3 Bagian Ilmu Agama Menurut Guru Sufi Abu Nasr as-Sarraj
Rabu, 13 September 2023 - 10:27 WIB
loading...
ilmu agama terbagi menjadi tiga: ilmu Al-Qur’an, ilmu hadis, dan penjelasan atau pengetahuan tentang realitas-realitas keimanan. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Abu Nasr as-Sarraj dalam Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf mengatakan di antara bermacam-macam pengetahuan, ilmu agama terbagi menjadi tiga: ilmu Al-Qur’an , ilmu hadis, dan penjelasan atau pengetahuan tentang realitas-realitas keimanan.
"Semua ilmu agama itu tak akan keluar dari tiga kategori tersebut, yakni ayat-ayat kitab Allah Azza wa Jalla, hadis yang datang dari Rasulullah SAW , atau hikmah-hikmah yang terbersit dalam hati nurani para wali Allah," ujarnya.
Adapun dalil yang memperkuatnya, ujar Abu Nasr as-Sarraj, adalah “hadis tentang keimanan”, di mana Jibril as bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang tiga ajaran agama. Yakni, tentang penyerahan diri (islâm), keimanan (imân), dan spiritualitas (ihsân) — yang masing-masing merujuk kepada ajaran lahiriah/eksternal, internal/batin dan realitas spiritual tertinggi.
Baca juga: Penjelasan tentang Rukun Iman Berdasar Hadis Dialog Rasulullah SAW dan Jibril
Dengan demikian, Islam itu bersifat lahiriah, iman itu bersifat lahiriah dan batiniah, sedangkan ihsân merangkum ketiga dimensi tersebut.
Nabi SAW berkata bahwa ihsân adalah “engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Akan tetapi, bila engkau tak sanggup melihat-Nya, maka sesunguhnya Dia (selalu) melihatmu.” Lalu Jibril membenarkannya.
Ilmu itu selalu berjalin berkelindan dengan amal, sedangkan amal dengan keikhlasan. Ikhlas artinya si hamba hanya menginginkan keridhaan Allah Azza wa Jalla dengan ilmu dan amalnya.
Sedangkan tiga kelompok manusia tersebut berbeda kadarnya dalam ilmu dan amal. Tujuan dan derajat mereka pun berbeda-beda.
Allah telah menerangkan tingkat perbedaan keutamaan dan derajat mereka sebagaimana dalam firman-Nya, "…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dalam beberapa derajat." ( QS Al-Mujadalah [58] : 11); dan juga firman-Nya, "Dan bagi masing-masing mereka derajat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." ( QS Al-Ahqaf [46] : 19); juga firman-Nya, "Dan lihatlah bagaimana Kami muliakan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain).” ( QS. Al-Isra [17] : 21).
Baca juga: Makna Ihsan dalam Hadis tentang Dialog Rasulullah SAW dengan Jibril
"Semua ilmu agama itu tak akan keluar dari tiga kategori tersebut, yakni ayat-ayat kitab Allah Azza wa Jalla, hadis yang datang dari Rasulullah SAW , atau hikmah-hikmah yang terbersit dalam hati nurani para wali Allah," ujarnya.
Adapun dalil yang memperkuatnya, ujar Abu Nasr as-Sarraj, adalah “hadis tentang keimanan”, di mana Jibril as bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang tiga ajaran agama. Yakni, tentang penyerahan diri (islâm), keimanan (imân), dan spiritualitas (ihsân) — yang masing-masing merujuk kepada ajaran lahiriah/eksternal, internal/batin dan realitas spiritual tertinggi.
Baca juga: Penjelasan tentang Rukun Iman Berdasar Hadis Dialog Rasulullah SAW dan Jibril
Dengan demikian, Islam itu bersifat lahiriah, iman itu bersifat lahiriah dan batiniah, sedangkan ihsân merangkum ketiga dimensi tersebut.
Nabi SAW berkata bahwa ihsân adalah “engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Akan tetapi, bila engkau tak sanggup melihat-Nya, maka sesunguhnya Dia (selalu) melihatmu.” Lalu Jibril membenarkannya.
Ilmu itu selalu berjalin berkelindan dengan amal, sedangkan amal dengan keikhlasan. Ikhlas artinya si hamba hanya menginginkan keridhaan Allah Azza wa Jalla dengan ilmu dan amalnya.
Sedangkan tiga kelompok manusia tersebut berbeda kadarnya dalam ilmu dan amal. Tujuan dan derajat mereka pun berbeda-beda.
Allah telah menerangkan tingkat perbedaan keutamaan dan derajat mereka sebagaimana dalam firman-Nya, "…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dalam beberapa derajat." ( QS Al-Mujadalah [58] : 11); dan juga firman-Nya, "Dan bagi masing-masing mereka derajat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." ( QS Al-Ahqaf [46] : 19); juga firman-Nya, "Dan lihatlah bagaimana Kami muliakan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain).” ( QS. Al-Isra [17] : 21).
Baca juga: Makna Ihsan dalam Hadis tentang Dialog Rasulullah SAW dengan Jibril
Lihat Juga :