Perayaan Wisuda Paling Wah dalam Sejarah Islam Habiskan Rp400 Miliar Lebih
Senin, 04 September 2023 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Acara Wisuda Paling Wah
![Perayaan Wisuda Paling Wah dalam Sejarah Islam Habiskan Rp400 Miliar Lebih]()
Dalam sejarah pernah diadakan sebuah perayaan wisuda yang mungkin "paling gila" yang pernah ada. Yakni ketika salah satu anak Khalifah Ja'far Al-Mutawakkil (Khalifah ke-10 Abbasiyah) menyelesaikan pendidikannya kepada seorang ulama besar di masanya. Para ahli sejarah sampai mengatakan, tidak ada hari perayaan yang seperti itu dalam kegembiraan, kemegahan dan banyaknya hadiah-hadiah yang dibagikan. Berikut kisahnya:
Adalah Ja'far Al-Mutawakkil (822-861), khalifah ke-10 Dinasti Abbasiyah (berpusat di Kota Baghdad, Irak) dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Ketika putranya bernama Al-Mu'taz telah menyelesaikan pendidikannya kepada seorang ulama bernama Muhammad bin Imran, maka beliau mengadakan acara wisuda besar-besaran.
Tercatat harta yang dikeluarkan untuk dibagi-bagikan saat itu adalah permata-permata indah senilai 100.000 Dinar atau setara Rp400 Miliar. Sekadar informasi, nilai 1 Dinar (1 koin emas) jika dirupiahkan setara dengan Rp4 juta. Sedangkan 1 Dirham (1 koin perak) setara Rp73.000.
Tak hanya itu, Al-Mutawakkil juga membagi-bagikan kepingan perhiasan senilai 1.000.000 Dirham (setara Rp80 Miliar). Semua harta-harta ini dibagikan untuk orang-orang yang tinggal di lingkungan istana.
Salah satu pegawai istana bernama Syafi' menceritakan tugasnya saat membagi-bagikan hadiah di acara tersebut. Hadiah yang diberikan kepada sang guru Muhammad bin Imran yang mengajar al-Mu'taz adalah sebuah guci dari perak yang berisi 9.500 Dinar (setara Rp38 Miliar).
Masyarakat umum diundang ke istana dan dijamu makan selama tiga hari tiga malam. Dalam kurun waktu itu dibagi-bagikan Dinar dan Dirham. [Jalis ash Shalih hal 466]
Selain Al-Mutawakkil, Khalifah Abbasiyah yang lain, Al-Musta'shim billah juga menggelar perayaan besar saat wisuda kelulusannya dari menghafal dan mempelajari Al-Qur'an dari gurunya Ali bin Nayyar. Musta'shim billah menghadiahkan uang kepada gurunya sebanyak 6.000 Dinar (atau setara Rp24 Miliar). [Tarikh al-Islami (14/819)]
Itulah kisah perayaan wisuda paling wah yang pernah ada dalam sejarah Islam. Tak hanya guru, masyarakat umum juga kebagian hadiah dan menikmati jamuan makan selama tiga hari.
Referensi:
- Jami' li Ulum Imam Ahmad (11/210)
- Fash al-Khawatim
- Tarikh al-Islami (14/819)
- Jalis ash-Shalih
Baca Juga: Kekayaan Abdurrahman bin Auf Kebangetan Capai 72.000 Triliun, Elon Musk dan Jeff Bezos Lewat!

Dalam sejarah pernah diadakan sebuah perayaan wisuda yang mungkin "paling gila" yang pernah ada. Yakni ketika salah satu anak Khalifah Ja'far Al-Mutawakkil (Khalifah ke-10 Abbasiyah) menyelesaikan pendidikannya kepada seorang ulama besar di masanya. Para ahli sejarah sampai mengatakan, tidak ada hari perayaan yang seperti itu dalam kegembiraan, kemegahan dan banyaknya hadiah-hadiah yang dibagikan. Berikut kisahnya:
Adalah Ja'far Al-Mutawakkil (822-861), khalifah ke-10 Dinasti Abbasiyah (berpusat di Kota Baghdad, Irak) dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Ketika putranya bernama Al-Mu'taz telah menyelesaikan pendidikannya kepada seorang ulama bernama Muhammad bin Imran, maka beliau mengadakan acara wisuda besar-besaran.
Tercatat harta yang dikeluarkan untuk dibagi-bagikan saat itu adalah permata-permata indah senilai 100.000 Dinar atau setara Rp400 Miliar. Sekadar informasi, nilai 1 Dinar (1 koin emas) jika dirupiahkan setara dengan Rp4 juta. Sedangkan 1 Dirham (1 koin perak) setara Rp73.000.
Tak hanya itu, Al-Mutawakkil juga membagi-bagikan kepingan perhiasan senilai 1.000.000 Dirham (setara Rp80 Miliar). Semua harta-harta ini dibagikan untuk orang-orang yang tinggal di lingkungan istana.
Salah satu pegawai istana bernama Syafi' menceritakan tugasnya saat membagi-bagikan hadiah di acara tersebut. Hadiah yang diberikan kepada sang guru Muhammad bin Imran yang mengajar al-Mu'taz adalah sebuah guci dari perak yang berisi 9.500 Dinar (setara Rp38 Miliar).
Masyarakat umum diundang ke istana dan dijamu makan selama tiga hari tiga malam. Dalam kurun waktu itu dibagi-bagikan Dinar dan Dirham. [Jalis ash Shalih hal 466]
Selain Al-Mutawakkil, Khalifah Abbasiyah yang lain, Al-Musta'shim billah juga menggelar perayaan besar saat wisuda kelulusannya dari menghafal dan mempelajari Al-Qur'an dari gurunya Ali bin Nayyar. Musta'shim billah menghadiahkan uang kepada gurunya sebanyak 6.000 Dinar (atau setara Rp24 Miliar). [Tarikh al-Islami (14/819)]
Itulah kisah perayaan wisuda paling wah yang pernah ada dalam sejarah Islam. Tak hanya guru, masyarakat umum juga kebagian hadiah dan menikmati jamuan makan selama tiga hari.
Referensi:
- Jami' li Ulum Imam Ahmad (11/210)
- Fash al-Khawatim
- Tarikh al-Islami (14/819)
- Jalis ash-Shalih
Baca Juga: Kekayaan Abdurrahman bin Auf Kebangetan Capai 72.000 Triliun, Elon Musk dan Jeff Bezos Lewat!
(rhs)
Lihat Juga :