Jakarta Darurat Polusi, Ini Pandangan Islam Tentang Pencemaran Lingkungan
Rabu, 16 Agustus 2023 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Hindarilah dua hal penyebab laknat dan celaan!" Sahabat bertanya: "Apa dua hal tersebut wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Seseorang yang buang hajat di jalanan manusia atau di tempat berteduh mereka." (HR Muslim 269)
Rasulullah ﷺ juga mengecam keras orang yang menebang pohon yang biasa dipakai manusia berteduh.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ
Dari Abdullah bin Hubsyi ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa menebang pohon Bidara maka Allah akan membenamkan kepalanya dalam api neraka." (HR Abu Daud 5239, shahih)
Maksud pohon bidara di sini adalah pohon bidara di padang pasir yang biasa dijadikan tempat berteduh bagi manusia.
Imam Abu Daud ditanya tentang Hadits tersebut, lalu beliau menjawab, "Secara ringkas, makna hadits ini adalah bahwa barang siapa menebang pohon bidara di padang bidara dengan sia-sia dan zalim; padahal itu adalah tempat untuk berteduh para musafir dan hewan-hewan ternak, maka Allah akan membenamkan kepalanya di neraka." (Ibid)
Terhadap hewan juga demikian. Rasulullah ﷺ melarang keras untuk menyakiti mereka. Kesimpulannya, bumi dan sumber daya alam merupakan anugerah yang diberikan Allah dan diperuntukkan bagi manusia. Namun demikian, manusia tidak boleh memperlakukan bumi semaunya sendiri.
Baca Juga: Adab-adab Muslim Terhadap Lingkungan
Rasulullah ﷺ juga mengecam keras orang yang menebang pohon yang biasa dipakai manusia berteduh.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ
Dari Abdullah bin Hubsyi ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa menebang pohon Bidara maka Allah akan membenamkan kepalanya dalam api neraka." (HR Abu Daud 5239, shahih)
Maksud pohon bidara di sini adalah pohon bidara di padang pasir yang biasa dijadikan tempat berteduh bagi manusia.
Imam Abu Daud ditanya tentang Hadits tersebut, lalu beliau menjawab, "Secara ringkas, makna hadits ini adalah bahwa barang siapa menebang pohon bidara di padang bidara dengan sia-sia dan zalim; padahal itu adalah tempat untuk berteduh para musafir dan hewan-hewan ternak, maka Allah akan membenamkan kepalanya di neraka." (Ibid)
Terhadap hewan juga demikian. Rasulullah ﷺ melarang keras untuk menyakiti mereka. Kesimpulannya, bumi dan sumber daya alam merupakan anugerah yang diberikan Allah dan diperuntukkan bagi manusia. Namun demikian, manusia tidak boleh memperlakukan bumi semaunya sendiri.
Baca Juga: Adab-adab Muslim Terhadap Lingkungan
(rhs)
Lihat Juga :