Ada yang Berpendapat Rasulullah SAW Lahir 8 Rabiul Awwal
Senin, 18 September 2023 - 15:46 WIB
loading...
Ada menyebut Nabi Muhammad SAW lahir 9 Rabi’ul Awwal tahun 571 Masehi atau hari ke-55 setelah tentara gajah Raja Abrahah mengalami kekalahan. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Sebagian besar umat Islam mempercayai Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal atau bertepatan dengan 29 Agustus 580 Masehi. Itu sebabnya pada tanggal dan bulan inilah peringatan maulid Nabi paling banyak dilakukan.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" mengungkap ada perbedaan pendapat mengenai hari, tanggal, bulan dan tahun kelahiran nabi tersebut.
Baca juga: Ketika Malaikat Memberi Tahu Nabi Ibrahim akan Lahirnya Nabi Ishaq dan Nabi Ya'kub
Pendapat yang menyebut Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal didasarkan pada sebuah riwayat Imam Ibnu Ishaq dari Sayyidina Ibnu Abbas: “Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal 12 di malam yang tenang pada bulan Rabi'ul Awwal, Tahun Gajah.”
Di dalam kitabnya al-Mukhtashar al-Kabir fi Sirah al-Rasul (1993), Imam Izuddin bin Badruddin al-Kinani menyatakan bahwa pendapat ini adalah sahih. Pendapat itu juga dikuatkan dengan riwayat Qays bin Makhramah, meski tidak disebutkan secara detil berapa tanggalnya.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi, Qays bin Makhramah mengatakan kalau dirinya dan Nabi Muhammad dilahirkan pada tahun yang sama, yaitu Tahun Gajah.
Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Alam Menyambut Lahirnya Rasulullah SAW
Lain lagi pendapat sejarawan al-Mas’udi. Sebagaimana dikutip dari buku "Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hadis-hadis Shahih" (M Quraish Shihab, 2018), ia berpendapat kalau Nabi Muhammad lahir pada 8 Rabi’ul Awwal, atau empat hari lebih awal dari pendapat yang populer selama ini.
Al-Mas’udi mencocokkan tanggal itu dengan kehadiran pasukan bergajah Raja Abrahah. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW lahir 50 hari setelah pasukan bergajah datang.
Sementara, masih menurut Al-Mas’udi, kehadiran pasukan bergajah terjadi pada hari Senin, 13 Muharram dan mendekati tanggal 17 Muharram. Dari situ, Al-Mas’udi menyimpulkan bahwa tanggal lahir Nabi Muhammad itu 8 Rabi’ul Awwal, bukan tanggal 12.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" mengungkap ada perbedaan pendapat mengenai hari, tanggal, bulan dan tahun kelahiran nabi tersebut.
Baca juga: Ketika Malaikat Memberi Tahu Nabi Ibrahim akan Lahirnya Nabi Ishaq dan Nabi Ya'kub
Pendapat yang menyebut Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal didasarkan pada sebuah riwayat Imam Ibnu Ishaq dari Sayyidina Ibnu Abbas: “Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal 12 di malam yang tenang pada bulan Rabi'ul Awwal, Tahun Gajah.”
Di dalam kitabnya al-Mukhtashar al-Kabir fi Sirah al-Rasul (1993), Imam Izuddin bin Badruddin al-Kinani menyatakan bahwa pendapat ini adalah sahih. Pendapat itu juga dikuatkan dengan riwayat Qays bin Makhramah, meski tidak disebutkan secara detil berapa tanggalnya.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi, Qays bin Makhramah mengatakan kalau dirinya dan Nabi Muhammad dilahirkan pada tahun yang sama, yaitu Tahun Gajah.
Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Alam Menyambut Lahirnya Rasulullah SAW
Lain lagi pendapat sejarawan al-Mas’udi. Sebagaimana dikutip dari buku "Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hadis-hadis Shahih" (M Quraish Shihab, 2018), ia berpendapat kalau Nabi Muhammad lahir pada 8 Rabi’ul Awwal, atau empat hari lebih awal dari pendapat yang populer selama ini.
Al-Mas’udi mencocokkan tanggal itu dengan kehadiran pasukan bergajah Raja Abrahah. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW lahir 50 hari setelah pasukan bergajah datang.
Sementara, masih menurut Al-Mas’udi, kehadiran pasukan bergajah terjadi pada hari Senin, 13 Muharram dan mendekati tanggal 17 Muharram. Dari situ, Al-Mas’udi menyimpulkan bahwa tanggal lahir Nabi Muhammad itu 8 Rabi’ul Awwal, bukan tanggal 12.
Lihat Juga :