Fenomena Artis Suka Pamer Harta dan Gaya Hidup Hedonis, Pertanda Akhir Zaman?
Kamis, 31 Agustus 2023 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur." (QS. At-Takatsur Ayat 1-2)
Bukan hanya itu, Allah Ta'ala juga mengancam dengan neraka orang tenggelam dengan kemewahan yang membuatnya lupa dengan agama. Sebagaimana firman-Nya: "Niscaya kamu benar-benar akan melihat Neraka Jahim, kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri, kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)." (QS. At-Takatsur Ayat 6-8)
"Sebenarnya, perilaku orang kaya memamerkan kekayaan di hadapan orang miskin bukan hal baru. Orang-orang seperti ini ada teladan dari pendahulunya di masa lalu yaitu Qarun," terang Ustaz Farid.
Allah Ta'ala berfirman:
فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ فِيْ زِيْنَتِهٖ ۗ قَا لَ الَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا يٰلَيْتَ لَـنَا مِثْلَ مَاۤ اُوْتِيَ قَا رُوْنُ ۙ اِنَّهٗ لَذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
"Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, "Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar." (QS. Al-Qashash Ayat 79)
Maka, flexing harta kekayaan di kala banyak manusia yang kesulitan, kelaparan, putus sekolah, tidak mampu berobat, dan sebagainya, merupakan perbuatan asosial dan amoral yang dikecam oleh agama, akal, budaya, dan jiwa manusia.
Salah Satu Tanda Akhir Zaman
Dalam Buku 40 Hadits Peristiwa Akhir Zaman karya Abu Ali Al-Banjari An-Nadwi dijelaskan bahwa di antara tanda-tanda akhir zaman yaitu berlomba-lomba dalam kemewahan. Orang-orang akan sibuk menampilkan kemewahan, pamer harta. Dan bahkan bermegah-megahan dalam membangun masjid.
Sejak 14 abad lebih lalu Rasulullah ﷺ telah mengabarkan hal ini. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus'ab bin Umair dan tidak ada di badannya kecuali hanya selembar selendang bertambal dengan kulit. Tatkala Rasulullah melihatnya beliau menangis dan meneteskan air mata karena mengenang kemewahan Mus'ab ketika berada di Mekkah dahulu (sangat dimanjakan oleh ibunya). Karena memandang nasib Mus'ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang meninggalkan segala harta benda dan kekayaan di Mekkah).
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: "Bagaimana keadaan kamu pada suatu hari nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi di waktu sore dengan pakaian yang lain pula. Dan bila diberikan satu hidangan, diletakkan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghias) rumah kamu sebagaimana kamu memasang kelambu Ka'bah?" Maka para sahabat menjawab: "Wahai Rasulullah, tentunya keadaan kami di waktu itu lebih baik daripada keadaan kami di hari ini. Kami akan memberikan perhatian sepenuhnya kepada masalah ibadah saja dan tidak bersusah payah lagi untuk mencari rezeki." Lalu Nabi ﷺ bersabda: "Tidak! Keadaan kamu hari ini lebih baik daripada keadaan kamu pada hari itu." (HR At-Tirmidzi)
Bukan hanya itu, Allah Ta'ala juga mengancam dengan neraka orang tenggelam dengan kemewahan yang membuatnya lupa dengan agama. Sebagaimana firman-Nya: "Niscaya kamu benar-benar akan melihat Neraka Jahim, kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri, kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)." (QS. At-Takatsur Ayat 6-8)
"Sebenarnya, perilaku orang kaya memamerkan kekayaan di hadapan orang miskin bukan hal baru. Orang-orang seperti ini ada teladan dari pendahulunya di masa lalu yaitu Qarun," terang Ustaz Farid.
Allah Ta'ala berfirman:
فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ فِيْ زِيْنَتِهٖ ۗ قَا لَ الَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا يٰلَيْتَ لَـنَا مِثْلَ مَاۤ اُوْتِيَ قَا رُوْنُ ۙ اِنَّهٗ لَذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
"Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, "Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar." (QS. Al-Qashash Ayat 79)
Maka, flexing harta kekayaan di kala banyak manusia yang kesulitan, kelaparan, putus sekolah, tidak mampu berobat, dan sebagainya, merupakan perbuatan asosial dan amoral yang dikecam oleh agama, akal, budaya, dan jiwa manusia.
Salah Satu Tanda Akhir Zaman
Dalam Buku 40 Hadits Peristiwa Akhir Zaman karya Abu Ali Al-Banjari An-Nadwi dijelaskan bahwa di antara tanda-tanda akhir zaman yaitu berlomba-lomba dalam kemewahan. Orang-orang akan sibuk menampilkan kemewahan, pamer harta. Dan bahkan bermegah-megahan dalam membangun masjid.
Sejak 14 abad lebih lalu Rasulullah ﷺ telah mengabarkan hal ini. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus'ab bin Umair dan tidak ada di badannya kecuali hanya selembar selendang bertambal dengan kulit. Tatkala Rasulullah melihatnya beliau menangis dan meneteskan air mata karena mengenang kemewahan Mus'ab ketika berada di Mekkah dahulu (sangat dimanjakan oleh ibunya). Karena memandang nasib Mus'ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang meninggalkan segala harta benda dan kekayaan di Mekkah).
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: "Bagaimana keadaan kamu pada suatu hari nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi di waktu sore dengan pakaian yang lain pula. Dan bila diberikan satu hidangan, diletakkan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghias) rumah kamu sebagaimana kamu memasang kelambu Ka'bah?" Maka para sahabat menjawab: "Wahai Rasulullah, tentunya keadaan kami di waktu itu lebih baik daripada keadaan kami di hari ini. Kami akan memberikan perhatian sepenuhnya kepada masalah ibadah saja dan tidak bersusah payah lagi untuk mencari rezeki." Lalu Nabi ﷺ bersabda: "Tidak! Keadaan kamu hari ini lebih baik daripada keadaan kamu pada hari itu." (HR At-Tirmidzi)
Lihat Juga :