinya ucapannya adalah ucapan yang baik dan memiliki tujuan yang baik. Terkadang ucapan itu baik, tapi yang diinginkan bukan kebaikan. Seperti adu domba. Adu domba adalah seseorang mengabarkan realita kepada orang ketiga. Tapi tujuannya adalah untuk merusak . Jadi, kalimat yang diucapkan adalah baik, realita, bukan dusta, dan maksud mengatakannya pun baik.
Abdullah bin Abbas mengatakan, “Semoga Allah merahmati seseorang yang berbicara lalu ia mendapatkan kebaikan. Atau diam dari ucapan buruk sehingga ia selamat.” Ucapan Ibnu Abbas ini adalah ucapan yang indah. Kalau seseorang harus berbicara, bicaralah dengan sesuatu yang dapat menuai pahala dan memberi kemanfaatan . Kalau tidak demikian, maka lebih baik diam. Itu membuatnya selamat dan orang lain selamat.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
“Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu, namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat”. (HR Muslim).
Mendengar hadis ini, Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Betapa sering hadis ini mengurungkanku untuk berbicara.”
Artinya, seorang yang mengaku beriman harus hati-hati menggunakan lisannya. Sebab menjaga lisan termasuk ajaran Islam yang mulia. Agama ini mengajarkan bagaimana berakhlak kepada Sang Pencipta dan bagaimana berakhlak kepada sesama manusia. Bahkan akhlak yang mulia itu dijadikan sebagai wujud nyata keimanan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di hadis lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ulama mengatakan, siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam. Artinya ucapannya adalah ucapan yang baik dan memiliki tujuan yang baik. Terkadang ucapan itu baik, tapi yang diinginkan bukan kebaikan. Seperti adu domba. Adu domba adalah seseorang mengabarkan realita kepada orang ketiga. Tapi tujuannya adalah untuk merusak . Jadi, kalimat yang diucapkan adalah baik, realita, bukan dusta, dan maksud mengatakannya pun baik.
Abdullah bin Abbas mengatakan, “Semoga Allah merahmati seseorang yang berbicara lalu ia mendapatkan kebaikan. Atau diam dari ucapan buruk sehingga ia selamat.” Ucapan Ibnu Abbas ini adalah ucapan yang indah. Kalau seseorang harus berbicara, bicaralah dengan sesuatu yang dapat menuai pahala dan memberi kemanfaatan . Kalau tidak demikian, maka lebih baik diam. Itu membuatnya selamat dan orang lain selamat.
Lihat Juga :