Mengapa Burung yang Terbuat dari Tanah Liat Bisa Terbang

Kamis, 30 Juli 2020 - 06:40 WIB
loading...
Mengapa Burung yang...
Ilustrasi/pxhere
A A A
KETIKA masih kanak-kanak, suatu hari Isa , putra Maryam, membentuk burung-burung kecil dari tanah liat. Anak-anak sebayanya yang gagal melakukan hal serupa, lari kepada orang tua mereka dan bercerita, mengadu apa adanya. Lalu, sampailah berita itu ke telinga para pemuka agama. Kata mereka: "Perbuatan itu tidak dibenarkan dilakukan pada hari Sabat." Hari itu adalah hari Sabtu.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Ibarat Tentang Tiga Tingkatan

Mereka pun pergi ke kolam menemui putra Maryam sedang duduk-duduk. Kepadanya mereka bertanya di mana gerangan burung-burung tanah liat itu. Sebagai jawabannya, putra Maryam pun menunjuk ke arah burung-burung yang telah selesai dibuatnya, dan burung-burung itu pun terbang pergi.

"Dia tidak melanggar hari Sabat, sebab bukan dia yang membuat burung-burung itu. Mustahil seorang dapat membuat burung yang bisa terbang," kata seorang tua-tua.

Baca juga: Akal-Akalan Menyiasati Sumpah

"Keterampilan yang sangat mengagumkan. Aku akan mempelajarinya," kata yang lain.

"Bukan. Itu bukan keterampilan, itu tipuan," kata yang ketiga.

Dengan demikian, tidak ada pelanggaran terhadap hari Sabat, dan keterampilan itu pun tidak bisa diajarkan kepada orang lain. Perihal penipuan, para tua-tua sebagaimana juga kanak-kanak tersebut telah menipu diri sendiri, sebab mereka tidak mengetahui maksud dari pembuatan burung-burung itu.

Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap

Alasan mengapa orang tidak bekerja pada hari Sabat sudah dilupakan. Manakah yang tipuan dan mana yang bukan, serta segala pengetahuan tentang hal itu merupakan sebuah kecacatan dari para pemuka agama tersebut. Maksud dan tujuan dari suatu keterampilan dan tindakan tidak diketahui oleh mereka, itu pula yang terjadi dalam peristiwa pemanjangan papan kayu.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Si Lumpuh dan Si Buta

Lebih lanjut dikisahkan bahwa suatu hari Isa, putra Maryam, sedang berada di tempat kerja Yusuf, Si Tukang Kayu. Ketika sepotong papan dirasa kependekan, Isa menariknya, dan entah bagaimana kayu itu, dengan cara tertentu, menjadi lebih panjang.

Baca juga: Tiga Macam Ilmu dalam Telaah Kemanusiaan

Ketika kisah ini terdengar oleh khalayak, sebagian berkata, "Yang Ia lakukan itu mukjizat, niscaya anak ini akan menjadi orang suci."

Kata yang lain, "Kami tidak mempercayainya, kecuali jika kami melihatnya dengan mata kami sendiri.

"Kelompok ketiga berkata, "Mukjizat itu tidak mungkin benar adanya, karena itu harus dihapuskan dari buku-buku."

Baca juga: Ujian Kekayaan: Dari Tiga Orang, Hanya Lulus Satu Orang

Ketiga kelompok itu, dengan perkiraan masing-masing, mendapat jawaban yang sama sebab tak ada dari mereka yang mengetahui tujuan dan arti sesungguhnya yang terkandung dalam pernyataan: "Ia memanjangkan sepotong papan."

Idries Shah dalam Tales of The Dervishes diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi menjelaskan para pengarang Sufi sering kali menganggap Nabi Isa sebagai Jalan (a Master of the Way).

Baca juga: Kebijaksanaan yang Diperjualbelikan

Sebagai tambahan, ada banyak sekali tradisi lisan tentang Nabi Isa di Timur Tengah sekarang, yang menunggu seorang penulis. Kisah ini ditemukan, dengan sedikit perbedaan bentuk, dalam lebih dari satu koleksi Darwis.

Para Sufi berkata bahwa 'Anak seorang Tukang Kayu' dan penamaan berdasarkan profesi lainnya yang disandangkan pada karakter-karakter dalam Injil merupakan penyebutan belaka dan tidak secara memadai menerangkan pekerjaan seseorang. (Baca juga: Para Pelayan dan Rumah )

(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Kapsul Waktu Berusia...
Kapsul Waktu Berusia 116 Tahun Ditemukan
Gunung Everest Tumbuh...
Gunung Everest Tumbuh Tinggi Lebih Cepat, Ilmuwan Beberkan Hal Ini
73.000 Penduduk Brasil...
73.000 Penduduk Brasil Terancam Ditelan Bumi
Artikel Terkini
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved