Kisah Maulid: Nubuat Nabi Daniel Sudah Informasikan akan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Rabu, 20 September 2023 - 17:00 WIB
loading...
Kisah Maulid: Nubuat...
Berita akan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebenarnya sudah disampaikan Nabi Daniel, 1.200 tahun sebelum Rasulullah SAW lahir. Ilustrasi: Ist
A A A
Berita akan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebenarnya sudah disampaikan Nabi Daniel 1.200 tahun sebelum Rasulullah SAW lahir. Daniel adalah nabi dari kalangan Bani Israil . Sebagian ulama mengatakan Nabi Daniel memiliki dua nubuat. Pertama, mengabarkan akan datangnya al-Masih Isa bin Maryam , dan kedua, nubuat tentang kemunculan baginda Nabi Muhammad SAW.

Ibnu Taimiyah sebagaimana dikutip buku "Zulkarnain Agung antara Cyrus dan Alexander, Jejak Cerita dalam al-Quran dan Riwayat Sejarah" karya Wisnu Tanggap Prabowo mengatakan, Daniel menyebut nama Muhammad dengan nama, dan berkata, “Anak-anak panah akan terlepas dari busur-busur, dan anak-anak panah tersebut akan dinodai oleh darah, wahai Muhammad.”

Baca juga: Kisah Pemuda Mengagungkan Maulid Nabi Diangkat Jadi Wali

Dalam literasi ahli kitab, Nabi Daniel hidup pada abad ke-6 SM, sekitar lima abad sebelum masa Nabi Isa as, dan sekitar dua belas abad sebelum masa kenabian Muhammad SAW. Sebagaimana para Nabi dan Rasul, pengetahuan tentang gaib hanya datang dari Allah melalui Malaikat Jibril.

Ulama tafsir Ibnu Katsir dalam kitabnya "Qashas al-Anbiyaa" juga menuliskan kisah tentang Nabi Daniel.

Menurut Wisnu, kisah Nabi Daniel dalam khazanah Islam memiliki kemiripan dengan tradisi ahli kitab. Di antara kesamaannya adalah kisah Nabi Daniel di kandang singa tempat Nabi Irmiya (Jeremiah) mengunjunginya dan membawakan makanan dan minuman atas perintah Allah.

Lokasi Makam Nabi Daniel

Selain itu, terdapat peristiwa bersejarah dari generasi sahabat terkait Nabi Daniel ini. Salah satunya ditemukannya jasad beliau yang masih utuh di sebuah wilayah dekat kota Hurmuzan (Hormuz, saat ini di provinsi Hormozgan, Iran bagian selatan).

Abu Musa al-Anshari yang berada di tengah pasukan muslim melaporkan kepada Khalifah Umar bin Khattab di Madinah melalui sepucuk surat. Setelah menerima dan membacanya, Umar membalas surat itu, berkata, ”Ia adalah salah seorang dari para Nabi. Api tidak memakan jasad para Nabi. Dan bumi juga tidak memakan jasad para Nabi."

Ibnu Katsir kembali menegaskan bahwa jasad yang ditemukan muslimin saat ekspedisi militer ke Persia tersebut adalah jasad Nabi Daniel.

Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Alam Menyambut Lahirnya Rasulullah SAW

Sementara itu, Imam al-Baihaqi mengatakan dalam Dalfil an-Nubuwah bahwa Abu Aliyah beserta kaum muslimin lain menggali lubang kubur di tengah sungai dengan cara membendung airnya, lalu di kala malam mereka menguburkan jasad Nabi Daniel di salah satu liang-liang lahat yang digali itu.

Tujuannya adalah untuk mencegah mudarat yang lebih besar, yaitu praktik pengultusan kuburan orang saleh secara berlebihan di mana melalui pintu pengultusan itulah godaan iblis masuk ke oknum kaum Nabi Nuh yang menyembah orang-orang saleh.

Setidaknya kini ada enam teori mengenai lokasi makam Nabi Daniel, yaitu di Kirkuk dan Mugdadiyah di Irak, Susa dan Malamir di Iran, di Babilon, dan di Samarkand.

Teori lokasi makam yang paling masyhur adalah di Susa. Memang, jika dilihat dari peta, menurut Wisnu, Susa dekat dengan kota Hurmuzan, tempat kaum muslimin menguburkan jasad Nabi Daniel sebagaimana dalam sumber Islam.

"Namun demikian, Susa ada di provinsi Khuzestan, sementara Hormuz ada di provinsi Hormuzgan. Jarak yang terpaut antara keduanya adalah 1.300 kilometer!" ujar Wisnu yang mengingatkan bahwa Nabi Daniel adalah Nabi dari kalangan Bani Israil.

Baca juga: Maulid Nabi: Kontroversi Kisah Malaikat Membelah Dada Rasulullah SAW

Orang Saleh

Sementara itu, terjadi polemik di kalangan kaum Yahudi yang bahkan berlanjut hingga kini mengenai apakah Daniel seorang Nabi atau bukan. Sebagian memandang Daniel bukanlah Nabi, melainkan orang saleh yang mendapat bimbingan ilahiah.

Satu hal yang disepakati, Daniel adalah tokoh masyhur dengan Kitab Daniel-nya (Book of Daniel), yang termasuk ke salah satu teks-teks suci Tanakh di mana Taurat ada dalamnya.

Saat Nebukadnezar menghancurkan al-Quds beserta Kuil Sulaiman pada 587 SM, Daniel menjadi tawanan raja Babilonia tersebut dan beliau diboyong ke Babel. Terlepas dari status tawanannya, menurut Wisnu, di Babilonia Nabi Daniel mendapat tempat terhormat di kerajaan dan menjabat sebuah posisi yang memungkinkan beliau dekat dengan raja Nebukadnezar.

Bagi Nasrani, Daniel adalah Nabi. Bagi umat Islam pun demikian. Hanya saja nama beliau tidak disebutkan dalam al-Quran. Bagi umat Yahudi, Daniel “hanyalah” seseorang yang diberi ilham. Tidak terlampau jauh berbeda dengan nubuat Nabi Daniel dalam Islam mengenai kemunculan Isa al-Masih dan Rasulullah. Di tradisi kalangan Yahudi juga terdapat pandangan bahwa Daniyyel adalah seseorang yang memiliki visi tentang masa depan sekaligus seorang pahlawan yang dielu-elukan.

Baca juga: Maulid Nabi, Kisah Abu Lahab Gembira Atas Kelahiran Rasulullah SAW

Sebagaimana perkataan Ibnu Taimiyah, berita kemunculan Nabi Isa al-Masih yang diberitakan Nabi Daniel juga terdapat tradisi Nasrani, hanya saja interpretasi versi Nasrani akan Nubuat Nabi Daniel dikaitkan dengan kemunculan Yesus.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa Nabi Daniel mengabarkan tentang akan diutusnya Rasulullah dengan menyebut nama “Muhammad” secara gamblang.

Nyatanya, penyebutan nama “Muhammad” oleh Nabi-Nabi terdahulu tidak saja melalui lisan Nabi Daniel alaihissalam saja. Nabi Isa pun menyebut nama “Ahmad” secara langsung. Allah berfirman:

Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” ( QS ash-Shaff : 6 )

Baca juga: Kisah Perayaan Maulid Nabi untuk Tangkal Agresi Militer Genghis Khan

Lumrah jika kita bertanya, apakah ahli kitab baik Yahudi dengan Taurat-nya, atau Nasrani dengan Injilnya, akan mengatakan kepada umat Islam bahwa mereka menemukan nama “Ahmad” atau “Muhammad” sebagai Nabi yang akan diutus pada Akhir Zaman dalam kitab mereka? Secara umum, sikap mereka adalah sebagaimana firman Allah:

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi alKitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.” ( QS al-Ma'idah : 15)

Di atas semua itu, The Book of Daniel memang diakui bagi kebanyakan ahli kitab sebagai sumber berharga yang mengabarkan berita dari masa depan dimulai sejak abad ke-6 SM hingga Hari Kiamat.

Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Pilu saat Bunda Aminah Wafat Sepulang Ziarah dari Madinah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Kisah Bani Israil dalam...
Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Kisah-kisah dalam Al...
Kisah-kisah dalam Al Quran : Penyaliban Nabi Isa Alaihisallam dan Kekufuran Bani Israil
Kisah Abdullah bin Salam,...
Kisah Abdullah bin Salam, Orang Yahudi Bani Israil yang Percaya Al Quran
Rekomendasi
Meteorit Allende Bukti...
Meteorit Allende Bukti Kehidupan Luar Angkasa dan Asal Usul Tata Surya
4 Fosil Paling Lengkap...
4 Fosil Paling Lengkap yang Pernah Ditemukan Di Dunia
Kerang Raksasa Ini Lahir...
Kerang Raksasa Ini Lahir pada Tahun 1499 Masehi
Artikel Terkini
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Infografis
Indonesia Akan Mengalami...
Indonesia Akan Mengalami Fenomena Matahari Terbenam Lebih Lambat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved