Para Nabi Memberi Pelajaran dengan Metode Logika dan Penalaran, Begini Penjelasannya

Selasa, 08 Agustus 2023 - 18:41 WIB
loading...
Para Nabi Memberi Pelajaran...
Al-Quran juga telah mengutip argumen-argumen Ibrahim. Ilustrasi: Ist
A A A
Metode yang digunakan para nabi untuk memberi pelajaran dan tuntutan kepada manusia ialah metode logika dan penalaran, karena mereka berurusan dengan pikiran manusia. Mereka berhasrat mendirikan pemerintahan yang didasarkan pada keimanan , pengetahuan, dan keadilan, dan pemerintahan semacam itu tak dapat didirikan melalui kekerasan, peperangan, dan pertumpahan darah.

"Oleh karena itu, kita harus membedakan pemerintahan para nabi dengan pemerintahan Fir'aun dan Namrud ," tulis Ja'far Subhani dalam bukunya berjudul "Ar-Risalah, Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW" (PT Lentera Basritama, 2004).

Menurutnya, tujuan dari kelompok yang kedua ini ialah amannya kekuasaan dan pemerintahan mereka dengan segala cara yang mungkin, sekalipun negara akan runtuh setelah mereka mati.

Baca juga: Rumus Firaun Bangun Piramida, Bikin Rakyat Menderita?

Sebaliknya, orang-orang suci bermaksud mendirikan pemerintahan yang membawa maslahat pada individu maupun masyarakat, baik penguasa itu kuat atau lemah pada suatu waktu tertentu, sementara ia hidup maupun sesudah ia mati. "Tujuan semacam itu tentu saja tak dapat dicapai dengan kekerasan dan tekanan," ujar Jafar Subhani.

Jafar Subhani memberi contoh, Ibrahim pertama-tama berjuang melawan kepercayaan kaum kerabatnya yang menyembah berhala, di mana Azar merupakan pentolannya. Sebelum mencapai keberhasilan penuh dalam bidang ini, ia sudah harus berjuang pada bidang operasi lainnya.

Taraf pemikiran kelompok yang kedua ini agak lebih tinggi dan lebih jelas dari yang pertama. Berlawanan dengan agama para famili Ibrahim, mereka ini telah membuang makhluk-makhluk duniawi yang hina dan tak berharga, lalu memuja bintang di langit.

Ja'far Subhani menjelaskan ketika melawan pemujaan bintang, Ibrahim menyatakan dengan kata-kata sederhana sejumlah kebenaran filosofis dan ilmiah yang belum dipahami oleh manusia di zaman itu, bahkan sekarang pun argumennya menimbulkan kekaguman para sarjana yang sangat mengenal seni logika dan perdebatan.

Di atas semua ini, Al-Qur'an juga telah mengutip argumen-argumen Ibrahim.

Untuk dapat menuntun masyarakatnya, suatu malam Ibrahim menatap ke langit di saat terbenamnya matahari dan terus terjaga hingga ia terbenam lagi di hari berikutnya. Selama 24 jam ini ia berdebat dan berdiskusi dengan tiga kelompok, dan menyalahkan kepercayaan mereka dengan argumen-argumennya yang kuat.

Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Mengajarkan Agama Tauhid

Kegelapan malam mendekat dan menyembunyikan segala tanda kehidupan. Bintang Venus yang cemerlang muncul dari suatu sudut cakrawala. Untuk merebut hati para pemuja Venus, Ibrahim menyesuaikan diri dengan mereka dan mengikuti garis pikiran mereka seraya mengatakan, "Itu adalah pemeliharaku."

Namun, ketika bintang itu tenggelam dan menghilang di suatu sudut, ia berkata, "Saya tak dapat menerima tuhan yang tenggelam."

Dengan penalarannya yang alami, ia menolak kepercayaan para pemuja Venus dan membuktikan kebatilannya.

Pada tahap berikutnya, matanya tertuju pada bundaran bulan yang bercahaya terang dengan keindahannya yang memukau. Dengan maksud merebut hati pemuja bulan, secara lahiriah ia bersikap seakan bulan itu tuhan, tapi kemudian ia merontokkan kepercayaan itu dengan logikanya yang kuat.

Demikianlah, ketika Yang Mahakuasa membenamkan bulan itu di balik cakrawala, dan cahaya serta keindahannya lenyap dari muka bumi, maka tanpa menyinggung perasaan para pemuja bulan itu, Ibrahim berkata, "Apabila Tuhanku yang sesungguhnya tidak membimbing aku, tentulah aku tersesat, karena tuhan ini terbenam seperti bintang dan tunduk pada suatu tatanan dan sistem yang pasti yang dibentuk oleh sesuatu yang lain."

Baca juga: Beda Ajaran Tauhid Nabi Ibrahim dan Nabi Sebelumnya

Kegelapan malam berakhir dan matahari pun muncul, membuka cakrawala, dan menyebarkan sinar keemasannya ke muka bumi. Para pemuja matahari memalingkan wajah mereka kepada tuhannya. Untuk menaati aturan perdebatan, Ibrahim juga bersikap seolah mengakui ketuhanan matahari. Namun, terbenamnya matahari mengukuhkan bahwa ia tunduk pada suatu sistem alam semesta yang umum, dan Ibrahim secara terbuka menolaknya sebagai yang patut disembah.(lihat QS al-An'am , 6:75-79)

Tak diragukan bahwa saat tinggal di gua, melalui anugerah Ilahi yang luar biasa, Ibrahim mendapatkan dari sumber yang gaib pengetahuan batin tentang tauhid, yang merupakan kekhususan para nabi. Namun, setelah memperhatikan dan mengkaji benda-benda langit, ia juga memberikan bentuk argumentasi pada pengetahuan itu.

Dengan demikian, di samping menunjukkan jalan yang benar kepada manusia dan memberikan kepada mereka sarana bimbingan, Ibrahim telah meninggalkan pengetahuan yang tak ternilai untuk digunakan oleh orang-orang yang mencan kebenaran dan realitas.

Baca juga: Kisah Penganut Aliran Sesat Ibrahim Tauhid yang Akhirnya Ikuti Ajaran Islam
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Di Balik Perintah dan...
Di Balik Perintah dan Makna Ibadah Haji : Pelajaran dari Perjalanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Keutamaan Zikir Laa...
Keutamaan Zikir Laa Ilaaha Illallah Subhanallah 100 X Setiap Hari Beserta Dalilnya
Kisah Hikmah : Kalimat...
Kisah Hikmah : Kalimat Laa ilaaha illallaah, Menyelamatkannya dari Neraka
32 Pertanyaan Dasar...
32 Pertanyaan Dasar Ilmu Tauhid yang Wajib Diajarkan pada Anak Sejak Dini, Apa Saja?
Hari Raya Iduladha :...
Hari Raya Iduladha : Tapak Tilas Bersejarah Nabi Ibrahim AS
Rekomendasi
Rumus Matematika yang...
Rumus Matematika yang Memprediksi Akhir Umat Manusia Terpecahkan
Kekayaan Elon Musk Orang...
Kekayaan Elon Musk Orang Terkaya di Dunia, Cuma Setengah Harta Mansa Musa
Biografi Ibnu Khaldun,...
Biografi Ibnu Khaldun, Bapak Sosiologi dan Ilmu Sejarah dari Islam
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Infografis
Begini Nasib Para Penghina...
Begini Nasib Para Penghina Nabi Muhammad, Ada yang tewas Tragis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved