Begini Pendapat Sayyid Quthb tentang Era Jahiliah Saat Ini
Minggu, 30 Juli 2023 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian kita harus membersihkan diri kita dari tekanan masyarakat jahiliah, pola pandang jahiliah, tradisi jahiliah dan kepemimpinan jahiliah, dalam diri kita.
"Tugas kita bukan untuk ber co-eksistensi dengan realitas masyarakat jahiliah ini, juga bukan untuk memberikan loyalitas kita kepadanya. Karena dengan sifat seperti ini, sifat jahiliah, ia tidak boleh kita ajak berdamai. Tugas kita adalah, pertama merubah diri kita, kemudian merubah masyarakat kita," ujar Sayyid Quthb.
Baca juga: Di Balik Kegagalan Dakwah Islam setelah Generasi Sahabat Menurut Sayyid Qutb
Menurutnya, tugas utama kita adalah mengubah realitas masyarakat kita. Dan tugas kita adalah mengubah realitas jahiliah ini dari akarnya. Realitas yang bersebrangan secara diametral dengan manhaj Islami, dan pola pandang Islam, yang menghalangi kita dengan kekuatan dan tekanan untuk hidup sesuai dengan yang dikehendaki oleh manhaj Ilahi bagi kita.
Langkah pertama didalam jalan kita ini adalah, menciptakan jarak dengan masyarakat jahiliah ini, beserta nilai-nilai dan pola pandangnya. Dan kita jangan sampai mengubah nilai-nilai dan pola pandang kita sedikitpun agar bertemu dengannya di pertengahan jalan. Karena kita bersimpangan jalan dengannya, sehingga satu langkah saja kita mengikuti jalannya, niscaya kita akan kehilangan manhaj dan jalan kita!
Sayyid Quthb menyadari bahwa tentu kita akan menemukan kesulitan dan kepayahan dalam jalan ini, dan menuntut pengorbanan yang besar dari kita. "Namun kita tidak memiliki pilihan lain, jika kita ingin mengikuti jalan generasi pertama Islam, yang telah Allah SWT letakkan mereka dalam manhaj Ilahi-Nya, dan telah diberikan kemenangan atas manhaj jahiliah," ujarnya.
Menurut Sayyid Quthb, seharusnya kita selalu mengetahui sifat manhaj kita ini, sikap kita, dan sifat jalan yang harus kita lalui untuk keluar dari kejahiliahan, seperti keluarnya generasi istimewa itu.
Baca juga: Sayyid Quthb Gambarkan Keistimewaan Muslim Generasi Pertama Era Sahabat
"Tugas kita bukan untuk ber co-eksistensi dengan realitas masyarakat jahiliah ini, juga bukan untuk memberikan loyalitas kita kepadanya. Karena dengan sifat seperti ini, sifat jahiliah, ia tidak boleh kita ajak berdamai. Tugas kita adalah, pertama merubah diri kita, kemudian merubah masyarakat kita," ujar Sayyid Quthb.
Baca juga: Di Balik Kegagalan Dakwah Islam setelah Generasi Sahabat Menurut Sayyid Qutb
Menurutnya, tugas utama kita adalah mengubah realitas masyarakat kita. Dan tugas kita adalah mengubah realitas jahiliah ini dari akarnya. Realitas yang bersebrangan secara diametral dengan manhaj Islami, dan pola pandang Islam, yang menghalangi kita dengan kekuatan dan tekanan untuk hidup sesuai dengan yang dikehendaki oleh manhaj Ilahi bagi kita.
Langkah pertama didalam jalan kita ini adalah, menciptakan jarak dengan masyarakat jahiliah ini, beserta nilai-nilai dan pola pandangnya. Dan kita jangan sampai mengubah nilai-nilai dan pola pandang kita sedikitpun agar bertemu dengannya di pertengahan jalan. Karena kita bersimpangan jalan dengannya, sehingga satu langkah saja kita mengikuti jalannya, niscaya kita akan kehilangan manhaj dan jalan kita!
Sayyid Quthb menyadari bahwa tentu kita akan menemukan kesulitan dan kepayahan dalam jalan ini, dan menuntut pengorbanan yang besar dari kita. "Namun kita tidak memiliki pilihan lain, jika kita ingin mengikuti jalan generasi pertama Islam, yang telah Allah SWT letakkan mereka dalam manhaj Ilahi-Nya, dan telah diberikan kemenangan atas manhaj jahiliah," ujarnya.
Menurut Sayyid Quthb, seharusnya kita selalu mengetahui sifat manhaj kita ini, sikap kita, dan sifat jalan yang harus kita lalui untuk keluar dari kejahiliahan, seperti keluarnya generasi istimewa itu.
Baca juga: Sayyid Quthb Gambarkan Keistimewaan Muslim Generasi Pertama Era Sahabat
(mhy)
Lihat Juga :